
Suasana yang mendadak begitu sunyi itu membuat Gressa berpikir apakah yang dilakukan oleh laki-laki di depannya hanya membuat sebuah candaan ataukah dia serius dengan perkataan itu. Namun yang dia yakini kalau tatapan mata itu benar-benar menginginkan sebuah jawaban dari pertanyaan itu. Mungkin bagi Gressa itu hanyalah pertanyaan sederhana tetapi bagi laki-laki itu, itu adalah jawaban yang akan menentukan hitam putihnya.
"Lucius, aku tidak mengerti dengan yang kamu katakan tetapi satu jawaban dariku,"
"Jika kamu katakan suka dalam artian pertemanan maka aku juga suka,"
"Tapi dalam artian cinta, maafkan aku,"
"Aku sama sekali tidak tertarik dengan hubungan percintaan, karena aku saat ini menganggap dirimu menjadi seorang teman,"
"Jadi aku harap kita tetap berteman walaupun aku menolaknya tapi jika kamu tidak ingin maka aku rasa tidak ada pilihan lain dalam hubungan kita," ucap Gressa dengan tatapan begitu serius dan dingin pergi meninggalkan laki-laki yang kecewa dengan jawabannya yang di lontarkan kepadanya
"Aku sudah bilang bakal di tolak, kamu saja yang tidak percaya dengan yang aku katakan,"
"Mungkin saja putra makhota adalah kekasihnya sekarang hingga kamu di tolak olehnya, karena tadi aku lihat dia sangat akrab dengan laki-laki itu,"
"Bukankah itu jadi salah satu alasan yang tepat untuk dirimu menghancurkan keluarga kerajaan, karena mereka merebut semuanya darimu," ucap sebuah kabut hitam yang mengelilingi dirinya dengan seringaian
"Kamu benar, sudah saatnya mereka dihabisi," ucap Lucius dengan tatapan penuh amarah dan kebencian yang begitu dalam
Lucius kemudian memutuskan untuk pergi ke tempat dimana anggota NHBNTA berkumpul biasanya, untuk memberikan dirinya jawaban atas tes pertama yang dia lakukan sebelumnya. Dan mengejutkan dia juga di eliminasi atau tidak lulus dalam tes tersebut tanpa diberikan alasan mengapa dirinya gagal dalam tes tersebut. Dia mulai berasumsi bahwa organisasi NHBNTA juga bekerja sama dengan kerajaan untuk mempermainkan dirinya di dalam permainan papan sebagai boneka yang layak untuk menjadi tontonan dan mainan hidup. Pikirannya yang semakin buruk itu membuat dirinya terjerumus ke dalam kegelapan yang dalam, dan mulai merencanakan hal-hal yang gila.
"Nona, tuan Lucius Shroud datang berkunjung dan mengatakan ingin berbicara dengan nona," ucap seorang pelayan menyampaikan pesan membuat tangan yang menari-nari di atas kertas berhenti
"Hoh? Aku sudah dengar masalah yang serius, aku tidak yakin untuk mengizinkan dia masuk ke dalam mansion karena aku merasakan aura kegelapan yang sangat pekat membuatku ragu untuk menerimanya,'
"Lakukan penolakan saja atau bila katakan aku sudah memiliki tunangan,"
"Jangan dekati aku, aku tidak ingin banyak rumor buruk karena masalah pertemuan yang tanpa izin atau direncakan," ucap perempuan itu dengan dingin
"Baik nona akan saya sampaikan," ucap pelayan itu kemudian pergi meninggalkan gadis itu seorang diri memikirkan hal-hal indah yang terjadi di masa lalu sebelum orang tersebut menjadi obsesi
"Menyenangkan namun semuanya adalah palsu dan kegilaan," ucap gadis itu sambil melanjutkan pekerjaannya
Beberapa hari kemudian, di akademi maupun di kerajaan mendapatkan sebuah berita yang mengejutkan dimana, pembantaian besar-besaran terjadi. Semua orang panik dan cemas kalau merekalah selanjutnya target pembunuhan itu.
"Kakak, orang itu sepertinya sudah mulai kehilangan kesabarannya untuk selalu diam dan menjadi orang yang manis,"
"Apa yang harus kita lakukan? Kalau kita diam, kita mungkin yang akan mati selanjutnya," ucap Dallen dengan tatapan cemas dan tangan dingin
"Tidak perlu khawatirkan apapun tetaplah bersikap seperti biasa dan lakukan latihanmu," ucap Luke dengan tatapan dinginnya menatap ke arah luar jendela
'Aku tau akan yang akan terjadi ini, dendam yang dibuat orang tua sialan itu malah melibatkan banyak orang yang tidak berdosa seperti sekarang,'
"Tok... tok... tok,"
"Siapa yang berkunjung?" tanya Dallen menatap sang kakak
"Entahlah, aku juga tidak ingat memiliki pertemuan hari ini, tapi tolong bukakan pintu," ucap Luke menoleh ke arah Dallen
"Ya, apakah ada sesuatu yang ingin di sampaikan?" tanya Dallen sambil membukakan pintu besar itu yang ternyata sesosok gadis datang untuk menemui Luke dengan sebuah jawaban
"Aku ingin menyetujui pertunangan itu," ucap Gressa dengan lantang dari depan pintu itu
"Eh? Kakak, kamu baru saja memutuskan pertunangan dan kalian juga tidak dekat,"
"Sejak kapan kakak mengajak putri keluarga Elrick bertunangan? Dan Gressa, kamu jangan memaksakan diri untuk bertunangan dengan laki-laki ini," ucap Dallen dengan tatapan terkejut karena menurutnya baru beberapa hari yang lalu kakaknya di tampar dan hari ini pertunangan di terima
'Yah aku juga tidak mau kalau dipaksa tetapi situasi ini yang membuatku harus bertunangan karena aku baru ingat dengan jelas dari alur cerita novel,'
'Kalau selama Gressa bertunangan dengan Gressa, Elina tidak akan mengganggu Charlotte tetapi dia sebaliknya menjadi pengikut Charlotte dan membuat Charlotte terlihat seperti orang yang menjadi anak dari sang dewa langsung,'
'Dan karena itu dia sangat tertarik dengan Charlotte dan jatuh cinta dengan Charlotte sedangkan Elina akan selalu membantunya selama bisa menyingkirkan aku,'
'Tapi karena Charlotte sangat dekat denganku jadi dia mungkin akan membuat pengampunan nyawaku jadi aku tidak masalah,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan serius
"Baiklah, bagaimana kalau kamu masuk dulu Gressa dan Dallen tutup pintu, kamu akan menjadi saksi dari pertunangan kontrak," ucap Luke sambil tersenyum dingin karena merasa kalau dia berhasil mendapatkan bantuan dari Baron Elrick nantinya
"Eh? Aku pikir kalau kalian berdua akan benar-benar saling menyukai tapi ternyata aku masih salah ya?" ucap Dallen dengan tatapan datarnya
Kemudian kedua belah pihak masing-masing mengajukan keinginannya untuk mendapatkan hak yang harus mereka miliki. Dari kehidupan pribadi sampai hal yang harus di lakukan di depan umum kedua begitu merencanakan hal tersebut seolah-olah nanti mereka akan dianggap sebagai saling mencintai oleh banyak mata yang melihat.
"Baiklah, ini sangat menarik Gressa,"
"Aku harap kamu juga sama tajamnya seperti yang kamu katakan," ucap Luke dengan dingin
"Tenang saja, saya hanya ingin cepat-cepat pergi dari kediaman Baron dan hidup seorang diri jauh dari kehidupan politik yang menjerat ini,"
"Oleh karena itu aku menerima pertunangan ini," ucap Gressa sambil menandatangani surat perjanjian kontrak itu
"Baiklah, kalau kalian sudah saling setuju maka aku yang menjadi saksi kalau ada yang melanggar maka akan mendapatkan melakukan permintaan apapun itu untuk menutupi pelanggaran hak itu," ucap Dallen dengan senyuman kaku karena bagaimanapun rasanya isi dari yang mereka berdua tulis di dalam kontrak sangatlah aneh dan tidak masuk akal
Apakah pertunangan mereka bisa berjalan lancar? Apakah reaksi dari Lucius jika mengetahui orang yang dia suka bersama dengan orang yang dia benci? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Gressa's second life