Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 20 aku tidak di haruskan



Setelah mendengarkan ucapan dari perempuan itu Gressa tanpa pikir panjang langsung membanting mereka, tidak lama kemudian ada seorang siswa yang lewat melihat ketiga gadis yang dikalahkan oleh Gressa langsung membantu gadis itu untuk dibawa ke ruangan perawatan.


"Sekarang kamu tidak akan di ganggu lagi mereka dan jika mereka masih memiliki nyali untuk mengganggu dirimu maka beri tau aku maka aku akan menolong dirimu," ucap Gressa sambil tersenyum ke gadis yang terduduk kagum menatapnya


"Terima kasih telah ingin membantuku,"


"Padahal dari tadi ada orang yang lewat, tapi tidak satupun orang yang mau membantuku,"


"Sekali lagi terima kasih," ucap gadis itu dengan senyuman yang lembut


'Aku sudah menduga kalau dia adalah perempuan yang lembut dan baik hati,' ucap Gressa


"Ah... sama-sama,"


"Aku membantu karena aku merasa tidak tega jika aku berada di posisi yang sama seperti dirimu,"


"Aku punya sedikit obat-obatan yang selalu aku bawa,"


"Aku harap ini bisa membantu dirimu," ucap Gressa sambil menyerahkan sebotol obat ke perempuan yang duduk itu


"Aku pergi dulu karena mungkin aku akan dicari kalau tidak pulang sekarang ke rumah," ucap Gressa sambil berjalan


"Terima kasih dan apa boleh aku tau siapa namamu?" ucap perempuan itu dengan lantang


"GRESSA NAMAKU," teriak Gressa sambil berlari ke arah koridor yang menuju ke gerbang


'Gressa, namanya seperti orang yang pemberani,'


'Aku harus membalas kebaikannya nanti,'


'Kalau berhasil bertemu kembali,' ucap gadis itu dengan tatapan yang bahagia


Disisi lain di mansion Baron...


"Ck..."


"Kenapa lama sekali Gressa kembali?"


"Dan juga seharusnya tesnya sudah selesai lama dan dia kembali dengan cepat,"


"Tapi dia belum juga terlihat kereta kudanya dari sini,"


"Apa sebaiknya aku pergi untuk menjemputnya langsung?" ucap Addison dengan tatapan dingin namun dengan perasaan khawatir


"Tuan, anda telah berjalan mondar-mandir sejak tadi,"


"Dibandingkan anda mondar-mandir bukankah anda mengerjakan pekerjaan anda yang ada di atas meja," ucap seorang laki-laki yang duduk mengerjakan pekerjaannya


"Kamu tidak tau kalau Gressa terakhir kali pergi ke luar dari mansion, dia tidak kembali ke mansion?" ucap Addison dengan tatapan dingin dan tatapan tajam


'Dia bukankah hanya pergi ke katedral dan menginap disana?'


'Dan itu juga hanya pikiran berlebihan dari dirimu kalau terjadi sesuatu kepada Gressa,' ucap laki-laki itu di dalam hatinya dengan tatapan dingin dan datar


"Tuan itu karena anda khawatir berlebihan, saya yakin kalau dia akan sampai ke sini dengan selamat dan mendapatkan hasil yang baik dalam mengerjakan tes tertulis,"


"Jadi lebih baik anda mengerjakan bagian anda dalam bekerja,"


"Kalau tidak saya yakin dia akan menjadi orang yang kecewa dengan sikap anda yang luar biasa itu," ucap laki-laki itu dengan tatapan yang lelah karena banyak bekerja


"Aku akui semua yang kamu katakan adalah benar, tapi aku tetap merasakan kalau Gressa benar-benar membutuhkan perlindungan karena dia masih kecil dan rapuh,"


"Ditambah lagi dia sama sekali belum mendapatkan kebahagiaan jadi aku ingin memberikan perlakuan sebaik mungkin,"


"Yah... setidaknya aku harus menjadi kakak yang bisa dijadikan panutan untuk dirinya," ucap laki-laki itu dengan senyuman bangga


"Saya mohon untuk mengerjakan pekerjaan anda kalau tidak anda tidak akan bisa makan malam bersama dengan nona," ucap laki-laki itu dengan tatapan lelah dan suara yang sedikit lantang


"Oh kamu sudah berani berbicara seperti itu kepadaku ya, Wilmer Clover," ucap laki-laki itu dengan senyuman yang menakutkan dimata bawahannya


"Tok... tok... tok..." Suara ketukan pintu


"Wilmer, tolong periksa siapa yang datang," ucap Addison sambil berjalan ke tempat duduknya untuk mengerjakan dokumen yang menumpuk


"Baiklah," ucap Wilmer sambil berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu


"Ada perlu apa?" ucap Wilmer sambil membuka pintu itu


"Wilmer, aku merindukan dirimu," ucap seorang perempuan yang langsung memeluk laki-laki itu tanpa aba-aba hingga membuat pintu itu terbuka lebar


"Nyonya Clover sudah lama tidak melihat anda," ucap Addison sambil beranjak dari kursi untuk memberikan hormat kepada orang yang lebih tua darinya


"Aku tidak menyangka kalau aku bisa melihat anak yang dulunya imut sekarang tumbuh menjadi laki-laki yang tampan," ucap perempuan itu sambil tersenyum


"Terima kasih pujiannya nyonya Clover tetapi menurut saya anda masih terlihat masih muda dan cantik," ucap Addison sambil tersenyum


"Terima kasih, kamu harusnya memanggilku ibu karena aku juga orang yang telah merawat dirimu sejak kecil," ucap Nyonya Clover dengan senyuman tipis


"Ahaha..."


"Dimana ayah? Apakah dia tidak ikut untuk menemani ibu datang ke sini?" ucap Wilmer dengan tatapan kebingungan


"Tidak, karena ayahmu harus menemani kakakmu untuk pergi ke keluarga Erlan mengurus pekerjaan Duke muda kerajaan Lavina,"


"Tapi aku rasa tujuan sebenarnya karena ayahmu ingin menemui kakekmu yang tinggal di mansion Duke,"


"Kamu tau kan kalau keluarga Erlan memberikan hak kecil kepada salah satu anggota keluarga Clover yaitu tinggal di mansion Duke kepada siapapun yang terpilih menjadi asisten pribadinya," ucap perempuan itu sambil tersenyum


"Aku tidak menyangka kalau keluarga Clover memiliki sejarah seperti itu," ucap Addison dengan tatapan terkejut


"Yah itu karena kakekku yang mengabdi kepada keluarga Duke kerajaan Lavina,"


"Jadinya sampai semua keturunannya yang beruntung maka bisa bekerja untuk keluarga Halmiton atau keluarga Erlan tapi karena aku adalah putra kedua maka aku diberikan kebebasan memilih,"


"Walaupun aku tawarkan, aku tidak di haruskan," ucap Wilmer dengan senyuman bangga


"Memangnya keluargamu tidak memerlukan kepala keluarga?" ucap Addison dengan tatapan datar


"Kakakku yang akan mewarisinya jadi aku hanya fokus menjadi asisten pribadimu," ucap Wilmer sambil tersenyum


"Ternyata seperti itu, baguslah aku pikir aku akan kehilangan orang yang kompeten," ucap Addison dengan tatapan dingin dan muka datar


'Bagaimana bisa aku mendapatkan atasan seperti dia? Tidak senang malah dingin,' ucap Wilmer di dalam hatinya dengan perasaan tertusuk tidak berdarah


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu


"Aku buka pintu sebentar," ucap Wilmer sambil berjalan ke arah pintu


"Ada perlu apa?" ucap Wilmer sambil membuka pintu


"Tuan Wilmer, saya ingin menyampaikan kalau nona Gressa telah melewati gerbang mansion dan sebentar lagi sampai ke mansion," ucap laki-laki itu dengan menghormat


"Siapkan penyambutan dan aku akan menyampaikan langsung kepada tuan Baron," ucap Wilmer dengan tatapan dingin


"Baik tuan," ucap laki-laki itu kemudian memberikan hormat dan pergi meninggalkan atasannya


"Jadi ada berita apa?" ucap Addison dengan tatapan serius


"Nona muda telah kembali dan semua orang telah saya perintahkan untuk menyambut nona muda,"


"Apakah anda ingin langsung melihat nona?" ucap Wilmer dengan sopan dan profesional


Apakah Addison akan langsung menyambut? Apakah reaksi Gressa setelah menerima penyambutan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life