Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 23 Sayang sekali



Setelah mendengarkan perkenalan singkat dari perempuan yang tiba-tiba memegang tangannya. Suasana disekitarnya langsung menjadi sunyi


"Apa kamu mendengarnya dan melihat kejadian yang berada direkaman itu?"


"Bagaimana dia bisa bertindak seenaknya? Padahal dia adalah perempuan," Bisik D kepada teman yang berada disebelahnya


"Kamu benar,"


"Padahal berasal dari darah biru tetapi kelakuannya tidak mencerminkan orang yang memiliki darah biru,"


"Lihat kelakuannya yang tidak memiliki sifat kebangsawanan itu,"


"Bagaimana dia bisa diloloskan tes ketiga hanya dengan kelakuan seperti itu?" Bisik A kepada si D


"Kalian berdua bisakah tidak berbisik dibelakang orang yang mendapatkan penghargaan karena kemampuan yang dimilikinya?"


"Apa kalian berdua merasa kalau kalian lebih mampu untuk lolos dalam tes ketiga dan juga kalian berdua merasa kalian berdua adalah bangsawan paling mulia?" ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba berada di belakang kedua orang itu dengan tatapan dingin


"Ah..."


"Maafkan kami, kami tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun, karena kami hanya asal berbicara," ucap keduanya yang langsung terdiam karena mendengarkan ucapan dari laki-laki itu kemudian gemetar dan ketakutan


"Tolong jangan menghakimi mereka berdua seperti itu, karena memang pada dasarnya yang diucapkan oleh mereka berdua itu benar,"


"Aku belum menguasai etika dasar seorang bangsawan dengan baik bahkan tidak terlihat seperti orang yang berdarah bangsawan,"


"Jadi aku rasa tidak perlu meminta maaf karena itu adalah impas," ucap Gressa sambil tersenyum lembut


"Tapi jika kamu merasa kurang adil dalam tes ketiga ini kenapa kalian tidak membuktikan diri? Bukankah kalian mengatakan bagaimana bisa dengan kemampuanku ini lolos dalam tes ketiga?"


"Jadi aku menantikan kemenangan kalian, tapi jika kalian berdua kalah," ucap Gressa sambil tersenyum dengan tatapan dingin dan senyuman licik


"Maka kalian harus mengikuti apapun yang aku inginkan," bisiknya di telinga perempuan itu sambil tersenyum


"Baiklah, kalau begitu sepertinya masalah ini berhasil terselesaikan dengan baik,"


"Kalau begitu sekarang apakah ada yang ingin berkomentar mengenai posisi Gressa yang telah di terima terlebih dahulu masuk ke dalam akademi? atau mungkin ada yang ingin bertanya mengenai tes ketiga ini seperti apa?" ucap Jianying sambil tersenyum ke arah semua calon siswa-siswi itu


"Karena sunyi aku rasa tidak ada yang ingin bertanya,"


"Kalau begitu, tolong bantuannya Charlotte buka portal teleportasinya," ucap Shing sambil memperhatikan semua calon siswa yang ada


"Baiklah, wakil ketua," ucap Charlotte dengan anggukan kemudian membuka sebuah portal dengan sihirnya


Setelah portal itu telah dibuka dan semua orang telah masuk ke dalam portal...


"Gressa, karena pekerjaan yang aku lakukan telah selesai saatnya bagi kita untuk bersenang-senang berdua,"


"Kamu juga sudah lulus dari tes ketiga jadi tidak akan ada hal yang bisa membuat dirimu dibukan kan?" ucap Charlotte dengan tatapan yang berbinar-binar tidak sabar untuk bersama Gressa


'Apakah ini kekuatan dari pemeran utama? kenapa aku merasa dia begitu imut hingga aku tidak bisa menolak dirinya?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan perasaan ragu ketika menatap mata Charlotte


"Baiklah nona Charlotte Ava Esmeralda, aku ikut saja apa yang kamu inginkan," ucap Gressa sambil tersenyum kaku


"Gressa, kamu salah,"


"Seharusnya kamu memanggil aku dengan nama karena kita satu angkatan,"


"Jadi tolong panggil aku dengan Charlotte saja," ucap Charlotte sambil tersenyum dengan lembut


"Eh? tapi bukanya kamu adalah dewan kesiswaan Richardson yang artinya kamu satu angkatan lebih tua dari aku?" ucap Gressa dengan tatapan kebingungan


"Kami semua berasal satu angkatan denganmu Gressa,"


"Hanya saja kami masuk ke akademi dengan jalur undangan langsung dari kepala akademi Richardson,"


"Dikarenakan katanya bakat kami sangat langka dan menjamin membimbing para siswa-siswi ke jalan yang benar,"


"Dan karena itu kami juga menjadi anggota dewan kesiswaan," ucap Charlotte dengan tatapan serius


"Oleh karena itu tolong kamu pertimbangkan permintaan yang kami minta Gressa,"


"Kami yakin dengan kamu bergabung ke sini maka kamu bisa merubah pandangan semua siswa-siswi di akademi ini," ucap Charlotte dengan tatapan memelas


"Maafkan aku tapi aku menolak karena aku merasa menjadi siswa saja sudah cukup untuk diriku,"


"Tapi jika memang ada yang bisa aku bantu nantinya aku akan membantu sebisaku walaupun aku tidak masuk ke dalam dewan kesiswaan," ucap Gressa sambil tersenyum lembut


"Hah..."


"Sayang sekali, aku pikir bisa membujuk siswa yang berbakat ke dalam dewan Kesiswaan yang aku bentuk, ternyata tidak semuanya bisa berjalan dengan lancar," ucap Jianying sambil tersenyum kecewa


"Tapi walaupun kamu tidak masuk ke dalam dewan kesiswaan kamu juga akan mendapatkan hak istimewa dari akademi karena nilai dari tes tertulismu sangat sempurna tanpa kesalahan ditambah tes ketiga ini kamu berhasil lulus lebih awal tentu saja itu akan menjadi nilai tambahan untuk dirimu," ucap Dallen sambil menatap ke arah Gressa


"Kalau aku boleh tau, apa saja fasilitas yang didapatkan dari hak istimewa yang diberikan oleh kepala akademi?" tanya Gressa dengan tatapan kebingungan


"Kamu akan mendapatkan asrama pribadi lebih tepatnya mirip sebuah villa kecil,"


"Tentu saja terdapat juga fasilitas lainnya, seperti taman kecil, perpustakaan pribadi, makanan yang disiapkan khusus, uang jajan dari akademi dan lain-lain,"


"Fasilitas seperti itu juga bisa didapatkan jika bergabung dengan dewan kesiswaan cuma berbedanya kami hanya tinggal di satu villa bersama-sama jadi lebih ramai dibandingkan siswa yang mendapat fasilitas khusus untuk siswa yang berprestasi,"


"Di akademi ini ada 3 orang siswa berprestasi termasuk dengan dirimu Gressa dan sisanya siswa dewan kesiswaan tinggal di satu villa bersama,"


"Selain itu kalian yang berprestasi bisa melewatkan beberapa mata pelajaran dan bisa dibimbing langsung oleh para guru,"


"Bahkan mungkin kalian tidak perlu datang ke akademi untuk belajar karena biasanya mereka yang didatangi oleh para guru-guru," ucap Dallen dengan tatapan iri


'Aku tidak menyangka kalau fasilitas yang dikatakan di dalam novel semewah itu,'


'Untung saja aku yang mendapatkannya,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan perasaan lega karena tidak menyia-nyiakan kesempatan


"Gressa, jika kamu tidak keberatan,"


"Tolong tampung perempuan kecil itu,"


"Karena dia adalah satu-satunya perempuan yang ada di asrama sisanya akan kami pilih dari para calon siswa yang hari ini bertahan hidup di dalam portal,"


"Mungkin ini akan memakan waktu beberapa minggu untuk memilihnya," ucap Jianying dengan tatapan serius


"Aku tidak masalah bahkan jika Charlotte ingin tinggal bersamaku di asrama,"


"Lagipula itu asrama yang luas," ucap Gressa sambil menganggukkan kepala


"Gressa, kamu memang orang yang baik hati," ucap Charlotte dengan tatapan lembut dan polos


'Seharusnya kita tidak meminta tolong kepada Gressa, karena aku yakin akan ada hal buruk terjadi setelah ini,' ucap mereka di dalam hati dengan serentak


Apakah yang mereka maksud dengan hal buruk? Apakah mereka bisa menjadi teman baik? Apakah yang akan terjadi selanjutnya kepada awal perjalanan sang antagonis?


Gressa's second life