
"Putriku ters-"
"Nona Saint, maafkan saya atas keributan yang diperbuat oleh kepala pendeta," ucap Chris yang langsung menutup mulut atasannya
"Ah aku tidak mempermasalahkannya tapi kenapa kalian berdua masih berada di akademi?"
"Bukankah tesnya telah selesai kemarin?" tanya Gressa dengan tatapan penasaran karena merasa aneh
"Itu karena masih ada urusan yang harus kami berdua selesaikan,"
"Tapi itu telah selesai jadi aku berpikir untuk kembali ke katedral," ucap Willian dengan senyuman tipis
"Jadi bagaimana hasilnya?" tanya William dengan tatapan penasaran dan khawatir
'Dia terlihat cemas dan khawatir, seperti orang tua sungguhan,'
'Padahal jelas-jelas hanya karena aku memiliki kekuatan yang di anugrahkan oleh dewa,'
'Seharusnya dia tidak perlu berlebihan seperti itu bukan?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan dingin
"Aku berhasil masuk ke akademi, terima kasih telah khawatir denganku," ucap Gressa dengan senyuman yang profesional
"Apa kamu menginginkan sesuatu Gressa karena keberhasilanmu masuk ke akademi? Aku akan mengabulkan apa pun itu," ucap Wiliam dengan senyuman lega
'Walaupun ada memangnya bisa seorang pendeta memenggal kepala seorang putra mahkota, dan sebelum memenggal kepala putra mahkota aku yakin kepalanya dulu yang akan menghilang,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan dingin
"Tidak, aku tidak menginginkan apa pun untuk saat ini,"
"Dan aku akan kembali ke mansion Elrick, terima kasih untuk hari ini,"
"Karena aku yakin kakak pasti sedang khawatir kepadaku," ucap Gressa sambil memberikan hormat kemudian pergi ke kereta kuda yang telah tiba menunggu Gressa
'Akhirnya aku bisa mengakhiri pembicaraan,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan perasaan lega
"Chris, apakah kamu merasakan perasaan keraguan, curiga, dan perasaan khawatir dari gadis kecil itu?"
"Aku merasa kalau dia selalu bersikap waspada kepada kita, seolah-olah kita hanya memperdulikan tentang kemampuan dan bakat yang dimilikinya bukan dirinya,"
"Memang dia tidak mengatakannya tapi setiap perbuatan yang dia lakukan mencerminkan hal tersebut,"
"Apalagi aku telah banyak bertemu orang berbagai sifat,"
"Bagaimana cara aku mendapatkan kepercayaan dari dirinya ya?" ucap William dengan tatapan kebingungan ke arah Chris
"Mungkin kalau anda ingin merubah kebiasaan buruk anda bercanda, dan bersikap seperti orang yang baru keluar kandang,"
"Anda bisa menjadi orang yang dipercaya oleh nona Saint," ucap Chris dengan tatapan dingin
'Aku tidak ingin lagi bertanya pendapat kepada dirinya karena aku tau jawaban dari dia tidak benar sejak dulu,'
'Kalau tidak menyangkut pekerjaan,' ucap William di dalam hatinya dengan perasaan tertusuk
"Baiklah, aku mengerti dengan jawaban darimu berarti kebalikannya,"
"Kalau begitu kita pulang ke katedral juga karena masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan," ucap William dengan mengangguk kemudian pergi
Di sisi lain suasana setelah gadis yang tidak disukai oleh laki-laki itu keluar, suasana menjadi dingin dan saling menekan...
"Berbicara serius seperti ini, artinya kamu tidak ingin membicarakan hal yang seumuran ya?"
"Baiklah, kalau begitu katakan dengan jelas kenapa kamu tidak menyukai Gressa? Jangan kira aku tidak mengetahui dari tatapan dingin itu dan juga katakan yang jelas masalah politik apa yang ingin kamu bawa ke dalam pembicaraan ini?" ucap Charlotte dengan tatapan dingin dan tajam ke arah Luke
"Baiklah, aku rasa tuan putri Esmeralda memang tidak bisa di ajak berbasa-basi dan hanya suka langsung ke point utama pembicaraan ya,"
"Tapi karena itu juga aku tidak perlu menghabiskan waktu untuk berbicara panjang di sini," ucap Luke dengan tatapan dingin dan kedua tangan yang terlipat
"Bahkan saya pastikan kalau tidak akan ada rumor buruk tentang diri anda setelah kontrak itu selesai," ucap Luke dengan tatapan dinginnya sambil tersenyum
"Tunggu, apa yang barusan aku dengar pertunangan kontrak?"
"Kamu adalah orang yang haus kekuasaan ya, sampai menggunakan putri dari keluarga kerajaan lain untuk memperkuat posisi takhta kerajaan yang sudah pasti akan kamu dapatkan nantinya," ucap Charlotte yang menghentikan ketukan jarinya di atas meja itu dengan tatapan terkejut dan kerutan kening yang tidak setuju
"Aku belum berbicara sampai selesai, tapi sepertinya anda tidak setuju dengan tawaran ini,"
"Semuanya tampak jelas terlihat dari wajah anda," ucap Luke dengan tatapan serius dan senyuman dingin
"Tentu saja, bagaimanapun juga aku tidak suka orang yang haus akan kekuasaan menggunakan orang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan,"
"Itu kekanak-kanakan,"
"Lebih baik kamu cari yang lain misalnya putri keluarga Duke? Atau putri ketiga kerajaan Lavina?" ucap Charlotte dengan seringaian yang licik
"Tidak, aku merasakan kalau hanya kamu orang yang tepat untuk posisi tunangan kontrak ini, jadi aku harap kamu memikirkannya sekali lagi,"
"Keuntungan dari kontrak ini tentu saja,"
"Uang? Perhiasan? Wilayah? Pertambangan? Kesatria elit? Hak istimewa? Villa? Atau Kehancuran kekaisaran negara musuhmu?"
"Akan aku kabul-"
"Waktu,"
"Jika kamu bisa mengembalikan waktu muda yang aku miliki maka aku dengan setuju dengan pertunangan kontrak ini,"
"Tapi harus kamu tau, kamu sendiri tidak bisa mengembalikan waktuku yang berharga bukan? Kebahagiaan di masa mudaku tidak bisa bukan di kembalikan?"
"Semua yang kamu katakan barusan tidak ada artinya dibandingkan dengan hal abadi yang aku inginkan,"
"Semua yang aku jalani saat ini adalah harta berharga untukku jadi aku tidak ingin menukarnya dengan yang kamu katakan barusan,"
"Aku harap kamu juga bijak karena aku yakin kita berdua adalah orang yang memiliki pikiran yang cerdas dalam berpolitik jadi pahami situasi ini,"
"Karena akan buruk untuk dirimu juga jika kita bekerja sama tanpa memang dari awal aku sendiri tidak menyukai dirimu," ucap Charlotte dengan tatapan dingin dan tatapan tajam
"Pembicaraan kita sudah selesai sekarang,"
"Dallen, jika kamu ingin tetap di luar maka sekalian saja kamu menjadi penjaga pintu," ucap Charlotte dengan tatapan dingin ke arah pintu
"Yah karena kalian berdua berbicara begitu menyeramkan memangnya aku bisa masuk ke dalam ruangan,"
"Apalagi yang kalian berdua bahas tidak sesuai dengan umur kalian sekarang," ucap Dallen sambil masuk ke dalam ruangan itu
"Kakak, ini sudah kedua kalinya kamu ditolak oleh para perempuan," ucap Dallen sambil tersenyum kecil
"Oh jadi kamu sebelumnya telah mengajukan kepada seseorang," ucap Charlotte sambil melipat kedua tangannya
"Kakak mengajukannya kepada putri keluarga Lavina tapi ditolak dengan dikirimkan kepala seorang pengantar pesan yang mengantar surat dan di surat itu tertulis,"
"Kalau kamu ingin mati seperti itu maka cobalah,"
"Oleh karena itu Kakak tidak berani lagi mengirimkan surat permohonan pertunangan ke sana," ucap Dallen sambil tersenyum
"Dallen, bisakah kamu tutup mulutmu itu?" ucap Luke dengan tatapan dingin yang langsung membuat Dallen terdiam di pojokan
"Kalau begitu bukankah kamu tinggal mengajukan pilihan terakhir kepada putri keluarga Duke?" ucap Charlotte sambil tersenyum kecil
Apakah yang membuat Luke di tolak dua kali? Apakah dia akan mengirimkan surat pertunangan kepada putri keluarga Duke? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Gressa's second life