Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 44 Dia melakukan manipulasi



"Teng... teng... teng..." Suara lonceng jam yang menunjukkan awal mula aktifitas di pagi hari


"Lucius, maaf membuat dirimu menunggu lama," ucap Gressa dengan tatapan lembut menatap Lucius


'Tanpa menggunakan seragam, Gressa bagaimana bisa begitu imut,' ucap Lucius di dalam hatinya dengan tatapan terpukau dan tersipu melihat gadis yang di sukainya


"Lucius? Kenapa mukamu memerah? Apakah kamu sakit?" ucap Gressa dengan tatapan khawatir


"Tidak, tidak apa-apa,"


"Aku baik-baik saja, hanya saja aku rasa aku datang terlalu awal untuk menunggu jadinya aku kepanasan,"


"Tapi ini bukan salahmu kok Gressa, karena aku terlalu bersemangat," ucap Lucius sambil menepuk-nepuk kepala Gressa


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita pergi untuk sarapan dulu?"


"Untuk menghilangkan panas," ucap Gressa dengan bersemangat


"Baiklah, kalau begitu bagaimana kalau kita pergi ke restoran yang baru saja di buka tidak jauh dari sini? Aku dengar dari orang-orang kalau makanan di sana terkenal dengan makanan yang enak dan mewah tapi dengan harga yang terjangkau," ucap Lucius sambil mengulurkan tangannya


"Humm benarkah? Sepertinya menarik,"


"Apalagi kalau bisa dijadikan bisnis," ucap Gressa dengan bersemangat yang membuat Lucius terkejut


"Ah... maafkan aku,"


"Aku membahas yang tidak seharusnya," ucap Gressa dengan kepala tertunduk malu


"Tidak apa-apa, Gressa apa kamu suka uang?" tanya Lucius dengan tatapan penasaran


"Tentu saja suka, Siapa yang tidak menyukai uang? Aku bermimpi untuk tinggal sendiri setelah aku keluar dari keluarga Baron Elrick karena itu bukan sepenuhnya milikku,"


"Dan aku juga tidak tau kapan aku akan di buang atau di usir dari mansion itu jadinya aku ingin mengumpulkan uang yang cukup untuk diriku sendiri di masa depan," ucap Gressa dengan senyuman yang pahit sambil menatap langit


"Gressa, kamu benar-benar orang yang sederhana ya, orang lain mungkin menginginkan gelar dan harta jika dia di usir tapi kamu malah menginginkan uang dengan kerja kerasmu,"


"Aku tidak menyangka ada bangsawan seperti dirimu di antara bangsawan," ucap Lucius dengan senyuman tipis


"Terima kasih," ucap Gressa dengan senyuman tipis


"Gressa, tolong genggam tanganku, kalau tidak nanti kamu akan tersesat, karena hari ini adalah hari libur jadinya pasti banyak orang," ucap Lucius yang dari tadi mengulurkan tangannya yang kemudian di genggam Gressa


"Baiklah," ucap Gressa dengan anggukan pelan


"Kring..." Suara lonceng pintu terbuka


"Selamat datang di restoran kami, biar saya antarkan menuju kursi," ucap pelayan itu dengan ramah sambil memberikan hormat


'Pelayanannya sangat ramah, aku yakin ini tidak heran jika restoran ini bisa mendapatkan banyak pelanggan dari berbagai kalangan,'


"Nona dan tuan, ini menu yang kami sarankan dan ini beberapa menu yang sering di pesan oleh para pelanggan kami,"


"Untuk minumannya kami telah mencantumkan di menu, yang cocok untuk setiap makanan yang disarankan begitu juga dengan menu yang sering di pesan,"


"Humm... Pesan saja semuanya satu-satu seperti yang ada di dalam menu kalau untuk minuman buat dua minuman yang cocok untuk beberapa makanan," ucap Lucius yang menutup menu


'Apakah dia memiliki black hole di dalam perutnya? Sampai dia harus memesan begitu banyak makanan pada saat sarapan,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan terkejut


"Baik, semua sudah di tulis, apakah ada lagi tambahan?" tanya pelayan itu sambil menatap kedua pelanggan


"Gressa, apakah kamu ada tambahan?" tanya Lucius sambil menatap Gressa


"Tidak, aku rasa itu cukup," ucap Gressa dengan anggukan pelan


"Baiklah, silahkan di tunggu," ucap pelayan itu yang kemudian pergi meninggalkan kedua tamu


"Humm... aku sangat terkejut karena mereka melayani dengan baik, bahkan sejauh yang aku lihat sejak masuk ke dalam restoran ini,"


"Semua orang-orang dilayani dengan baik tanpa ada membedakan status orang tersebut,"


"Aku jadi ingin memiliki satu bisnis kuliner seperti ini," ucap Gressa dengan tatapan tertarik


"Bagaimana kalau kita berdua yang mendirikannya?" ucap Lucius dengan tatapan lembutnya


"Humm... aku rasa itu ide yang bagus," ucap Gressa dengan tatapan yang berbinar-binar


"Baiklah, kalau begitu nanti kita akan membahasnya lagi," ucap Lucius dengan senyuman tipis


"Aku tidak percaya melihatnya dengan mata kepalaku sendiri,"


"Dia melakukan manipulasi kepada Gressa dengan alasan bisnis, sungguh laki-laki yang licik,"


"Charlotte, kamu mengajakku ke sini hanya untuk membututi Gressa dan pasangannya," ucap Luke dengan tatapan dingin


"Hummm... bukankah kamu juga setuju denganku? Jadi jangan banyak berkomentar," ucap Charlotte dengan dingin


"Apa kamu tidak merasa kalau perempuan itu menolong dirimu karena dia menginginkan sesuatu darimu? Karena bagaimanapun dia berasal dari keluarga bangsawan yang rendahan," ucap Luke dengan tatapan dingin


"Luke, aku sudah sangat mempercayai Gressa, sejak dia menolongku tidak peduli dia anak haram atau berdarah biru tidak sempurna,"


"Karena dimatanya tidak terlihat sama sekali ada kepalsuan dalam perbuatannya,"


"Dibandingkan itu bukankah tunanganmu memiliki kelakuan yang lebih buruk daripada Gressa?" ucap Charlotte dengan tatapan dingin dan tajam


"Kenapa kamu terus membahas Elina?" tanya Luke dengan tatapan risih ketika mendengarkan kata tunangan itu terucap


"Karena kamu harus tetap ingat masih ada yang lebih buruk dibandingkan dengan Gressa," ucap Charlotte yang mulai melanjutkan memakan kuenya


"Wah... wah...wah..."


"Bukankah yang mulia putra mahkota punya tunangan kenapa pergi dengan gadis yang tidak memiliki pasangan?" ucap seorang laki-laki yang berkacamata monocle ke arah meja kedua orang itu


"Lucius, kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Charlotte dengan tatapan kebingungan


"Karena dimana pun anda berada saya tau anda pasti tidak akan membiarkan saya berduaan dengan Gressa,"


"Dan juga aku merasa kalau ada yang selalu menatapku dan Gressa dari atas lantai ini,"


"Jadi aku ke sini, tapi aku tidak menyangka kalau anda dan yang mulia putra mahkota ada di sini berdua," ucap Lucius dengan tatapan dingin dan melipat kedua tangannya


"Aku kesini karena gadis ini terus-menerus melekat kepadaku kemarin sampai ada rumor yang mengatakan kalau aku sedang membuat dia orang gadis jatuh cinta,"


"Dan orang di depanku ini, menggunakan hal itu untuk mengancam aku," ucap Luke dengan tatapan dingin


"Kamu sekarang takut dengan gadis kecil ini? Kamu tau kalau dia hanya bisa mengancam tapi tidak bisa melakukannya,"


"Karena dia tidak ingin juga menodai hal-hal yang menyangkut kerajaannya,"


"Apalagi Charlotte belum ada niat untuk menikah jadi dia tidak akan membuat nama kerajaan buruk," ucap Lucius dengan senyuman licik


'Aku tidak akan pernah setuju orang licik seperti Lucius berada di sisi Gressa,' ucap Charlotte di dalam hatinya dengan tatapan dingin dan kesal


"Kalau begitu aku pergi duluan, Gressa sedang menungguku di bawah," ucap Lucius sambil melambaikan tangannya meninggalkan meja itu


Kenapa Charlotte tidak setuju dengan Lucius dengan Gressa? Kenapa Luke takut dengan rumor? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life