Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 40 Kami telah berteman bertahun-tahun



Pembicaraan yang dilakukan kedua orang itu masih berlanjut hingga matahari kembali ke kegelapan...


"Jadi kamu setuju denganku bukan?" Tanya Gressa dengan tatapan bersemangat


"Hummm..."


"Nanti akan aku pikirkan lagi, karena bagaimanapun ini adalah penginapan yang membutuhkan banyak tenaga kerja dan juga bangunan yang besar,"


"Tapi aku pastikan nantinya ini akan menjadi pembicaraan yang tidak buntu," ucap Luci dengan senyuman tipis


"Terima kasih Luci," ucap Gressa dengan senyuman lembut


"Sekarang sudah sore mau aku antarkan pulang ke asrama akademi?" tanya Luci dengan senyuman tipis


"Humm..."


"Terima kasih telah telah menawarkannya,"


"Tapi..."


"Tidak perlu karena kamu bukan siswa akademi,"


"Aku pulang dulu," ucap Gressa dengan hormat kemudian pergi meninggalkan ruangan


'Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya,'


'Tapi menyenangkan jika bisa menghabiskan waktu bersamanya,' ucap Luci dengan senyuman pahit


"Kring..." suara pintu terbuka


"Aku tidak menyangka kalau bisa berbicara dengan menyenangkan dengan Luci,"


"Apalagi membicarakan tentang uang," Gumam Gressa sambil berjalan-jalan di tengah-tengah hiruk-pikuknya alun-alun kota


"Gressa!!" teriak seseorang perempuan dari kejauhan


"Dia sepertinya tidak akan mendengarkan dirimu,"


"Bagaimanapun juga kamu bukankah terlalu berlebihan berteriak di tengah kota seperti itu,"


"Semua orang sekarang memperhatikan tingkah lakumu,"


"Aku malu kalau keluar denganmu ke berbagai tempat karena kelakuan kamu ini," ucap laki-laki yang ada di sampingnya dengan tatapan dingin


"Diam kamu,"


"Yang menggunakan dua identitas untuk berhubungan dengan Gressa,"


"Sangat-sangat tidak berani sekali," ucap perempuan itu dengan tatapan dingin


"Bisakah kamu menutup mulutmu Alesya? Atau aku laporkan kepada akademi di kerajaan Lavina kalau kamu tidak menjalankan permintaan yang diminta,"


"Sebagai siswa pertukaran di tahun pertama," ucap laki-laki yang berada di sampingnya dengan tatapan dingin membalikkan ucapan perempuan itu


"Hah..."


"Kamu curang membawa-bawa nama akademi ke sini,"


"Ayah dan ibuku bahkan tidak masalah dengan masalah ini, tapi kamu malah bersikap lebih ketat dari mereka,"


"Aku jadi sedikit curiga kepadamu, kalau kamu adalah anjing dari keluargaku dibandingkan kerabat jauh dari keluargaku,"


"Karena orang tuaku tidak pernah memberikan aku banyak nasehat setiap kali pergi kemanapun tapi selalu memarahiku setiap aku pulang dari tempat yang aku buat kekacauan," ucap Alesya dengan tatapan curiga


"Bukankah itu karena ibumu meminta seorang pengawal untuk mengawasi tingkah lakumu di pesta?" ucap laki-laki di sampingnya dengan tatapan datar


"Humm..."


"Aku akan mengawasi dirimu kalau kamu melaporkannya," ucap Alesya dengan tatapan tajam dan kedua tangan terlipat


"Karena Gressa tidak mendengarkan panggilanku,"


"Aku rasa tidak masalah karena besok juga bertemu di akademi," ucap Alesya dengan pemikiran yang positif


"Alesya, menurutmu masalah perjalanan ke luar kota yang diadakan di akademi, apakah tujuannya sudah ditentukan?"


"Jika belum, bisakah kamu membuat tujuannya ke kerajaan Lavina?" ucap laki-laki itu sambil menatap Gressa dari kejauhan


'Eh?'


"Apa kamu sakit Lucius? Kamu sejak kita kecil bukannya kamu adalah orang yang peduli terhadap tujuan dan perjalanan?"


"Apakah artinya akan ada perang antara timur tengah dan timur?" ucap Alesya dengan tatapan terkejut dan merinding


"Jangan mengatakan yang tidak-tidak,"


"Kalau benar-benar terjadi, kamu yang harus turun ke medan perang dunia karena kamu termasuk anggota kegelapan kerajaan,"


'Laki-laki ini hanya bisa berbicara manis kepada semua perempuan kecuali kepadaku, sejak masih kecil aku curiga kalau dia adalah dua kepribadian,'


'Ditambah lagi dia selalu bersikap tidak sopan kepadaku,'


'Aku penasaran dimasa lalu, apakah aku pernah berbuat kesalahan kepadanya?' ucap Alesya di dalam hatinya dengan tatapan pasrah


"Kenapa kamu terlihat seperti orang mati? Padahal kamu tadi seperti orang yang tidak akan kehabisan tenaga?"


"Kamu ingin berulah apa lagi?" ucap Lucius dengan tatapan tajam


"Hah..."


"Kenapa aku Dimata dirimu selalu seperti itu?" ucap Alesya dengan tatapan cemberut


"Karena sejak dulu kamu selalu seperti itu,"


"Mengganggu orang, membuat kekacauan dan mengatakan tidak tau alasan dari kesalahan yang kamu lakukan,"


"Kamu selalu bersikap kekanak-kanakan Alesya,"


"Kita sudah menjadi remaja, jadi tolong bersikap sedikit dewasa," ucap Lucius dengan tatapan dingin


"Ah..."


"Jadi di matamu aku adalah beban? Jadi maksud darimu aku adalah perempuan yang menyusahkan? Apa itu yang selama ini ingin kamu katakan?"


"Kamu selalu bersikap lembut kepada semua perempuan tapi tidak denganku seolah-olah aku selalu berbuat kesalahan dan membuat dirimu jengkel,"


"Sudahlah, aku lelah..."


"Jangan bicara kepadaku lagi mulai dari sekarang,"


"Kita tidak memiliki hubungan apapun," ucap Alesya dengan tatapan benci dan menggigit bibirnya dengan penuh amarah


"Ales-" belum selesai panggilan itu selesai gadis itu kemudian pergi dengan sihir teleportasinya


"Aku tidak mengerti,"


"Kami telah berteman bertahun-tahun, aku juga bersikap seperti biasanya tapi dia tiba-tiba mengatakan hal semacam itu,"


"Sudahlah, besok juga palingan dia kembali ke akademi dan bersikap biasanya," ucap Lucius dengan tatapan dingin sambil berjalan ke asrama


Malam hari terlewat hari baru tiba, hari ini semua siswa mendapatkan pelajaran di luar kelas. Jadi setiap kelas pasti bertemu dengan siswa lainnya...


"Charlotte, apakah kamu melihat Alesya?" tanya Lucius yang dari tadi pagi tidak melihat gadis itu


"Ah Alesya?"


"Tadi ada guru yang mengatakan kalau dia akan di pindahkan kembali ke akademi Lavina karena pertukaran pelajar hanya satu minggu saja,"


"Tapi setahuku tidak ada yang namanya pertukaran pelajar satu minggu dan kenapa kamu menanyakan kepadaku? Bukankah kamu yang paling dekat dengan Alesya?"


"Kalian tidak mungkin bertengkar bukan?" ucap Charlotte dengan tatapan curiga


"Jawabannya adalah iya," ucap Lucius dengan tatapan datar


"Ini sedikit mengejutkan tapi tidak masalah,"


"Apakah aku boleh ikut bergabung?" tanya seorang perempuan yang datang ke arah mereka


"Gressa, bukankah kamu diberikan istirahat selama 3 hari? Kenapa kamu sudah masuk hari ini?" tanya Charlotte dengan tatapan kebingungan


"Karena mendadak saja, aku diminta untuk ikut kelas terbuka ini,"


"Tanpa alasan yang jelas, aku sempat berpikir diberikan istirahat adalah hal yang baik ternyata aku hari dipanggil untuk ikut kelas," ucap Gressa dengan tatapan datar


"Lucius, kamu terlihat lelah, apakah terjadi sesuatu? Dimana Alesya? aku tidak melihatnya,"


"Bukankah dia sekelas denganmu Charlotte?" ucap Gressa dengan tatapan kebingungan


"Ah itu, dia telah selesai dalam proses pertukaran pelajar dia kembali ke akademi kerajaan sebelah,"


"Dan juga tujuan belajar di luar kelas hari ini tujuannya untuk memberikan sosialisasi mengenai kunjungan kita ke kerajaan dan akademi di sebelah,"


"Oleh karena itu aku rasa Alesya telah menyelesaikan pembelajarannya di akademi," ucap Charlotte dengan menatap Lucius


"Aku tidak apa-apa, tidak perlu mengkhawatirkan aku Gressa," ucap Lucius dengan senyuman lembut sambil mengelus kepala Gressa


'Walaupun begitu entah kenapa aku merasa ada yang mereka berdua sembunyikan?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan curiga


Apakah pertengkaran itu akan menjadi kembali damai? Apakah pertemanan itu hanya akan berakhir di sana? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life