
"Saatnya kita bicara serius dengan kalian berdua dan jika aku boleh jujur aku tidak suka dengan yang namanya pendeta ataupun hal yang menyangkut katedral karena mereka orang yang berpura-pura baik menggunakan nama dewa,"
"Tapi itu sudah bertahun-tahun yang lalu jadi aku sedikit melupakan masa lalu dan fakta mengenai yang telah terjadi,"
"Hal yang ingin aku bicarakan adalah mengenai perang Distrugere yang akan terjadi beberapa tahun yang akan datang, jika kamu menganggap kalau kamu tidak ada hubungannya kamu salah besar, karena malah sebaliknya ini akan membuat perang besar," ucap Dalbert dengan tatapan yang dingin
"Terima kasih atas kejujurannya, tanpa diberi tau aku juga bisa melihat senyuman tidak tulus itu terlukis di wajahmu yang tidak senang,"
"Walaupun memang benar jika nantinya akan terjadi perang, apakah kamu ingin membuat putriku berada di pihakmu dan membantu kerajaan Lavina?" tanya William dengan tatapan waspada dan tajam
'Padahal aku hanya seorang anak angkat, tapi aku tidak menyangka kalau dia begitu sangat peduli denganku,' ucap Gressa dengan tatapan tertegun kepada perilaku sang pendeta
"Aku sudah bilang sejak awal, aku tidak akan manfaatkan gadis itu, karena tidak ada untungnya denganku,"
"Karena aku memiliki kemampuan untuk menulis kembali takdir orang jadi kenapa aku harus memiliki kekuatan itu?"
"Dan juga sekarang aku bukan siapa-siapa di akademi ini ataupun di dalam dunia politik yang menyangkut kekaisaran jadinya aku hanya datang ke sini karena permintaan kedua putraku, karena mereka berdua ingin aku memastikan yang mereka rasakan," ucap Dalbert dengan senyuman tipis
"Jadi, apa yang ingin anda katakan mengenai perang Distrugere yang akan terjadi di masa depan?" tanya Gressa dengan tatapan curiga
"Aku ingin kamu mencegah perang besar ini terjadi dan juga aku yakin kamu adalah satu-satunya orang yang bisa merantai orang seperti mereka," ucap Dalbert dengan tatapan serius
"Merantai? Siapa yang maksudmu bisa di rantai olehku? Apakah dia monster? Atau anjing?" tanya Gressa dengan kebingungan
'Ah...'
'Bagaimana dia bisa mengetahui mengenai hubungan itu? Bukankah ini adalah kekaisaran Lavina tapi seharusnya orang seperti dirinya tidak akan mengetahui masalah ini,' ucap William di dalam hatinya dengan tatapan menyidik ke arah laki-laki di depannya
'Dari raut wajahnya sepertinya memang benar, dia orang yang tidak terlalu ikut campur lagi dalam kerajaan, tapi sepertinya dia tau siapa yang aku maksud,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan seringaian
"Itu rahasia, karena jika aku memberi tau dirimu maka mungkin masa depan akan sedikit menyimpang, nantinya kamu juga akan tau apa yang aku maksud tapi sekarang adalah berpikir bagaimana supaya kamu tidak bisa menikahi orang yang salah," ucap Dalbert dengan senyuman
"Kalau kalian ingin melakukan penentuan, yang aku inginkan laki-laki yang kaya, dingin, kuat, bisa melindungi dan tampan serta dia harus memiliki gelar di atas keluargaku," ucap Gressa dengan tatapan serius
"Gressa, ini hanyalah pasangan pura-pura, bukankah tidak harus begitu serius seperti itu sampai harus kamu cari sesuai dengan tipemu itu," ucap William dengan tatapan datar
"Yang ayahmu katakan itu benar, dan juga hanya sedikit bangsawan yang sesuai dengan yang kamu katakan ditambah lagi sangat sulit mencari yang kuat dan tampan," ucap Dalbert dengan tatapan datar
"Walaupun begitu, tipe yang bagus juga baik untuk di pandang setiap hari, ayah harus tau itu," ucap Gressa dengan serius hingga tidak bisa dibantah oleh keduanya
'Yang dikatakan dia entah kenapa memang benar,' ucap keduanya di dalam hati dengan pasrah karena tidak bisa membantah
"Baiklah, kalau itu yang kamu inginkan nantinya akan aku bicarakan dan aku cari kan,"
"Itu saja yang ingin aku bicarakan, karena tidak ada yang ingin aku bicarakan lagi,"
"Kalian bisa beristirahat di tempat yang di sediakan," ucap Dalbert dengan menatap ke arah Zeit untuk mengantarkan mereka
"Tidak perlu diantar karena, aku bisa menemukan mereka, menggunakan sihir pelacak," ucap William dengan dingin sambil berjalan ke arah pintu
"Zeit, bagaimana pendapatmu tentang putri keluarga Baron Elrick itu?" tanya Dalbert dengan dingin
"Ayah, kemampuan khusus seperti itu, tidak akan bisa membuat mereka berada di pihak kita,"
"Dan juga kedua orang itu telah memeriksa langsung serigala yang haus darah itu,"
"Mereka bilang kalau dia orang yang haus dengan dendam dan juga bukan orang yang baik untuk membantunya membantai seluruh keluarga kerajaan di sebelah sebelum perang berlangsung nantinya," ucap Zeit dengan senyuman pahit ke arah sebuah buku tebal
"Kamu mengatakan dengan benar, tugas kita juga tidak lain hanya mengawasi serigala itu, supaya tidak memiliki obsesi terhadap gadis itu,"
"Jika tidak dia bisa menggunakan kekuatan itu untuk membantai kita juga, seperti yang telah tertulis di dalam buku itu," ucap Dalbert dengan tatapan khawatir
"Ayah tenang saja dan beristirahatlah karena gadis itu mirip seperti bibi, walaupun sebenarnya dia lebih pintar dan kuat dari bibi,"
"Aku yakin dengan mengasah kemampuannya dia akan bisa menggunakan bakat yang diberikan dengan baik," ucap Zeit dengan senyuman lembut sambil menepuk bahu sang ayah
"Kamu sepertinya benar, aku harap kamu dan guru-guru lain bisa benar-benar membantu anak itu berkembang, karena itu pasti tujuan dari dia memintaku menyetujui kunjungan itu," ucap Dalbert dengan tatapan serius ke arah pintu
"Terima kasih paman telah memenuhi keinginanku, karena aku melihat warna mana yang berbeda untuk pertama kali saat bertemu jadi aku berpikir untuk menyerahkan kepadamu," ucap perempuan yang masuk ke dalam ruangan itu dengan senyuman lembut
"Bukan karena kamu menyukai orang itu? Hingga kamu harus membuat perempuan itu datang ke sini hanya untuk menyenangkan hati dia?" tanya Dalbert sambil menyeringai
"Darimana paman dengar rumor tidak beredar itu,"
"Jangan berpikir karena aku menyukai orang itu pada dasarnya saat aku pertama kali bertemu dengan dirinya dia menjadi orang yang sangat kosong,"
"Ditambah lagi, organisasi kita bisa mendapatkan banyak informasi, ini sangat menguntungkan,"
"Kak Zeit setuju kan denganku?" ucap perempuan itu sambil menjentikkan jarinya dengan bangga
"Tentu saja, aku ikut saja apa yang kamu pilihkan, karena kamu adalah penasehat,"
"Dan juga pewaris negeri Lavina," ucap Zeit dengan seringaian
"Aku belum bilang mau mewarisi negeri Lavina, dan juga aku hanya ingin tinggal dengan damai di sini,"
"Hanya itu tidak lebih," ucap perempuan itu dengan melipat kedua tangannya
"Tuan dan nona, maafkan saya jika saya mengganggu,"
"Saya ingin menyampaikan pesan terkait keluarga Baron Elrick yang melakukan kontrak sihir dengan keluarga Duke Shroud," ucap seorang laki-laki bertudung sambil memberikan hormat
Siapa perempuan yang berbicara dengan kedua orang itu? Siapa perempuan yang suka dengan laki-laki itu? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
gressa's second life