Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 5 Aku tidak menganggapnya sebagai perbuatan yang suci



"Aku tidak ingin membunuhnya tapi dia sangat misterius dan begitu mencurigakan, siapa pun pasti akan membunuhnya kalau kamu berada di posisi yang seperti itu," ucap laki-laki itu sambil melambaikan tangan memberikan isyarat kepada bawahannya untuk membereskan orang-orang yang telah dibunuh oleh dirinya dan rekannya


"Memangnya kamu tau identitas perempuan yang memberikan informasi yang berharga ini? Dan bagaimana bisa dia mendapatkan informasi yang berharga ini? Apa kamu yakin dia bukan komplotan orang yang menginginkan takhta?" tanya laki-laki yang berada di depannya sambil mengelap pedang dan seluruh tubuhnya yang terkena darah


"Aku tidak tau apa pun walaupun aku mengutus orang untuk mencari tau informasi perempuan itu, tapi hasilnya nihil tidak satu pun dari mereka berhasil menemukan informasi gadis itu bahkan tidak ada yang mengenal gadis itu,"


"Ditambah lagi dia adalah seorang gadis kecil jadi ini mungkin akan sangat sulit mencarinya, tapi terlepas dari  siapa dia dan apa identitas yang dimilikinya,"


"Dia adalah informan yang sangat handal dan berguna, jika aku katakan dibandingkan dengan semua mata-mata yang aku tempatkan dan semua informan yang aku percaya dialah yang memberikan informasi ini lebih cepat daripada yang lain," ucap laki-laki itu sambil memakai kacamatanya


"Jadi apa kamu akan mengenalkan aku kepada gadis kecil itu? Bagaimana pun dia adalah anak kecil jadi mungkin saja dia mudah dipaksa untuk berbicara tentang siapa yang menyuruhnya menyampaikan informasi ini dan siapa dirinya," ucap laki-laki itu sambil tersenyum


"Kamu bisa membuat rumor yang buruk di bisnis informasiku kalau begitu cara yang kamu gunakan, dibandingkan itu aku sangat ingin membuatnya berada di pihak kita kalau bisa apa pun yang dia inginkan aku penuhi asalkan dirinya menyampaikan semua informasi yang dia miliki," ucap laki-laki berkaca mata itu dengan dingin


"Lama-lama aku jadi takut berada di dekatmu," ucap laki-laki yang berada di depannya


"Memangnya kenapa?" tanya laki-laki berkacamata itu


"Mukamu seperti orang jahat yang akan melakukan kriminal," ucap laki-lagi itu dengan tatapan datar


"Memangnya membunuh yang kamu lakukan bukan tindakan kriminal?" ucap laki-laki berkacamata itu sambil menaikkan kacamatanya


"Aku tidak menganggapnya sebagai perbuatan yang suci kok,"


"Sejak kita kecil kita di didik untuk bisa melakukan pembunuhan dan tidak memberikan rasa mudah percaya kepada orang dengan mudah, ditambah lagi kita juga sudah berada di dunia yang kotor ini sudah sejak lama jadi kita tidak perlu khawatir dianggap dengan kriminal,"


"Kita membunuh juga tidak akan masuk penjara karena kita adalah tangannya kekaisaran," ucap laki-laki itu dengan senyuman yang terlihat pahit


"Hah... tidak perlu membahas hal kelam yang pernah terjadi sekarang yang harus kita urus adalah bagaimana caranya supaya kekaisaran ini tetap kokoh dan terlihat indah di dunia atas," ucap laki-laki berkacamata itu sambil berjalan keluar dari ruangan penjara


Di mansion kediaman Baron...


'Hari ini harusnya adalah hari di mana mereka telah berhasil menyelesaikan masalah yang terjadi,'


'Aku harus kembali ke guild informasi untuk mencari tau, dan apakah mereka telah mempercayai diriku atau tidak?'


'Tapi bagaimana caranya aku izin keluar? Mereka bisa saja curiga denganku, jika aku keluar meminta izin apalagi aku keluar secara diam-diam,'


'Bisa-bisa nanti aku kena cambuk, tendang dan tampar lagi,'ucap Gressa di dalam hatinya sambil mengelap kaca jendela dengan helaan nafas panjang


'Aku harus memberikan alasan apa, di dalam novel di ceritakan kalau Gressa sama sekali tidak pernah keluar dari mansion ini bahkan tidak bisa melangkahkan ke luar gerbang mansion itu tapi berbeda denganku,'


'Aku telah berhasil melangkah ke luar mansion bahkan langsung ke guild informasi, jadi bisa di bilang ini adalah suatu kemajuan yang besar,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan sedikit bersemangat


'Tapi sekarang aku harus bagaimana beralasan kepada nyonya tua itu,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil mengigit bibirnya dan berpikir keras


'Dia terakhir kali membantuku dan membuat para pelayan jadi sedikit takut untuk mengganggu aku, Apakah lebih baik aku bertanya kepadanya ya,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil menatap pelayan senior itu


"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku merasa betapa indahnya alun-alun kota dan  kalau aku bisa keluar pergi ke alun-alun kota lagi mungkin akan jadi kenangan yang sangat berharga untuk diriku," ucap Gressa dengan tatapan yang terlihat begitu menyedihkan


'Kesihan sekali dia, padahal dia masih seorang yang masih kecil dan dia menganggap kalau pergi ke alun-alun kota adalah hal yang menyenangkan dan membahagiakan,' ucap pelayan senior dengan tatapan sedih dan sedikit iba


"Tenang saja, suatu saat nanti kamu akan bisa ke luar mansion untuk melihat kota ini, jadi jangan bersedih," ucap sang pelayan senior sambil tersenyum dan berusaha menghibur Gressa


"Ah... Iya ada yang ingin aku tanyakan kepada kak pelayan senior," ucapnya dengan tatapan polos


"Kemana ibuku sebenarnya pergi?" Ucap Gressa dengan tatapan penasaran dan polos


"Ah... Itu... Ibumu telah berada di tempat yang jauh dan tidak akan pernah kembali lagi karena dia telah tertidur panjang," ucap pelayan senior dengan kaku


"Tertidur panjang? Apa artinya aku tidak bisa bertemu dengan ibu?" Tanya Gressa dengan tatapan polos


"Gressa kamu memang tidak bertemu dengan ibumu tetapi kamu bisa berdoa untuk ibumu melalui katedral suci di alun-alun kota," ucap pelayan senior sambil berusaha menghiburnya


"Kalau begitu bisakah aku nanti ke alun-alun kota untuk berdoa ke Katedral yang kamu katakan itu? Aku ingin berdoa untuk ibu di sana," ucap Gressa sambil tersenyum polos


'Kenapa gadis kecil ini begitu imut? Dan kenapa dewa begitu kejam kepada anak kecil ini? Dia di tindas dan kehilangan ibunya tapi tetap ingin pergi ke Katedral,' ucap pelayan senior di dalam hatinya dengan perasaan tersentuh


"Baiklah, kamu bisa pergi sekarang Gressa, biar aku yang bertanggung jawab kamu pergi ke Katedral alun-alun kota,"


"Tapi kamu sekarang harus pergi sendirian karena aku dan pelayan lain sedang sibuk,"


"Dan waktu 5 jam dari sekarang kamu harus pulang mengerti?" Ucap pelayan senior itu sambil tersenyum


"Aku mengerti terima kasih kak pelayan senior, tapi apa tidak apa-apa kalau aku tidak izin kepada nyonya besar?" Ucap Gressa sambil menundukkan kepalanya


"Tidak masalah aku yang akan bertanggung jawab untuk itu, jadi berdoa lah untuk ibumu di sana,"


"Aku pergi dulu Gressa karena ada yang harus aku kerjakan," ucap pelayan senior itu sambil mengelus kepala Gressa


"Sekali lagi terima kasih pelayan senior," ucap Gressa sambil memberikan hormatnya


'Aku tidak menyangka akan semudah ini untuk keluar dari mansion, seharusnya aku tidak perlu berpikir banyak hal kalau tau ada yang mudah,'


'Sekarang aku harus ke guild informasi untuk memastikan semuanya berjalan lancar,' ucap Gressa sambil berjalan ke luar mansion


Apa yang akan dibahas oleh guild informasi dengan Gressa? Apakah Gressa berhasil mendapatkan kontrak dengan guild informasi? Apakah akan ada perubahan takdir dalam kehidupan Gressa?


GRESSA'S SECOND LIFE