Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 69 Bukan karena kamu



Keesokan harinya di kerajaan Esmeralda, semua orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing terutama mereka yang merencanakan untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik mereka. Namun sebelum itu, mereka memutuskan untuk sarapan bersama di pagi hari.


"Woah..."


"Bukankah masakan ini sangat mirip seperti yang dimasak di akademi oleh Gressa?" ucap Dallen dengan tatapan terkejut dan kagum kepada semua masakan yang terhidang di atas meja


"Yah, itu semua berkat Gressa yang mau membantu pekerjaan para pelayan dalam memasak,"


"Kalau tidak mana mungkin hari ini kita makan masakan yang special seperti ini bahkan dia sangat berbaik hati untuk memberikan resep masakannya kepada para koki kerajaan,"


"Gressa memang adalah seorang saint yang diturunkan ya," ucap Charlotte dengan tatapan berbinar-binar ke arah Gressa


"Apakah kamu bisa bersikap tidak berlebihan? Padahal kamu seorang putri tapi sikapmu sama sekali tidak mencerminkannya,"


"Aku merasa kalau kerajaan ini akan hancur jika kamu yang memimpinya," ucap Dallen dengan tatapan dingin ke arah jendela


"CLAK.." suara jentikan jari yang membuat orang-orang berseragam biru itu menyeret Dallen


"Tugas kalian antarkan pangeran itu ke ruangannya dan minta para pelayan menyajikan masakan khas kerajaan ini," ucap Charlotte dengan senyuman yang begitu mengerikan


"Charlotte, aku hanya bercanda,"


"Kamu seharusnya tidak perlu seserius ini bukan?" ucap Dallen dengan tatapan kesal


"Aku adalah seorang putri dan tugasku adalah mendisiplinkan jadinya aku juga harus mendisiplinkan dirimu,"


"Aku masih berbaik hati kepadamu untuk sarapan walaupun harus berada di kamar," ucap Charlotte dengan seringai


"Kakak, apakah kamu tidak akan menolongku? Apakah kamu tidak lihat perlakuan kejam yang dilakukan oleh Putri mahkota kerajaan ini kepadaku?" ucap Dallen dengan tatapan memohon kepada kakaknya


"Hah.."


"Kita sekarang berada di negeri orang jadi kamu harusnya tau sopan santun di sini sangat berbeda di wilayah kerajaan kita dan juga aku selalu menyelamatkan dirimu dari kecil ketika kamu terlibat masalah,"


"Jadi sekali-kali, kamu merasakan hukuman tidak ada masalah bukan?"


"Lagi pula makanan khas di kerajaan ini tidak begitu buruk, jadi terima saja hukumannya ya," ucap Luke yang telah duduk bersama yang lain untuk menyantap sarapan bersama tanpa menatap tatapan yang memohon dari Dallen


"Baiklah, kalau begitu saatnya kita mulai sarapannya," ucap Charlotte yang tidak memedulikan teriakan yang di teriakan oleh Dallen


'Perasaan aku saja atau memang rasanya ada hal buruk yang akan terjadi tidak lama lagi,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil memandangi Dallen yang telah di seret keluar pintu


"Jadi, yang mulia putra mahkota langkah apa yang akan anda ambil selanjutnya untuk merebut takhta kembali? Aku akan membantu sebaik mungkin tentu saja, kesepakatan ini tidak hanya aku ajukan dengan cuma-cuma,"


"Aku juga menginginkan keuntungan,"


"Aku ingin kami di izinkan untuk pergi ke timur melalui jalur darat yang ada di kerajaanmu, karena bagaimanapun,"


"Kerajaan kami tidak terlalu menguntungkan di sektor lain selain perdagangan, walaupun bisa melewati jalur laut tapi banyak sekali yang membuat kami rugi dan celaka,"


"Oleh karena itu buka jalur darat untuk kami ke timur," ucap Charlotte dengan tatapan tajam dan tegas


"Kamu begitu cepat menyetujuinya, apakah kamu yakin dengan yang kamu pikirkan? Bahkan kerajaan lain biasanya meminta beberapa hari untuk berpikir," ucap Charlotte dengan nada menyindir


"Tidak, karena kamu orang yang bukan mementingkan diri sendiri tapi rakyatmu, para calon pemimpin yang memikirkan rakyatnya adalah orang yang kompeten dan bijaksana dalam melakukan pekerjaan,"


"Jadi kenapa aku harus berpikir banyak untuk masalah ini?" ucap Addison dengan tatapan serius dan dingin


"Yang mulia, bukankah berlebihan menguji orang seperti itu? Apalagi menggunakan rakyat untuk mengujinya," ucap Marlon yang tidak jauh duduk dari Charlotte


"Aku tau, posisiku memang layak untuk di pertanyakan terutama karena sekarang aku menjadi buronan seorang pemberontak,"


"Jadi, itu pasti akan membuat pemikiran layak tidak layaknya menjadi sekutuku,"


"Aku sama sekali tidak masalah, karena aku percaya dengan kalian yang ada di sini,"


"Selain itu tidak ada lagi yang bisa membantuku dalam merebut kembali hak milikku,"


"Walaupun aku tidak yakin kalian ingin membantuku dalam perebutan takhta ini," ucap Luke dengan tatapan dingin dan pahit sambil menatap gelas wine yang tidak jauh darinya


Tidak lama setelah itu membuat semua orang yang berada di dalam ruangan itu berpikir kembali, mungkinkah seorang calon pewaris takhta yang dirumorkan sebagai orang yang dingin dan kejam tidaklah sesuai yang dikatakan oleh rumor walaupun terlihat seperti itu. Mungkin dia sama seperti anak-anak yang terlantar berjuang untuk hidup namun dengan cara yang berbeda, misalnya dengan cara memperkuat posisinya dan bersikap seolah-olah dialah orang yang tidak bisa di tentang atau tidak terbantahkan dalam posisi itu. Ruangan yang sunyi itu berlangsung selama beberapa menit dengan memikirkan jawaban yang harus mereka lakukan.


"Aku akan membantu, karena bagaimanapun kamu adalah tunanganku,"


"Jadi sudah seharusnya aku ikut membantumu,"


'Aku yakin setelah itu, aku pasti akan mendapatkan uang yang sangat banyak jadi tidak masalah membantunya walaupun aku yakin masalah ini tidaklah selesai semudah itu,' ucap Gressa itu membuat semua orang terkejut terutama laki-laki yang begitu sering bertengkar dengannya. Walaupun terlihat tulus Gressa di dalam hatinya menyembunyikan niatnya yang sebenarnya kalau dia hanya membantu karena uang.


"Karena Gressa telah berbicara seperti itu, aku rasa aku juga akan membantu dirimu tapi aku membantu karena Gressa,"


"Bukan karena kamu," ucap Charlotte sambil menunjuk ke arah Luke dengan dingin


"Nona, anda tidak boleh menunjuk orang seperti itu,"


"Karena bagaimanapun juga itu adalah perbuatan lancang, jika para anggota dewan melihatnya mereka akan shock dan memutuskan untuk mengirim anda ke mansion milik ibu suri karena perilaku anda," ucap Marlon dengan tatapan dingin


"Kenapa harus di kirim ke mansion nenek? Bahkan jika di belikan mansion yang dekat ruman nenek aku juga tidak akan mau," ucap Charlotte dengan tatapan merinding setelah mendengarkan nama itu


"Karena hanya beliau yang mampu mendidik anda,"


"Mengingat banyak sekali orang yang berusaha mendidik anda tapi gagal," ucap Marlon dengan tatapan dingin


'Melihat reaksinya Charlotte sepertinya itu yang membuat dirinya seperti tertulis di novel, perempuan yang lembut dan selalu terlihat rapuh tapi mungkin karena mengenalku,'


'Dia jadi sedikit melenceng dari karakter novel, aku jadi penasaran seperti apa sosok ibu suri ini,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan tertegun


"Apakah aku boleh tau seperti apa sosok yang mulia ibu suri di kerajaan ini? Dan seperti apakah yang mulia hingga begitu di segani?" ucapan Gressa membuat semua orang di ruangan itu tercengang dan menatap ke arahnya


Kenapa semua orang menatap ke arah Gressa? Apakah ada yang aneh hingga dia di tatap? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life