
Keesokan harinya pertemuan yang akan mengubah kehidupan dirinya di sebuah mansion dengan Addison Elrick dan dirinya telah tiba...
"Hari ini adalah penentuan apakah aku akan berada tetap di mansion ini atau pergi dari sini," ucap Gressa yang berada di depan pintu masuk ruangan kerja itu dengan perasaan gugup dan tegang
"Tok... tok... tok..." suara pintu terbuka
"Nona Gressa, tuan muda dari tadi telah menunggu kedatangan anda,"
"Edmonia, siapa yang datang?" ucap seseorang yang berada di balik pintu
"Adik perempuanmu datang," ucap Edmonia sambil tersenyum
"Silahkan masuk nona," ucap seorang laki-laki yang terlihat seumuran dengan kakak tirinya itu
"Mungkin ini pertama kalinya kita bertemu nona, perkenalkan nama saya Edmonia Claudia, saya adalah temannya sekaligus asisten pribadinya tuan muda" ucap laki-laki itu dengan lembut dan memberikan hormatnya
'Ternyata dia adalah pelayan yang berbakat yang ditulis di dalam novel, dituliskan kalau dia adalah asisten yang berbakat bahkan putra mahkota menawarkan posisi asisten pribadi kepada ditolak langsung oleh dirinya dengan alasan kalau pertemanan yang berharga harus dijaga dan dilindungi dengan kesetiaan,'
'Aku tidak menyangka bertemu dengan asisten terbaik di kekaisaran, ini sangat keren,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil menatap Edmonia
"Nona Gressa, maafkan aku tapi apa ada sesuatu di wajah saya hingga anda menatap saya terus menerus?" tanya laki-laki itu dengan tatapan yang kaku
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat anda tidak nyaman," ucap Gressa sambil menundukkan kepalanya untuk meminta maaf
"Karena kamu sudah ada di sini Gressa, maka aku akan memberikan dirimu pilihan,"
"Kamu ingin hidup bebas atau tetap tinggal di mansion ini? Jika kamu ingin hidup bebas tentu saja aku akan memberikan sejumlah uang kompensasi untuk dirimu hidup lebih baik dan jika kamu ingin hidup di sini aku juga akan menanggung semua keperluan hidupmu," ucap Addison dengan tatapan yang tajam dan dingin
'Sejak kapan dia tau namaku? perasaan aku tidak memberi tau namaku padanya, tapi dia bisa saja tau dari pelayan di mansion sih,'
'Dan aku sudah menduga ini akan terjadi sesuai dengan yang tertulis di novelnya,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil tersenyum kecil
"Tuan muda, saya tidak berniat untuk meninggalkan mansion ini, karena saya tidak mengenal dunia luar dengan baik dan juga bukan berarti menginginkan kehidupan yang mewah dan berkuasa di mansion ini,"
"Saya hanya ingin menjalankan kehidupan saya sebagai seorang yang mengabdikan diri kepada keluarga Elrick, dan juga saya adalah anak haram jadi saya tentu tau posisi saya dengan baik," ucap Gressa dengan mata yang berkaca-kaca dan senyuman pahit
'Dia padahal masih begitu muda tapi dia bisa memahami hal-hal yang berat bahkan walaupun sudah aku minta untuk tidak perlu melakukan sikap formal dan sopan santun, dia tetap melakukannya,'
'Seakan-akan dia takut kalau dia dihukum saat salah berbicara dan bertindak,' ucap Addison di dalam hatinya sambil menatap gadis yang berada di depannya
"Baiklah jika kamu ingin tinggal di mansion ini, tapi aku tidak bisa membiarkan dirimu diperlakukan seperti pelayan, karena kamu masih memiliki darah seorang bangsawan,"
"Dan untuk semua yang akan aku berikan kamu bisa menggunakan semau dirimu, karena aku yang memberikannya,"
"Kemudian jika ada orang yang menganggap dirimu adalah orang yang kotor atau orang yang tidak pantas, katakan kepadaku maka aku pastikan kalau wilayah yang dia pimpin tidak mendapatkan pasukan pangan yang cukup," ucap Addison sambil tersenyum dingin
"Terima kasih tuan muda," ucap Gressa sambil tersenyum
"Jangan panggil aku tuan muda panggil aku dengan sebutan kakak, bagaimana pun juga kita adalah saudara, memang tidak mudah memanggil diriku langsung dengan sebutan itu tapi aku harap kamu membiasakan panggilan ini," ucap Addison dengan tatapan yang dingin
"Baiklah, sekali lagi aku sangat berterima kasih karena telah membiarkan aku tinggal di sini," ucap Gressa sambil tersenyum lembut dan memberikan hormat kemudian meninggalkan ruangan
"Addison, kamu sepertinya sangat menyayangi adik tiri itu, padahal kamu tidak memiliki hubungan darah sama sekali,"
"Apa yang membuatmu tertarik hingga rela membiarkan dirinya tinggal di mansion?" ucap Edmonia sambil menaikan kacamatanya
"Tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya dan yang didapatkan hanya penderitaan yang bukan kesalahannya sama sekali oleh karena itu aku pikir untuk menebus semuanya dengan sebagian harta yang dimiliki kediaman Baron,"
"Tapi aku rasa hanya dengan harta tidak akan bisa menggantikan kasih sayang itu, maka aku akan berusaha semampuku untuk menebus itu," ucap Addison sambil menulis laporan
"Kamu begitu bertanggung jawab atas perbuatan orang tuamu, padahal biarkan saja dia pergi dari mansion ini dan hidup sesukanya,"
"Baik juga kadang harus ada batasnya aku takut kalau dia diam-diam merencanakan hal buruk untuk menjatuhkan dirimu nanti," ucap Edmonia dengan dingin
"Bagaimana kalau kita melakukan taruhan? Kalau nanti dia berhasil memberikan kontribusi dengan menaikan nama baik keluarga Elrick maka kamu harus mengerjakan dokumenku tiga bulan penuh," ucap Addison sambil tersenyum
"Baiklah, aku pastikan kalau dia hanya bisa merencanakan hal yang buruk di belakangmu," ucap Edmonia sambil mengangkat kacamatanya
Di dalam kamar barunya...
'Sepertinya mereka percaya hanya dengan perkataanku tadi, dengan begini aku bisa mencari investor dalam akademi nantinya,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan perasaan yang senang
'Sekarang aku harus menentukan langkahku selanjutnya,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil membalikkan lembaran kertas
*Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu
'Siapa yang datang di dekat jam makan malam seperti ini?' ucap Gressa di dalam hatinya sambil beranjak dari kasurnya dan berjalan ke arah pintu
"Ada perlu apa?" ucap Gressa sambil tersenyum saat membuka pintu kamarnya
"Nona Gressa, tuan muda berharap anda datang untuk makan malam bersamanya," ucap seorang pelayan sambil tersenyum
'Kenapa tiba-tiba dia ingin makan malam denganku? Apa dia curiga dengan yang aku lakukan?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan waspada
"Begitu ya, kalau begitu sampaikan kalau nanti aku akan datang ke ruang makan," ucap Gressa sambil tersenyum kemudian menutup pintunya
'Hah...'
'Aku rasa memang tidak ada pilihan untuk menghindari makan malam ini karena dia pasti akan curiga kalau aku tidak ingin makan malam bersamanya,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan pasrah
Di ruang makan...
"Edmonia, dia belum datang apakah terjadi sesuatu?" ucap Addison sambil menatap jam sakunya
"Yang benar kamu terlalu awal datang ke ruangan makan, pada saat di akademi kamu adalah orang yang paling susah di suruh makan tapi aku sekarang malah tidak percaya kamu datang ke sini lebih awal," ucap Edmonia sambil menaikan kacamatanya dengan tatapan terkejut
"Maafkan aku terlambat," ucap Gressa sambil membuka pintu ruangan makan itu
"Tidak apa-apa, aku juga baru datang tadi," ucap Addison sambil tersenyum
"Terima kasih, telah mengajakku untuk makan malam kak,"
"Kakak, pasti tidak hanya ingin makan malam denganku kan?" ucap Gressa sambil tersenyum
'Dia sangat cepat memahami situasi, seperti telah mengetahui yang ingin aku lakukan, aku harap dia benar-benar bisa membuat nama keluarga Elrick berkembang nantinya,' ucap Addison dengan tatapan terkejut sambil menyeringai
Apakah yang akan disampaikan oleh Addison? Siapakah yang akan memenangkan taruhan? Bagaimana kehidupan Gressa selanjutnya?
GRESSA'S SECOND LIFE