Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 55 Aku cerminan dirimu



"Tuan Baron Elrick membalas surat kalau, dia sama sekali tidak bisa datang ke istana kekaisaran untuk menyelidiki atau menyelesaikan kasus pembantaian bangsawan yang terjadi baru-baru ini, yang mulia," ucap seorang pelayan dengan ketakutan membacakan isi dari surat itu


"Ini sangat lancang sekali orang seperti dirinya tidak datang ketika dipanggil oleh raja,"


"Apakah dia sudah merasa bisa membangkang kepada kerajaan atau lebih hebat dibandingkan dengan keluarga kerajaan?" ucap salah seorang bangsawan di hadapan sang raja


"Seorang Duke saja, datang ketika dipanggil oleh yang mulia raja sedangkan dirinya malah tidak datang dan menganggap isi dari pesan sang raja adalah angin,"


"Dia sudah kelewatan yang mulia, bukankah kita harus memberikan dia hukuman?" ucap salah seorang bangsawan lagi dengan seringaian


"Kirimkan surat peringatan kepada keluarga Baron Elrick sekarang juga, jika dia tidak ingin datang saat surat peringatan ini di kirim maka dia harus di hukum mati karena memberontak," ucap Sang raja dengan tatapan tidak senang dan emosi karena keluarga Elrick yang dengan seenaknya menjawab tidak bisa datang ke keluarga kerajaan


Di mansion Baron Elrick...


"Apa kamu yakin tidak ingin datang? Semua bangsawan pasti akan mendesak untuk melakukan pembunuhan kepada dirimu,"


"Dan aku merasa dia sebentar lagi dia akan mengirimkan surat peringatan, jika kamu benar tidak ingin pergi bukan kamu saja yang akan di hukum mati,"


"Kamu sendiri tau bukan? Bagaimana dia bisa menjadi seorang raja kerajaan ini?"


"Membunuh semua orang yang berusaha tidak setuju dengan dirinya, dan tidak peduli saudara atau musuh, selama tidak berada di pihak dirinya maka dia akan pasti membuat darah mengalir dimana-mana,"


"Dan selama ini hanya ada satu-satunya orang yang selamat dari tangannya yang bahkan menjadi seorang pendeta," ucap Wilmer dengan tatapan khawatir


"Aku tau itu, dan juga dia pasti akan meminta aku untuk menyelidiki pembantaian para bangsawan yang terjadi baru-baru ini terjadi hingga membuat pihak bangsawan yang mendukung dirinya jadi ketakutan dan panik akan perbuatan dosa mereka,"


"Aku sedikit puas dengan kelakuannya jadi tidak terlalu menyesali perbuatan ini," ucap Addison dengan seringaian dingin


"Dibandingkan dengan masalah kerajaan, bukankah lebih baik kalau kita sekarang mencari organisasi itu? Semakin lama aku takut, aku tidak bisa mengendalikan lebih lama,"


"Aku tidak takut akan kematian tapi setelah aku mati pastinya Gressa akan sendirian di sini,"


"Aku tau pasti niat buruk kerajaan dan juga orang itu nantinya," ucap Addison dengan dingin dan kesal


"Memangnya kamu tidak bisa mempercayakan kepada gadis itu? Khawatir berlebihan bukan pilihan yang baik,"


"Melihat dirinya yang memiliki bisnis di usia yang muda, membuktikan bahwa dia adalah orang yang mampu tanpa dirimu, mungkin saja dia sudah siap dengan segala resiko yang akan diterimanya," ucap Wilmer sambil mengurus dokumen-dokumen yang telah di tandatangani


"Yang kamu katakan memang benar tapi sekarang ini semakin liciknya para bangsawan di kerajaan ini, aku hanya bisa berharap dia bisa bahagia dan tidak terjerumus di dalam permainan politik bangsawan,"


"Karena ibu sudah cukup membuat dirinya menderita di sini, menebus kebahagiaan dirinya di usia yang sekarang hanyalah hal yang sia-sia," ucap Addison dengan tatapan bersalah dan khawatir


"tok... tok... tok..."


"Wilmer, cek siapa yang datang," ucap Addison dengan dingin menatap pintu


"Baik tuan," ucapan Wilmer dengan singkat kemudian berjalan ke arah pintu


"Ada apa?" tanya Wilmer dengan tatapan dingin


"Saya ingin mengantarkan surat peringatan dari kerajaan," ucap pelayan itu dengan kepala tertunduk sambil menyerahkan surat itu


"Gressa, kenapa belum kembali ya? Aku jadi mengkhawatirkan dirinya," ucap Charlotte sambil menatap keluar jendela sambil berjalan kesana kemari


"Kamu memang sering khawatir kepada Gressa ya, kamu memang perempuan yang baik ya,"


"Bisakah kamu menarik ucapan yang kamu katakan? sebelah aku membuat dirimu dicambuk oleh sihirku," ucap Charlotte dengan tatapan tajam dan marah ke arah Shing


"Charlotte, kamu tidak perlu mendengarkan omong kosong yang dia katakan, dia hanya ingin membuat dirimu marah dan melakukan hal-hal yang bisa membuat dirimu jatuh hati kepadamu," ucap Jianying dengan dingin


"Tidak perlu mendengarkan katamu? Menurutmu aku bisa seperti itu?"


"Ah... tentu saja orang seperti kalian tidak pernah berada di posisi yang hina jadi kalian berbicara seperti itu,"


"Aku cukup mengerti," ucap Charlotte yang dengan gemetaran dan kepala tertunduk


"Shing, berlutut dan minta maaf kepada Charlotte," sebuah suara yang berasal dari pintu terbuka


"Gressa, sejak kapan kamu di sana?" tanya Charlotte dengan gemetaran dan terkejut


"Aku sudah ada sejak mendengarkan ucapan dari Shing,"


"Dan aku yakin dia mengetahui aku sudah berada di depan pintu dan menguji dirimu, kalau seandainya aku tidak berada di sini, apakah kamu akan bermuka dua atau tidak,"


"Karena menurut orang-orang timur pastinya sebuah kepercayaan tidak akan bisa dibangun dalam satu hari,"


"Charlotte, aku tidak ingin karena kita merasakan perasaan senasib kamu ingin berteman denganku,"


"Jika menurutmu, karena aku cerminan dirimu maka kita bisa berhenti berteman," ucap Gressa dengan tatapan tajam


'Memang benar kalau hal seperti ini memang sangat efektif untuk menguji kepercayaan seseorang, tapi aku bukan orang yang suka untuk mengetes orang dengan hal seperti itu,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan menyidik ke arah Charlotte


"Aku..."


"Memang benar, kalau aku awalnya hanya kasihan dengan Gressa karena melihat dirinya seolah adalah sebuah cermin untuk diriku,"


"Tapi lama-kelamaan aku merasakan kalau dia adalah perempuan yang kuat berbeda dengan diriku yang dulu yang membuatku memutuskan untuk selalu berada di sisinya kapanpun," ucap Charlotte dengan tatapan serius tanpa kebohongan sedikitpun di matanya


"Sekarang Shing, minta maaf kepada Charlotte,"


"Jika tidak aku pastikan kepalamu secara paksa mencium permukaan lantai," ucap Gressa dengan seringaian tipis, tatapan tajam dan aura menekan


"Gressa, dia tidak perlu," ucap Charlotte dengan singkat membuat Gressa terkejut kemudian menoleh ke arah Charlotte


"Kenapa tidak? Dia sudah bersikap kasar kepada seorang perempuan," ucap Gressa dengan mengerenyitkan keningnya


"Karena ada hal yang lebih baik dibandingkan meminta dirinya untuk meminta maaf,"


"Aku ingin dia mengawal kita ketika berkeliling besok, karena guru pembimbing masih memberikan waktu istirahat kepada kita," ucap Charlotte dengan senyuman lembut


'Mungkin karena memang dia adalah seorang protagonis jadinya dia bisa bersikap sangat lembut kepada orang lain tapi inilah mungkin yang harus aku lindungi dari orang lain,'


'Demi kehidupan panjang ku dan kekayaaanku,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan yakin


Apakah kehidupan itu akan benar-benar berlangsung panjang? Apakah yang akan terjadi kepada mereka selanjutnya?


Gressa's second life