
"Nona, pelan-pelan berjalan tidak perlu terburu-buru seperti itu,"
"Jika anda jatuh dan terluka hal ini tidak akan ditoleransikan oleh tuan Baron," ucap Noella sambil berlari menyusul Greessa yang berlari dengan begitu lincah berjalan-jalan di alun-alun kota
'Entah kenapa semalam aku merasakan kalau ada seseorang yang berbisik kepadaku, dan aku juga yakin yang di ucapkan itu juga bukan hanya mimpi, Lucius menyembunyikan sesuatu dariku,'
'Tapi apa yang dia sembunyikan dariku,' ucap Gressa sambil berjalan-jalan di antara ramainya kerumunan orang-orang yang sibuk melakukan kegiatan
"Apa kalian sudah dengar kalau baru-baru ini putra makhota ingin membatalkan pertunangannya dengan keluarga duke karena putri keluarga duke tersebut sangat egois dan sangat manja?" ucap seorang perempuan yang duduk di depan restoran kecil
"Dia pikir karena dia adalah tunangan putra makhota, dia bisa seenaknya mengekang putra makhota, yang pasti siapapun pasti akan risih dan tidak senang dengan perilaku perempuan itu," jawab perempuan yang ada di depannya
"Darimana kalian mendengarkan berita pembatalan pertunangan seperti itu?" tanya Gressa yang tiba-tiba menyambung dalam pembicaraan itu
"Kamu siapa datang-datang menyambung pembicaraan kami? Apakah kamu tidak tau sopan santun?" ucap perempuan yang duduk di depan restoran itu dengan tatapan dingin dan kesal
"Ah... Maafkan aku,"
"Aku hanya penasaran dengan rumor itu, jadi tiba-tiba menyambung dalam pembicaraan," ucap Gressa dengan senyuman kaku
"Yah tidak heran sih, jika kamu juga penasaran dengan rumor ini, karena ini rumor dan skandal terpanas saat ini,"
"Jadi biarkan aku memberi tau dirimu," ucap perempuan itu dengan tatapan serius
"Jadi baru-baru ini putra makhota menepis tangan putri keluarga duke dan dia pergi meninggalkannya ditaman,"
"Dan banyak orang yang mengatakan kalau raja pasti telah membatalakan pertunangan mereka berdua,"
"Kalau kami lihat raja pasti akan melakukan pembatalan pertunangan itu cepat atau lambat," ucapnya lagi dengan serius
'Ternyata hanya rumor yang dibuat-buat oleh mereka, karena menurut novel putra makhota membatalkan pertunangan karena dia mencintai pemeran utama dan juga sang antagonis meracuni pemeran utama,'
'Jika hanya muak mana mungkin dia akan membatalkan pertunangan ini,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan dingin
"Aku rasa lebih baik tidak menyebarkan rumor yang belum tentu kebenarannya karena hal semacam itu mungkin bisa membuat negeri kita berada di kehancuran," ucap Greessa dengan tatapan dingin dan tajam
"Hah..."
"Nona kecil, apa yang kamu tau? Dunia bangsawan selama ini seperti ini, dan skandal kecil seperti ini tidak pernah menjatuhkan sebuah kekaisaran dengan mudah,"
"Jika kamu tidak mengetahui apapun bukankah lebih baik untuk tidak ikut campur?" ucap perempuan itu dengan tatapan sinis
"Baiklah jika menurut kalian seperti itu," ucap Gressa dengan anggukan pelan kemudian pergi meninggalkan para perempuan yang bergosip buruk
'Novel ini ternyata jauh lebih mengerikan dari dugaanku,' ucap Greesa di dalam hatinya dengan tatapan dingin
Hari keberangkatan para siswa-siswi ke kerajaan Lavina telah tiba. Semua siswa dengan antusias menyambut perjalanan panjang yang dilaksanakan ini...
"Charlotte, apakah aku boleh tau siapa yang mengajukan perjalanan ke kerajaan Lavina?" tanya Gressa dengan tatapan penasaran
"Kenapa kamu penasaran?" tanya Charlotte dengan tatapan kebingungan
"Karena aku penasaran tentang perjalanan yang direncanakan ini," ucap Gressa dengan tatapan penasaran.
"Ini adalah perjalanan yang diberikan ide oleh Alesya sehari sebelum dia pergi kembali ke sekolah asalnya dan ide itu langsung di setujui oleh ketua dan wakil ketua dewan Kesiswaan,"
"Dan juga kita bisa bertemu dengan Alesya lagi nanti di akademi," ucap Charlotte dengan tatapan bangga
"Aku dengar dari ketua dewan Kesiswaan kalau Lucius izin sakit jadi dia memutuskan untuk tidak ikut dalam perjalanan ini,"
"Dan dikatakan juga kalau dia harus mengurus masalah-masalah yang ditinggalkannya sebelum pergi ke akademi dulu,"
"Jadinya anggota sekarang ada lima orang, aku harap nantinya tidak akan berkurang lagi," ucap Charlotte dengan tatapan khawatir
"Tenang saja, aku yakin walaupun kita hanya berlima nantinya, perjalanan ini akan tetap menyenangkan," ucap Gressa berusaha menyemangati Charlotte yang khawatir
"Terima kasih Gressa," ucap Charlotte dengan senyuman tipisnya
"Krett..." terdengar suara yang lantang dari pintu besar yang terbuka itu menandakan kalau mereka telah sampai di akademi kerajaan Lavina
"Cepat sekali sampai? Aku pikir kita memerlukan waktu dua hari untuk sampai?" ucap Gressa dengan tatapan terkejut menatap dari balik jendela kereta kuda
"Tentu saja, kita telah melakukan tujuh kali teleportasi dari tempat awal jadi perjalanan yang kita lakukan tidak akan terasa, ditambah lagi ini menghemat waktu kita untuk berjalan-jalan nantinya," ucap Charlotte sambil tersenyum tipis
"Kalau begitu kita sekarang turun dari sini, karena kereta kita banyak untuk pemeriksaan jadinya kita harus berjalan masuk ke akademinya," ucap Charlotte sambil turun dari kereta kudanya kemudian di ikuti oleh Gressa
"Woah..."
"Akademinya lebih besar dibandingkan dengan akademi Richardson," Gumam Gressa sambil menatap gerbang bangunan akademi yang menjulang tinggi itu
"Tentu saja, ini adalah akademi yang terbaik di dunia dan memiliki sejarah paling panjang di dunia," ucap seorang laki-laki bermata emas tanpa tubuh yang mendadak berada di depan mereka berdua
"AKHHHH..." teriak keduanya sampai membuat semua siswa-siswi melihat ke arah mereka
"Cale, mereka adalah siswa-siswi akademi sebelah, jangan berbuat onar,"
"Jika kakakmu tau kamu membuat keributan, dia akan membuat dirimu jadi pewaris keluarga kerajaan,"
"Dan aku tidak akan dapat menolong dirimu kalau kamu berada di istana kekaisaran," ucap seorang laki-laki yang menarik kerah baju laki-laki yang melayang itu
"Aku tau ini akan terjadi, dan karena aku sudah mendengarnya," ucap seorang perempuan dengan suara tidak asing berdiri di depan gerbang sambil memegang sebuah buku
"Tausend Schwerter," ucap perempuan itu sambil membuka buku itu yang tiba-tiba membuat seribu pedang bermunculan di atas kepala Cale yang kemudian mengejar dirinya
"Maafkan atas kelakuan adik laki-lakiku yang membuat keributan kepada para tamu sekalian,"
"Perkenalkan saya Alesya Erlan salah satu dari pemimpin dari tujuh gerbang akademi,"
"Aku harap kalian para tamu sekalian dapat menikmati waktu dalam pembelajaran bersama ini di akademi kami," ucap Alesya sambil memberikan hormat dan sambutan yang sopan
"Perkenalkan aku Cale Erlan pemimpin gerbang barat dan dunia iblis, maafkan atas candaan yang aku lakukan barusan,"
"Karena biasanya kami tidak bisa menerima banyak murid kunjungan, tapi karena hari ini kalian datang jadinya ini sangat berharga untuk kami," ucap Cale dengan senyuman ceria dan pakaian yang sedikit berantakan karena setelah di kejar oleh pedang-pedang terbang
"Kami harap kalian dapat menikmati waktu di akademi kami," ucap keduanya dengan serentak yang kemudian pergi entah kemana
Kemanakah kakak beradik itu pergi? Apakah yang akan terjadi selanjutnya di akademi Lavina?
Gressa's second life