Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 39 aku tidak pernah melihat luasnya dunia



"Eh? Luci, cepat sekali kamu kembali," ucap Gressa dengan tatapan terkejut


"Memangnya tidak boleh aku bertemu denganmu lebih cepat? Aku jadi sedikit sedih mendengarnya," ucap Luci dengan muka yang cemberut


"Tidak-tidak, aku tidak bermaksud seperti itu,"


"Hanya saja aku pikir menyelesaikan pekerjaan di pusat Bukankah lebih penting dibandingkan bertemu denganku dulu,"


"Karena itu mungkin saja masalah yang serius, sedangkan aku hanya datang dan membahas bisnis,"


"Tapi jika kamu sibuk mungkin saja bisa kita bahas lain kali," ucap Gressa dengan tatapan serius


"Urusanku sudah selesai, tidak ada yang penting hanya saja rapat menggenangi perkembangan perdagangan di timur saja,"


"Karena hanya itu aku memutuskan untuk berbicara dengan partner bisnisku," ucap Luci dengan tatapan


"Terima kasih telah meluangkan waktunya," ucap Gressa dengan senyuman lembutnya


"Jadi aku pikir untuk membuat bisnis ketiga setelah dua bisnis yang aku jalankan,"


"Awalnya aku pikir aku ingin membuat toko perhiasan tapi ini mungkin tidak ada membawa banyak keuntungan dibandingkan dua bisnis sebelumnya,"


"Melihat kekayaan para penduduk biasa yang tidak mungkin mampu membeli satu perhiasan jadi aku berpikir lagi,"


"Bukankah lebih baik mendirikan sebuah tempat hiburan?"


"Tapi kekurangannya aku rasa para bangsawan mana mau datang bersamaan dengan rakyat biasa,"


"Aku jadi belum memiliki pemikiran lagi," ucap Gressa dengan kepala tertunduk lelah


"Kenapa terburu-buru seperti itu?"


"Aku tau kamu sangat ingin membuat bisnis berkembang ke sana kemari tapi Gressa dalam dunia perdagangan, semuanya tidak semudah itu,"


"Kamu harus bersabar untuk mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan,"


"Walaupun berjalan lambat tapi percayalah itu akan membawa keuntungan,"


"Menurutku rencana yang kamu katakan barusan itu, sangat menarik bahkan walaupun ada kekurangan masing-masing dari setiap bisnis yang di lakukan," ucap Luci dengan senyuman lembut


"Oleh karena itu aku ingin meminta pendapatmu kira-kira nantinya bisnis seperti apa yang akan berkembang,"


"Karena aku tidak pernah melihat luasnya dunia,"


"Jadi aku pikir jika aku bertanya kepadamu mungkin, aku bisa memintamu untuk membicarakan kontrak ini," ucap Gressa dengan senyuman pahit


'Apa yang dipikirkannya adalah hanya uang?'


'Tapi itu yang membuat dirinya begitu bersemangat,'


'Lebih baik aku biarkan saja apa yang diinginkan olehnya,'


'Dan juga dia sudah terlihat orang yang sedikit hidup dibandingkan di saat aku bertemu dengan dirinya,'


'Aku menjadi sangat ingin melindungi senyuman yang sederhana itu,' ucap Luci di dalam hati dengan perasaan sedikit tertusuk memandang Gressa yang bersemangat


"Luci? Apakah kamu mendengarkan yang aku bicarakan?" ucap Gressa dengan tatapan kesal


"Tentu saja aku mendengarkannya,"


"Kamu ingin tau apa yang berkembang di masa yang akan datang kan?" ucap Luci dengan tatapan yang lembut


"Memang benar aku bertanya itu tapi, apa memang cuma itu yang kamu ingat?" ucap Gressa dengan tatapan tajam dan kesal


"Ahahah..." tawa Luci dengan kaku


"Kamu tidak mendengarkan aku,"


"Sia-sia saja aku bercerita," ucap Gressa dengan tatapan kesal sambil mengepalkan tangannya


"Aku tadi hanya sedang berpikir, bagaimana bisa gadis yang dulunya takut dan hampir terancam nyawanya bisa berani kepadaku seperti sekarang?"


"Dan aku juga berpikir, waktu pertemuan kita mungkin sangat istimewa," ucap Luci dengan senyuman tipis


"Memang sepertinya benar,"


"Apa kamu tau? Kamu sangat mirip dengan seorang yang aku kenal di akademi,"


"Tapi aku tidak yakin dia benar-benar mirip denganmu dari wajah sampai perilaku yang lembut itu,"


"Walaupun begitu orang mengatakan kalau kita mungkin memiliki muka yang mirip di dunia ini dengan orang lain,"


"Jadi aku pikir itu mungkin saja terjadi," ucap Gressa dengan anggukan pelan sedangkan Luci yang dari tadi mendengarkan pembicaraan dengan perasaan yang deg-degan dan keringat dingin menjadi lega setelah mendengarkan ucapan terakhir yang dikatakan oleh Gressa


"Kamu kenapa terlihat seperti orang yang gemetaran begitu? Apa kamu sakit Luci?" tanya Gressa dengan tatapan kebingungan


"Tidak, hanya saja aku merasa sedikit lelah karena melakukan sihir teleportasi dua kali dari kota tersebut, ditambah lagi di kota ini tidak di izinkan teleportasi tanpa izin yang tertulis oleh karena itu aku teleportasi ke luar gerbang kota dan harus berjalan ke sini," ucap Luci dengan senyuman tipis


'Perempuan ini memang berbahaya kalau terlalu berlebihan dengan identitas ini, tapi juga seperti harta jika di dekatkan,'


'Seperti kotak Pandora yang tidak boleh dibuka,' ucap Luci di dalam hatinya dengan perasaan lega


"Jadi, Luci apa yang menurutmu berkembang di masa depan?" tanya Gressa yang mengembalikan topik pembicaraan mereka di awal


"Ah itu... menurutku pariwisata nantinya akan menguntungkan mengingat banyak pantai yang indah dan tempat wisata yang belum pernah banyak dikunjungi,"


"Pemerintah kekaisaran ini juga sudah memutuskan untuk mengembangkan bidang itu dengan memberikan edukasi kepada para masyarakat kelas bawah untuk bisa membuat perdagangan yang menguntungkan dengan memanfaatkan pariwisata ini,"


"Dan sampai saat ini sekitar 37% semuanya telah berjalan kedepannya akan lebih baik dari ini," ucap Luci dengan tatapan serius


"Begitu ya,"


"Bagaimana kalau kita buat penginapan? Tapi penginapan ini kita buat dengan pelayanan yang berbeda daripada penginapan lainnya?" ucap Gressa sambil menatap cangkir teh itu


"Penginapan yang berbeda pelayannya? Seperti apa maksudmu?" tanya Luci dengan tatapan kebingungan


'Gadis ini selalu membuat banyak hal yang aneh dan unik,'


'Tapi beginilah cara berbicaranya,' ucap Luci di dalam hatinya dengan kebingungan


"Itu benar pelayanan yang berbeda, jika pelayanan di penginapan di kota ini hanya ada resepsionis yang melayani admistrasi,"


"Maka kita buat fasilitas yang lebih untuk pelayanan itu," ucap Gressa dengan tatapan berbinar-binar


'Aku pernah melihatnya dan membaca di novel-novel kalau penginapan di barat tidak semewah dan sebanyak sekarang pelayannya,'


'Jadi mungkin saja ini akan mendapatkan banyak pengunjung dari luar negara ini,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan begitu bersemangat


"Gressa, sebelum kamu melanjutkan pembicaraan mengenai fasilitas itu,"


"Aku ingin tau kamu tau darimana kalau penginapan adalah tempat seperti itu? Bukankah kamu tidak pernah ke luar?" tanya Luci dengan tatapan kebingungan


"Ah itu..."


"Aku membacanya dari buku-buku kalau penginapan hanya seperti itu,"


"Tapi apa yang aku katakan barusan salah?" ucap Gressa dengan senyuman kaku


"Tidak, yang kamu katakan memang tidak ada yang salah tapi kurang tepat,"


"Lebih tepatnya di penginapan sekarang mereka bukan hanya sekedar penginapan tapi juga restoran atau bar kecil,"


"Jadi mereka bisa meraup keuntungan dua kali lipat dari kedua bisnis yang di jalankan sekaligus,"


"Ditambah lagi mereka juga memiliki bagian keamanan,"


"Walaupun tidak seketat penjagaan kota dan juga tidak sehebat dengan para kesatria yang ada di kota,"


"Tapi cukup untuk membuat orang-orang mabuk pergi dari wilayah penginapan," ucap Luci dengan kedua tangan yang terlipat


"Aku mengerti, mereka tidak memiliki fasilitas seperti pengantaran barang ke ruangan atau fasilitas pelayanan seperti sarapan yang digratiskan atau pelayanan mandi atau berdandan dibantu oleh para pelayan bukan?" tanya Gressa dengan tatapan serius


"Jangan bilang yang kamu rencakan itu adalah hal seperti itu?"


Apakah yang diinginkan oleh Gressa? Seperti apakah penginapan yang ingin di buat? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life