Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 25 Aku harus tetap waspada



Disebuah ruangan yang begitu besar dan berisi banyak rak buku serta lembaran-lembaran kertas...


"Gressa, aku ada membuatkan dirimu kue kering sebagai tanda rasa terima kasih karena telah menolongku," ucap Charlotte sambil meletakkan piring di atas meja


"Charlotte, kenapa kamu ingin menolongku tadi?" tanya Gressa dengan tatapan penasaran


"Kenapa kamu bertanya begitu? Bukankah menolong orang tidak perlu alasan?"


"Ditambah lagi aku tidak mungkin membiarkan orang yang telah menolongku, dianggap sebagai orang jahat," ucap Charlotte sambil tersenyum


'Dia memang seperti gadis yang diceritakan di dalam novel sangat baik kepada semua orang dan tidak pernah melupakan orang-orang yang telah menolongnya,'


'Dewa mencintai orang seperti dirinya,'


"Gressa, aku ingin bertanya sesuatu,"


"Apakah kamu memiliki orang  yang kamu sukai atau kamu telah memiliki tunangan?" tanya Charlotte dengan tatapan polos dan tidak bersalah yang membuat Gressa tersedak dan menyemburkan teh yang di minum


"Uhuk..."


"Kenapa kamu mendadak menanyakan hal seperti itu?" ucap Gressa yang kemudian mengelap mulutnya setelah tersedak teh


"Pelan-pelan, kamu tidak perlu terburu-buru Gressa," ucap Charlotte dengan tatapan khawatir


"Tidak ada, aku hanya bertanya saja,"


"Karena biasanya bangsawan telah banyak memiliki tunangan atau perasaan kepada orang yang di sukainya," ucap Charlotte sambil tersenyum lembut


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu dari luar


"Gressa, tunggu sebentar aku akan melihat siapa yang datang ke sini," ucap Charlotte sambil berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu


"Charlotte, maaf mengganggu pekerjaan yang kamu lakukan tapi kakakku telah berhasil menyelesaikan tes ketiga jadi bisakah kamu membiarkan aku dan kakakku masuk? Karena aku harus memasukkan dia ke data siswa resmi,"


"Tapi, bisakah kamu membiarkan kakakku dulu masuk, karena aku harus memberikan laporan kepada ketua dan wakil ketua," ucap laki-laki itu sambil tersenyum kaku


"Baiklah, Dallen tidak masalah masuklah,"


"Lagipula memang ini adalah ruangan bersama," ucap Charlotte yang kemudian membuka pintu lebar-lebar


"Kakak, masuklah dulu ke dalam aku masih harus memberikan laporan," ucap Dallen kepada seorang laki-laki yang berada di belakangnya


"Baiklah, jangan berlari-lari di lorong karena kalau kamu terluka nantinya akan menjadi bahan pembicaraan faksi para bangsawan," ucap laki-laki itu sambil mengangguk pelan kemudian masuk ke dalam ruangan sedangkan Dallen pergi untuk mencari sang ketua


"Silahkan duduk," ucap Charlotte sambil tersenyum


"Terima kasih," ucap laki-laki itu dengan dingin dan duduk di kursi


"Apakah aku boleh tau siapa nama lengkap anda?" tanya Charlotte sambil menuangkan teh untuk laki-laki itu


"Luke Carolyn Elmaric," ucap laki-laki itu dengan tatapan dingin


'Kenapa aku merasa kalau namanya tidak asing?'


ucap Gressa di dalam hatinya sambil menatap kue yang ada di depannya


"Kamu adalah putra makhota kerajaan ini bukan? Kalau bukan maafkan aku karena namamu mirip," tanya Charlotte dengan tatapan penasaran


"Tidak, yang kamu katakan adalah benar, aku adalah putra mahkota kerajaan ini,"


"Pufff...."


"Uhukk..."


"Gressa, ini sudah kedua kalinya kamu tersedak,"


"Pelan-pelan saja, tidak perlu kamu terburu-buru seperti itu,"


"Aku tau kamu pasti khawatir kalau aku sibuk tapi tenang saja,"


"Karena ini bukan tugasku," ucap Charlotte sambil menepuk-nepuk punggung Gressa karena tersedak


"Kenapa bisa aku bertemu dengan dirinya di akademi hari pertama aku di terima? Seharusnya karena aku masuk akademi...' ucap Gressa di dalam hatinya sambil berusaha menenangkan diri dari tersedak


'Ah....'


'Aku menolong Charlotte dan menjadi temannya tentu saja itu bisa membuat alur pemeran utama berubah karena mereka berdua bertemu di ruangan ini,'


'Tapi karena aku lupa, semuanya jadi seperti ini,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan suram


"Gressa, apa kamu baik-baik saja?" ucap Charlotte dengan tatapan khawatir


"Ah... iya aku baik-baik saja," ucap Gressa sambil tersenyum profesional


"Apakah kalian melupakan sesuatu? Setelah aku memperkenalkan diri bukankah tidak sopan jika kalian tidak memperkenalkan siapa kalian berdua nona-nona?" ucap laki-laki yang di depannya dengan tatapan dingin sambil mengangkat cangkir teh dengan elegan


"Maafkan aku yang mulia jika kami berdua tidak sopan,"


"Perkenalkan nama saya Charlotte Ava Esmeralda,"


"Senang bertemu dengan anda yang mulia," ucap Charlotte dengan senyuman yang sopan


"Perkenalkan nama saya Gressa Elrick,"


"Senang bertemu dengan yang mulia,"


"Dan maafkan saya karena tiba-tiba berlaku tidak sopan, karena saya memiliki kebiasaan buruk jadi seperti itulah," ucap Gressa sambil menundukkan kepalanya dan meletakkan tangan di dada sebagai permohonan maaf


"Tidak masalah, setiap orang juga tidak memiliki hal yang sempurna sehingga aku juga memaklumi hal seperti itu,"


"Dan juga kita berada di akademi, tolong panggil aku dengan nama seperti kalian memanggil nama satu sama lain,"


"Kalian hanya perlu memanggilku Luke," ucap laki-laki yang merupakan putra mahkota itu tersenyum dengan dingin


'Bagaimana bisa perempuan seperti dirinya bertindak seperti itu, sebenarnya itu sangat tidak sopan bahkan di depan anggota keluarga kerajaan harusnya dia dihukum penggal karena dianggap menyinggung keluarga kerajaan,'


'Dia bilang kalau dia berasal dari keluarga Elrick, tapi setahu aku, keluarga Elrick sama sekali tidak pernah memiliki anak perempuan,'


'Bahkan jika ada seharusnya mereka mengadakan pesta untuk memperkenalkan perempuan tersebut,'


'Apa karena dia anak haram? Atau juga dia di adopsi dari panti asuhan? Aku harus tetap waspada' ucap Luke di dalam hatinya dengan tatapan dingin dan curiga kepada Gressa


"Terima kasih telah berlapang dada untuk saya," ucap Gressa sambil tersenyum menyadarkan Luke dari pemikirannya


"Iya sama-sama," ucap Luke dengan anggukan pelan


'Keluarga kerajaan Esmeralda, dia gadis yang tidak buruk,'


'Akan sangat baik jika aku bertunangan dengan dirinya untuk mendukung takhta kerajaan,'


'Dibandingkan perempuan yang asalnya belum aku ketahui dengan pasti,'


'Aku takut kalau dia adalah perempuan yang sama seperti perempuan lain,'


'Karena aku bagiamana pun juga ingat bagaimana orang seperti mereka sangat suka dengan posisi tinggi,' ucap Luke di dalam hatinya dengan diam-diam memperhatikan tingkah Gressa dari atas kebawah dengan tatapan tidak suka dan dingin


'Kenapa dia menatapku seperti orang yang sedang mengoreksi layak tidaknya barang? Aku harus tetap waspada karena dia adalah orang yang akan membunuhku nanti,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan perasaan tidak nyaman


"Charlotte, aku rasa sekarang aku pulang dulu karena keluargaku pasti sedang menungguku,"


"Terima kasih atas jamuannya yang menyenangkan ini,"


"Yang mulia saya pamit dulu," ucap Gressa dengan tatapan lembut dan ceria kepada Charlotte dan tatapan dingin kepada Luke yang kemudian dia keluar dari ruangan itu


"Nona Charlotte, bagaimana kalau kita berdua membicarakan hal yang sedikit serius, karena tidak ada orang lagi di ruangan ini?" ucap Luke sambil meletakkan cangkir teh itu dengan tatapan yang serius dan dingin


Apakah hal yang dibicarakan kedua orang itu? Kenapa Gressa langsung pergi dari ruangan itu? Mungkinkah Charlotte mendengarkan ucapan dari Luke? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life