First Love Duda

First Love Duda
Bapak Anak Sama Menyebalkan



Baby istirahat diruang ganti sambil memainkan ponsel. Beberapa karyawan, perias, penata busana dan photographer keluar untuk makan sore. Baby duduk gelisah mengamati jamnya, sudah hampir jam empat sore, pemotretan masih harus dilakukan.


Kalau dia telat bisa bisa Ken mengadu jika Baby pulang lebih dulu.


"Liat papa ku gak?" Tanya anak kecil yang sudah berdiri di sebelahnya.



Anak dengan bando itu datar tanpa ekspresi menatap wajah Baby. Gadis yang ditanyai menoleh kebingungan. Lalu menunjuk diri nya sendiri untuk memastikan Apakah anak kecil ini berbicara padanya.


"Lo ngomong sama gue?" Tanya Baby


"Emangnya disini ada orang selain Tante?"


What? Tante? , Baby geleng geleng saat mendengar gadis kecil yang super cerewet dengan wajah datar memanggilnya Tante.


"Eh anak kecil, gue gak setua itu sampe elo harus manggil gue Tante" ujar Baby menatap tajam anak kecil didepannya. "Panggil gue kak Baby"


Baby mengulurkan tangan kearah anak kecil didepannya. Bukannya menerima uluran tangan dari Baby, anak kecil ini justru melipat tangannya bersidekap dengan songong.


"Eh anak kecil gak tau sopan santun" kata Baby menarik tangannya.


"Tante yang gak punya sopan santun" balas anak kecil itu dengan bersungut.


"Apa kamu bilang? Gue punya sopan santun asal elo tahu"


"Kata papa orang sopan adalah orang yang berbicaranya pelan dan lembut" anak kecil ini berkacak pinggang sambil menasehati Baby.


"Terserah deh anak kecil" Baby berdecak sambil menatap kaca didepannya


"Tante tau papa Ara dimana gak?" Tanyanya


Baby memutar mata malas, lalu mengetuk kepalanya.


"Udah gue bilang kan, jangan manggil gue Tante" tekan Baby pada kalimat Tante "panggil gue kak Baby" titahnya


"Ya ya" anak kecil ini putar balik lalu duduk di kursi belakang. Tepat dibelakang Baby.


"Ngapain elo duduk situ, sana pulang dicariin ibu elo nanti" perintah Baby.


"Aku gak punya ibu. Ibu ku udah meninggal"


Glek


Baby hampir tersedak, dia tidak tahu kalau anak kecil ini adalah anak piatu. Sedetik dia merasa bersalah, namun tidak jadi setelah anak dibelakangnya ini justru melotot padanya.


"Biasa aja dong matanya, kenapa? Gue cantik buat elo?" Tanya Baby ngegas.


"Cantikan ibu Ara" kata anak kecil ini bersidekap


"Nama lo siapa?" Tanya Baby akhirnya


"Ara Carlina Gerilbadry" ujar anak kecil yang bernama Ara.


Baby hanya menatap Ara dari kaca didepannya, wajah kecil, tangan mungil Serta tubuh mungil itu masih setia duduk tegap dan menatap kearahnya.


"Lo tadi nyari siapa?" Tanya Baby menoleh kearah Ara.


"Papa" jawab nya cuek


"Siapa nama papa lo?"


"Rama Degestra Gerilbadry" ujar Ara menatap Baby lekat


"Panggilannya siapa anak kecil" Baby bersungut, berdiri tegak dan menghampiri Ara yang tengah menatap lurus.


"Papa lo panggilannya siapa?" Ulang Baby sambil duduk menyilang


"Adry" ujarnya


Baby manggut manggut. Kemudian terbelalak kala mendengar kalimat Adry yang keluar dari bibir Ara.


"Apa? Jadi papa lo si Adry itu?" teriak Baby shok


"Kenapa, Tante kaget ya tahu kalau papa ku CEO Sila?" Tanya Ara dari samping


Bukan karena Adry yang seorang CEO Sila tapi tentang Ara adalah anak Adry dan Ara tidak mempunyai ibu, itu artinya Adry seorang duda.


"Bukan gak punya ibu tapi ibuku udah meninggal" koreksi Ara dengan suara kecilnya


"Sama aja pe'a"


"Tante sekolah gak sih?" Tanya Ara dengan raut wajah serius.


"Sekolah lah" jawab Baby Menaik


"Kalau sekolah kenapa bodoh banget" cela Ara tajam


Baby terbelalak. Langsung melotot saat Ara menyelesaikan kalimatnya.


"Eh anak kecil, gue gak bodoh ya, gini gini gue juara 3" suara Baby kian melemah.


"3 dari belakang maksudnya" ucap Baby dalam hati


"Kenapa gak bisa bedain gak punya ibu dan ibunya meninggal?" Tanya Ara "Ara punya ibu tapi ibu Ara dipanggil Tuhan lebih dulu, kata papa cuman orang orang yang baik yang dipanggil Tuhan lebih dulu" Ara menatap lurus ke depan.


Jauh didalam hati Ara, Baby yakin ada rasa terluka yang dalam. Hanya saja anak kecil seperti Ara belum bisa mengatakannya.


"Terserah" ucapnya.


Suara pintu dibuka membuat Ara maupun Baby menoleh. Adry berdiri dengan setelah jas rapi dan langsung tersenyum saat melihat Ara.


"Udah dari tadi sayang?" Tanya Adry langsung berjalan mendekati Ara dan menggendongnya.


"Udah" jawab Ara digendongan Adry.


Ara langsung memeluk Adry begitu Adry menatapnya. Mengalungkan tangan dileher Adry dan memejamkan mata. Tatapan Adry berpindah ke Baby, ditatapanya Baby dengan tatapan seperti biasa, judes, menghunus dan tajam.


"Pulang yuk" ajak Adry pada Ara.


Baby mendegus. Gila aja , disini ada orang woy dan si Adry seolah tidak menganggap bahwa Baby ada di ruangan ini, menghirup udara yang sama dengan tatanan ruangan yang sama.


"Bentar" ucap Ara, sambil menegakkan kepalanya dan menatap Baby.


"Tante, kapan kapan kita ngobrol lagi ya" kata Ara kepada Baby.


Baby sempat kaget, kaget karena Ara memintanya bertemu lagi. Padahal diawal percakapan mereka , Ara dan Baby sama sama cekcok.


"Ngapain ? Debat lagi?" Ujar Baby sarkatistik


"Anak saya ini ngajak kamu ngobrol, kenapa gak diiyain aja, sukanya bikin orang emosi" sela Adry tajam


Baby memutar mata malas sambil bercimbik, anak sama bapak emang sama sama nyebelin.


"Iya iya" ucap Baby terpaksa.


"Da Tante" Ara yang berada digendongan Adry sudah dibawa keluar ruangan. Namun tetap saja sampai pintu tertutup Ara tetap melambaikan tangan.


Adry berjalan kearah mobil, menggendong anaknya dengan hati hati.


"Tadi ngobrol apa aja sama Tante yang didalam?" Tanya Adry begitu mereka berdua ada didalam mobil.


"Ngobrolin sekolahnya Tante" Baby memainkan kubik miliknya. "Ternyata tantenya gak pinter disekolahan" Ara tertawa.


"Makanya Ara harus rajin rajin sekolah. Biar gak kayak Tante tadi" ujar Adry sambil mengusap rambut anaknya.


"Tante itu baik sebenarnya pa" kata Ara memberitahu "tadi dia nemenin Ara ngobrol, padahal sebelum Ara sampe di pemotretan, Ara ngantuuukkk banget" cerita Ara dengan logat anak kecilnya.


Adry tertawa menoleh kearah Ara kecil yang seolah tertarik dengan Baby.


"Ara suka sama Tante tadi?" Tanya Adry


"Enggak, Tante itu nyebelin"


Ara menyenderkan kepalanya. Membuka buku buku dongeng yang ada di dalam mobil. Adry pun memacu mobilnya dengan hati hati. Selintas bayangan saat mata Baby menatapnya justru mengisi perjalanan Adry. Atau mungkin ini hanyalah pengaruh dari obrolannya antara Ara dan Adry barusan.


**Cast Baby Arya Kay Lovi



**