Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 66 Apakah aku salah?



"Tentu saja ini adalah jalan-jalan yang menyenangkan,"


"Terim kasih telah mengajakku berjalan-jalan,' " ucap Gressa dengan senyuman lembut


"YANG MULIA!!" teriak seseorang yang berseragam lengkap dan berlari dari arah kejauhan mendatangi keduanya


"Ada apa?" tanya Luke dengan tatapan kebingungan


"ANDA HARUS BERSEMBUNYI ATAU MELARIKAN DIRI KE KERAJAAN LAIN,"


"SITUASI SEKARANG SANGAT TIDAK AMAN DAN JUGA ANDA SEKARANG ADALAH INCARAN MEREKA," teriak laki-laki berseragam lengkap itu mencengkam pakaian sang putra mahkota kerajaan itu


"Wah... wah..."


"Sepertinya tidak perlu mencarinya sampai ke seluruh negeri ya, dan Gressa sudah lama kita tidak bertemu,"


"Setelah ini selesai, aku akan merencanakan pernikahan kita," ucap seorang laki-laki yang berjalan mendekat ke arah mereka dengan puluhan kesatria, mereka yang menyadari ada yang aneh memutuskan untuk waspada


"Lucius, kenapa kamu membawa seluruh pasukan ke sini?" tanya Luke dengan tatapan dingin dan tajam


"Menurutmu untuk apa?"


"Aku rasa kamu tau jawabannya tanpa harus aku katakan, sang raja telah mangkat dan posisi takhta kosong harusnya di isi oleh putra mahkota kerajaan tapi, aku telah memiliki stempel kerajaan yang otomatis posisi takhta menjadi milikku dan tentu saja,"


"Artinya putra mahkota tidak dibutuhkan lagi atau bisa di bilang sudah waktunya kamu mati Luke," ucap Lucius dengan tatapan tajam dan aura membunuh ke arah Luke


"Walaupun kamu adalah raja, tidak bisa seenaknya kamu bermain dengan nyawa seseorang seperti itu,"


"seorang raja haruslah bijaksana dalam mengambil keputusan bukan bijak dalam membuat kehancuran dalam negeri," ucap Gressa dengan tatapan dingin dan tidak terima kepada Lucius


"Gressa, kamu kenapa membela dirinya? Aku sangat yakin kamu pasti di butakan oleh laki-laki bukan? Kamu harus tau Gressa dia bukan laki-laki yang baik,"


"Orang tuanya telah membunuh orang tuaku jadi tentu saja dia pasti akan merebut segalanya milikku,"


"Termasuk dirimu," ucap Lucius dengan seringaian gila karena tidak puas dengan jawaban Gressa


"Kamu gila dan aku bukan benda yang bisa dimiliki, pilihanku sendiri yang memilih ingin menjadi dan suka dengan siapa saja bahkan jika aku dimanfaatkan aku tidak masalah karena dia memberikan jaminan yang sangat besar untukku," ucap Gressa dengan dingin


"Baiklah, kalau itu yang ingin kamu katakan,"


"Pasukan tangkap mantan putra mahkota itu dan putri keluarga Baron Elrick,"


"Bawa mantan putra mahkota itu ke penjara untuk di eksekusi sedangkan putri keluarga Baron ke kamar ratu kerajaan,"


"Karena dia akan menjadi ratu kalian," ucap Lucius dengan dingin sambil melipat kedua tangannya


"Splash.."


"AKHH..."


"Aku terlambat atau baru dimulai acaranya?" ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba muncul di dahan pohon sambil memainkan panahnya


"Dallen, kenapa kamu ada di sini? Kenapa kamu tidak lari kalau kamu selamat?" tanya Luke dengan tatapan khawatir


"Aku tadi ditangkap kok, malahan tadi dijebloskan ke penjara yang dingin tetapi aku adalah pangeran kedua,"


"Maka aku telah pernah mengalami hal yang seperti diculik atau di kurung di tempat seperti penjara itu jadi tentu saja sangat mudah untukku melarikan diri dibandingkan dengan itu,"


"Lucius, pesan dariku,"


"Obsesimu dan kegelapan yang dalam akan membuat dirimu lupa," ucap Dallen yang melompat ke arah depan para kesatria yang terhenti untuk menangkap Gressa dan Luke kemudian menjentikkan jarinya


"Aku lupa kalau kamu adalah seorang penetral, kalau begitu kami pergi dengan cara ini," ucapnya lagi sambil menjentikkan jarinya yang kemudian membuat ketiga orang itu menghilang meninggalkan Lucius yang telah bersiap untuk menangkap mereka


"Kita telah sampai di tempat tujuan kita," ucap Dallen sambil tersenyum menoleh ke arah kedua orang itu


Ruangan yang begitu besar dan mewah seperti istana kerajaan namun mereka tidak berada kerajaan tempat asal mereka melainkan mereka berada di sebuah istana milik seorang putri.


"Gressa, sudah lama tidak bertemu dengan dirimu,"


"Akhirnya kita bisa bertemu," ucap seorang perempuan sambil berlari ke arah gadis itu


"Charlotte," panggil Gressa yang terkejut


"Selamat datang di kekaisaran Esmeralda, dan aku adalah pewaris takhta kerajaan ini jadi tidak perlu khawatirkan apa pun,"


"Terutama kepada Lucius, dia tidak akan berani ke sini, karena pengamanan di sini sangatlah ketat,"


"Soal keluargamu Gressa, aku sudah mengungsikan ke kerajaan ini Gressa jadi kamu tidak perlu khawatirkan apapun,"


"Kepala akademi dan katedral juga ada di sini, karena mereka berdua adalah salah satu pilar bangsawan dan merupakan tetua dalam penyetujuan raja baru tapi karena mereka tidak ada di kerajaan Richardson maka mereka tidak akan bisa membuat Lucius sebagai raja kerajaan," ucap Charlotte dengan tatapan serius


"Kamu tau dari mana kalau kepala akademi dan kepala katedral adalah salah satu tetua dalam penyetujuan raja baru?" tanya Luke dengan tatapan dingin


"Karena kepala katedral adalah adik raja yang mengundurkan diri dari takhta dan pergi ke katedral namun dia belum melepas status pangeran kerajaan dan kepala akademi adalah pamanku yang mencintai gadis di kerajaan itu,"


"Dia cukup gila sampai meminta raja Esmeralda untuk memindahkannya sebagai bangsawan Richardson, ketika dia berhasil mendapatkannya dia memutuskan untuk menjalankan perannya sebagai seorang menteri yang baik hingga dia menjadi seorang tetua termuda dalam penyetujuan raja baru,"


"Kemudian tidak lama dari itu gadis yang dicintainya telah menghilang atau wafat tidak ada yang mengetahuinya,"


"Dia memutuskan untuk mendirikan akademi dan menutupi statusnya sebagai bangsawan,"


"Demi mencari kebenaran atas gadis yang dicintainya," jelas Charlotte sambil memandu para tamunya namun tiba-tiba suara tidak asing datang menghampiri mereka


"KYAAA..."


"PUTRIKU TERSAYANG, AKHIRNYA AKU BISA MELIHAT DIRIMU,"


"APAKAH KAMU BAIK-BAIK SAJA? APAKAH ADA YANG LECET ATAU TERLUKA?"


"Yang mulia, bisakah anda menggunakan sopan santun anda di negeri orang," ucap orang yang berada di sebelahnya dengan tatapan sinis


"Chris, kan sudah aku bilang jangan panggil dengan nama itu,"


"Aku lebih baik di panggil kepala pendeta dibandingkan dengan yang mulia," ucap laki-laki yang berteriak itu dengan tatapan lelah


"Aku baik-baik saja, ayah,"


"Chris memanggil ayah yang mulia apakah dia artinya seorang pelayan pribadi?" ucap Gressa dengan datar


"Kenapa anda menganggapnya seperti itu? Apakah saya terlihat seperti itu?" tanya Chris dengan tatapan terkejut


"Yah itu hanya pendapatku karena aku selalu melihat Chris menasehati ayah dimana-mana bahkan selalu menemaninya di saat tidak di katedral seperti sekarang, seolah-olah seorang pelayan yang sangat setia dengan tuannya,"


"Dan juga tangan anda memiliki banyak bekas menggunakan pedang,"


"Apakah aku salah?" ucap Gressa dengan tatapan menyidik dari atas ke bawah


Apakah jawaban Gressa benar? Apakah mereka bisa membuat Lucius jatuh? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life