Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 57 Kita ketemu lagi



Sebuah ruangan besar dan terlihat gelap adalah hal pertama yang di lihat oleh seorang gadis yang terikat di sebuah kursi dengan borgol besi...


'Walaupun ruangannya sedikit gelap tapi ini terlihat sebuah ruangan yang sangat besar,'


'Dan juga aku rasa ruangan besar ini adalah salah satu ruangan dari sebuah mansion,'


'Tapi siapa yang melakukan penculikan ini? Aku hanya bisa mengira-ngira kalau orang yang menculik aku tidak mungkin satu orang dan juga dia bukan orang yang bisa di sepelekan karena dia memborgol kaki dan tanganku hingga aku tidak bisa bergerak,'


'Teriak-teriak adalah hal yang percuma dari sini,'


'Jadi intinya sekarang aku harus mengamati situasi sampai pelakunya datang,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil memandangi seluruh ruangan tempat dia di ikat itu


"Wah... wah..."


"Kamu sudah bangun ya nona kecil?" ucap seorang laki-laki yang melangkah masuk ke dalam ruangan itu dengan tatapan merendahkan


"Siapa kalian? Dan apa tujuan kalian menangkap aku?" tanya Gressa dengan tatapan tajam dan waspada


"Siapa kami itu tidak penting, tentu saja yang menginginkan dirimu adalah tuan kami,"


"Dia meminta kami untuk menangkapmu, karena dia sangat tertarik denganmu," ucap laki-laki itu sambil menarik rambut Gressa dengan tatapan merendahkan


'Tertarik? Memangnya aku sebuah barang?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan tajam ke arah laki-laki itu


"Dimana gadis itu?" ucap suara yang tidak asing


'Suara ini? Mungkinkah laki-laki brengs*k itu?'


'Aku tidak menyangka kalau aku yang akan terlibat,'


'Sekarang aku harus berpikir keras bagaimana caranya aku kabur dari sini,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan menggigit bibirnya


"Ada di dalam tuan, dan tenang saja tuan ini sangat aman karena dia di borgol," ucap seorang laki-laki yang berada tidak jauh dari pintu depan itu


"Gadis jal*ng, kita ketemu lagi dan hari ini kita bertemu dengan cara yang berbeda,"


"Tentu saja kali ini kamu tidak akan bisa bersikap seolah-olah kamu hebat kali ini karena sekarang nyawa milikmu ada di genggamanku,"


"Jadi akan aku berikan dua pilihan kepada dirimu, jadi istriku dengan sukarela atau di kurung dalam sangkar jadi burungku yang manis," ucap laki-laki itu dengan seringaian dan tatapan merendahkan


"Hah? jadi istrimu atau jadi burung milikmu?"


"Lebih baik aku mati daripada aku bersama orang seperti dirimu, orang yang tidak bisa memahami perasaan manusia," ucap Gressa dengan lantang dan tatapan menjijikkan ke arah laki-laki itu


"Kamu bilang apa barusan? Mati?" ucap laki-laki itu dengan dingin dan tajam


"Sepertinya kamu tidak tau, aku Herry Vandiar, berasal dari keluarga Duke, semua perempuan tunduk ketika aku mau tapi orang sepertimu malah menolakku?"


"Menurutmu aku tidak akan bisa membuat dirimu berada di bawah kakiku dan memohon?" ucap Herry dengan lantang dan menampar pipi Gressa dengan kencang


"BERMIMPILAH TERUS DALAM MIMPI DIRIMU," teriak Gressa dengan tatapan yang dingin


"KAMU..." teriak Herry dengan geram sambil mengangkat tangannya bersiap menampar Gressa namun


"Tuan, kita harus segera pergi karena semua siswa akademi di minta untuk berkumpul di aula,"


"Kalau anda tidak datang mungkin nantinya, anda akan diberikan hukuman," ucap salah seorang laki-laki paruh baya menyampaikan sebuah pesan kepada tuannya


"Baiklah, aku akan pergi,"


"Kamu beruntung untuk sesaat tapi nanti aku akan membuat dirimu lelah dan berlutut di bawah kakiku memohon," ucap Herry sambil menatap Gressa dengan tatapan yang obsesi


'Aku rasa kepala akademi akan curiga jika aku tidak datang, sudah aku duga gerakan yang dilakukan sangat cepat dalam mengambil tindakan,'


Disisi lain akademi...


"Periksa di setiap sudut akademi, apakah semua siswa-siswi telah berkumpul di aula," ucap Cale dengan tatapan dingin


'Kalau masalah hilangnya putri keluarga Baron Elrick terdengar sampai telinga Baron muda,'


'Maka mungkin kekaisaran Lavina ini bisa runtuh dalam satu hari, tapi aku merasa kalau orang yang menculiknya merupakan siswa-siswi akademi yang tidak senang dengan kemampuan Gressa,' ucap Cale di dalam hatinya sambil menatap setiap murid yang ada di ruangan aula dengan menyidik


"Dimana Tuan Luke Carolyn Elmaric?" tanya Cale sambil menatap para dewan kesiswaan kedua akademi itu


"Karena dia seorang putra mahkota, maka dia akan di amankan di sebuah ruangan,"


"Sebagai bentuk persiapan perlindungan karena salah satu siswi telah menghilang dalam perjalanan ini,"


"Itulah yang mereka katakan jadi kami tidak bisa memaksa dia untuk ikut baris di aula ini," ucap Jianying dengan tatapan dingin


"Tapi ini heran kenapa dia tidak menculik laki-laki dengan makhota itu? Daripada menculik seorang gadis yang tidak tau apa-apa," Gumam Charlotte dengan kesal dan khawatir


"Zeit, kamu perintahkan organisasi NHBNTA untuk mencarinya,"


"Karena setiap waktunya berharga," bisik Leviathan ke arah saudaranya


"Baiklah," ucap Zeit dengan anggukan pelan kemudian meninggalkan ruangan aula


"Versammeln," ucap Zeit yang memasuki sebuah taman akademi yang sepi sambil mengetuk-ngetuk tongkatnya ke tanah


"Kami menghadap tuan muda Zeit," ucap semua orang bertudung hitam berkumpul di taman sepi itu


"Ada pekerjaan untuk kalian,"


"Tugas kalian menyelamatkan seorang gadis yang berasal dari akademi Richardson dan merupakan seorang putri keluarga Baron Elrick," ucap Zeit dengan tatapan dingin


"Baron Elrick yang pernah kamu minta selidiki dan juga dia orang yang mencari tau terkait organisasi kita?"


"Memangnya dia punya putri? Bukankah dia belum menikah?" tanya seorang perempuan bertudung dengan tatapan kebingungan


"Jangan banyak melontarkan pertanyaan, jika kamu tidak ingin ingin mati,"


"Aku tidak akan menolong dirimu," ucap seorang laki-laki yang berada di sebelah perempuan itu dengan tatapan kesal


"Intinya dia adalah orang yang harus kalian cari sekarang,"


"Jika tidak mungkin saja keluarga Elrick bisa memusnahkan satu akademi ini, aku tidak ingin itu terjadi,"


"Mengingat dia memiliki kekuatan aura yang setara dengan kakakku saat berpedang," ucap Zeit dengan tatapan dingin ke seluruh bawahannya


Istana kekaisaran Lavina


"Jadi yang mulia raja, ada apa sampai mendesak aku datang ke sini? Jika hanya untuk menyelidiki kematian yang terjadi di kalangan bangsawan maka ini adalah hasil penyelidikan yang aku lakukan,"


"Kalau tidak ada hal lain saya undur diri dulu yang mulia," ucap Addison dengan tatapan dingin sambil menyerahkan dokumen penyelidikan ke arah seorang pelayan kemudian membalikkan badannya untuk pergi meninggalkan laki-laki yang duduk di atas kursi besar itu


"Baron Elrick, tunggu sebentar,"


"Ada yang ingin aku bicarakan mengenai adik perempuanmu," ucap raja dengan tatapan tajam ke arah punggung Addison membuat dirinya berhenti melangkah


Apakah yang akan dibicarakan oleh raja? Apakah Gressa bisa selamat? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life