Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 70 Tidak ada yang bisa aku harapkan



Seluruh ruangan tiba-tiba sunyi dan suram begitu mendengarkan pertanyaan Gressa, karena seperti menandakan kalau nama ibu suri adalah sebuah kutukan atau penderitaan untuk mereka yang berada di dalam ruangan itu.


"Gressa, aku tidak bisa mengatakannya tentang nenekku,"


"Tapi apakah kamu pernah membaca sebuah buku sejarah saat kita berada di akademi tentang kerajaan ini,"


"Ratu yang terkenal dengan kemampuan sihir penyembuh, kekuatan fisik dan etika bangsawan yang sangat sempurna,"


"Menjadi perempuan pertama yang memasuki medan perang di umur yang sangat muda, dan menjadi ratu yang sangat bijaksana hingga membuat seluruh rakyatnya, tidak perah melupakan namanya setiap dia melewati orang-orang," ucap Charlotte dengan tatapan suram


'Sepertinya aku pernah membacanya saat di akademi,'


'Ah..'


"Ratu Rosella de Esmeralda,"


"Ibu rakyat atau ratu penyayang," Gumam Gressa dengan tatapan terkejut


"Bukankah beliau orang yang sangat luar biasa?" tanya Gressa dengan tatapan berbinar-binar ketika mengetahuinya


"Gressa, apakah kamu tidak salah bicara?" tanya Addison dengan tatapan merinding diikuti dengan suasana yang aneh untuk mereka yang berada di sekitar Gressa


"Gressa, apakah kamu tidak ingin memikirkannya sekali lagi tentang nenekku?" ucap Charlotte dengan tatapan pasrah


"Eh? memangnya kenapa? Bukankah sang ratu terdahulu itu sangat keren?" ucap Gressa dengan kebingungan


"Sepertinya sudah lama tidak berkunjung ke sini, di sini semakin ramai ya?" ucap seorang wanita paruh baya yang masuk ke dalam ruangan dengan tatapan begitu elegan dan tegas


'Apakah orang yang masuk ini mantan ratu? Auranya begitu terasa dan walaupun sudah terlihat banyak rambut putih beliau masih terlihat muda dan begitu bersemangat,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan menyidik


"Nenek? Kenapa nenek ada di sini? Bahkan tidak mengirimkan surat ingin berkunjung,"


"Kalau aku taukan aku bisa menyambut nenek dengan penyambutan yang meriah dan luar biasa," ucap Charlotte dengan senyuman kaku dan perasaan merinding


"Charlotte, kamu tidak perlu beralasan atau berbasa-basi seperti ayahmu dan bangsawan lain,"


"Aku tau jika kamu tau aku datang pastinya kamu akan pergi ke entah kemana selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun seperti tahun lalu,"


"Bukankah kamu kembali ke akademi lebih awal dari seharusnya, jadi jangan pikir kali ini kamu akan kabur dari pelatihan,"


"Dan aku juga dengar putra mahkota kerajaan yang gagal menangani pemberontakan gagal dan lari ke sini?"


"Apa kamu tau negeri Esmeralda ini adalah negeri yang damai, Charlotte? Apa yang kamu pikirkan hingga kamu ingin mereka berada di kerajaan kita?"


"Yang ada perang akan terjadi kepada kedua negara dan kitalah yang akan lebih banyak rugi dibandingkan keuntungan yang belum tentu bisa kita dapatkan," ucap perempuan paruh baya itu dengan tatapan tajam ke arah Charlotte yang kemudian ke arah Luke, mungkin ini adalah alasan kenapa mereka menjadi ketakutan ketika mendengarkan nama sang ratu terdahulu atau ingin mengetahui tentang seperti apakah ratu terdahulu.


Terasa begitu tegas, tajam dan dingin tanpa memandang siapa dirimu. Yang dimatanya hanyalah untuk rakyatnya, memang terlihat menyeramkan dan kejam dari ucapannya namun semua yang dikatakan adalah kebenaran mengenai hal yang mungkin terjadi jika menampung seseorang yang tidak akan hubungan dengan kerajaan dan mungkin akan merugikan mereka.


"Saya mengerti terhadap masalah yang tidak ingin ambil resikonya dengan kerajaan kami, dan tenang saja kami juga akan segera pergi setelah dua hari berada di sini,"


"Dan saya juga hanya memiliki kepercayaan yang diberikan oleh orang-orang yang membantuku jadi setidaknya saya merasa harus yakin dengan kemenangan yang saya miliki,"


"Walaupun nyawa saya miliki inilah taruhannya," ucap Luke dengan tatapan percaya diri dan keyakinan tinggi


"Baguslah, kalau begitu..."


"Marlon, perintahkan semua pasukan wilayahmu dan pasukan Duke timur untuk ikut dalam perang kali ini, membantu mantan putra mahkota ini," ucap perempuan paruh baya itu dengan senyuman kepuasan atas jawaban yang diberikan oleh Luke dengan tatapan tanpa kebohongan sedikitpun untuk sang mantan ratu. Ucapan itu membuat semua orang terkejut, tentu saja sang ratu adalah ratu yang hebat dalam membuat para pewaris muda ingin menjadi seperti dirinya, bahkan walaupun ucapannya kasar itu berarti dia ingin melihat seperti apakah kemampuan yang dimiliki oleh orang-orang yang memiliki ambisi dan hal-hal bodoh.


"Baik yang mulia, akan saya segera saya siapkan," ucap Marlon yang kemudian menyudahi sarapan yang hanya tersentuh sedikit itu meninggalkan ruangan itu


"Nenek, apa nenek tidak merasa sakit?" tanya Charlotte dengan tatapan kebingungan


"Kenapa kamu bertanya yang tidak-tidak seperti itu?" ucap perempuan paruh baya itu dengan dahi terlipat dan bingung


"Bukankah nenek bilang barusan kalau mereka adalah orang-orang yang tidak menguntungkan? Kenapa nenek sekarang mengatakan untuk menyiapkan pasukan yang berarti kita akan ikut membantu?"


"Bukankah itu aneh? Nenek biasanya mengatakan tidak yang berarti tidak?" ucap Charlotte dengan kebingungan sambil menghempaskan tangannya ke atas meja dengan keras


"Charlotte, apakah kamu tau itu meja makan bukan meja untuk melampiaskan kemarahanmu dimana etika sopan santun itu?"


"Aku membantunya karena aku tidak melihat sedikitpun dimatanya kebohongan mengenai yang ingin di rebut olehnya kembali, ditambah lagi dia terlihat bukan orang yang berambisi dalam haus kekuasaan dan kekayaan jadi aku pikir dia bisa menjadi raja yang baik untuk rakyatnya,"


"Aku suka dengan hal yang dapat mengingatkanku kepada hal-hal yang membuatku muda,"


"Oleh karena itu aku memutuskan untuk turun tangan membantu, tenang saja raja pasti akan memberikan izin karena aku yang memintanya secara langsung,"


"Jangan kecewakan aku generasi muda," ucap perempuan paruh baya itu dengan senyuman tipis


Setelah itu mereka semua dilatih dengan sangat baik oleh sang ratu secara langsung selama dua hari berturut-turut. Baik dari ilmu berpedang sampai ilmu strategi untuk menyiapkan mereka dalam melakukan peperangan ini. Dan hari untuk mereka melakukan perebutan kembali akan tiba besok, menentukan seperti apa kemenangan yang akan mereka bawa.


"Nona, sepertinya latihan anda sangat menyenangkan,"


"Apakah semuanya berjalan lancar?" ucap Noella sambil menyisir rambut nonanya untuk persiapan tidur


"Humm.. semuanya berjalan lancar tidak ada yang perlu dikhawatirkan,"


"Noella, terima kasih karena selama ini telah membantuku dan selalu menemaniku,"


"Tidak ada yang bisa aku harapkan dalam mempercayai orang,"


"Aku takut jika setelah ini atau pada saat perang ini, kita tidak bisa berbicara berdua seperti sekarang,"


"Jadi aku akan berterima kasih saat ini kepadamu," ucap Gressa dengan senyuman yang lembut dan tatapan pahit


Kenapa Gressa berterima kasih? Apakah perang akan benar-benar terjadi? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life