First Love Duda

First Love Duda
Extra part



πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


ini hanya extra part ya, karena kemaren Bara juga ada extra part jadi ini dibikin extra part.


sebelum baca extra part nya, jangan lupa ikut gabung grup Asiih Suyadii


caranya, di beranda cerita ada gabung grup, tinggal klik aja


nanti kita gosipin para tokoh ceritaku


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


Adry berjalan sambil membawa secangkir teh, dia duduk di belakang taman rumahnya, membaca buku super tebal dan tiba tiba terkekeh hanya karena membaca bacan novel romantis yang dibelikan Ara kemarin.


Katanya, Adry harus membaca cerita ******* yang baru baru ini sedang booming. Ditemani teh hangat, serta sinar matahari yang bergerak tegelam, Adry masih hanyut dalam bacaannya.


"Paaa" Ara muncul dari balik pintu, berjalan ke arah Adry yang tampak tidak memperdulikan kedatangan putrinya


"Papa lagi ngapain?" Ara duduk di sisi kursi Adry.


Lelaki yang memiliki keriput di sekitar mata itu tersenyum.


"Cerita nya lucu" kata Adry hampir menangis sangking lucunya


"Duh papa ah" Ara mengambil teh papanya, dan menyeruput teh itu


"Itu karya pertama Lo pa dari penulis Felix, cerita dia memang unik unik" Ara ikut menanggapi kalimat papanya.


"Oh ya, dia punya karya apa lagi selain ini?" Tanya Adry sepertinya tertarik menambah bacaan novelnya


"Emmm apa ya" Ara berdehem, mencoba mengingatnya "Tuan Sianga, itu keren banget pa" Ara mengacungi jempol


"Ini aja udah bagus untuk papa, dan ada yang lebih bagus lagi?" Adry geleng geleng tidak percaya.


Mendengar itu Ara tertawa lebar. Ara menertawai Adry yang terlihat cerdas dan banyak pengetahuan, tapi saatelahΒ  membaca sebuah novel, dia jadi orang polos


"Makanya jangan suka baca buku matematika" Ara mengejek


Adry menutup bacaannya dan menoleh kearah Ara


"Ilmu pengetahuan itu perlu" kata Adry


Ara masih cekikikan "Papa mau baca novel Ara yang lainnya?" Tawar Ara


Adry menggeleng "nanti, lain kali kalau sudah selesai papa baca yang lainnya" Adry berdehem "Kamu jangan terlalu sering membaca novel novel begini" Adry mengangkat buku nya


Mendengar papanya sudah berbicara seserius itu, Ara melipat bibir. Duh, Ara lupa, dibacaan Adry ada sedikit adegan dewasa, meski tidak banyak.


"Itu satu satunya novel Ara yang berbau dewasa"


Adry mengangguk "kamu yakin?" Tanyanya


Ara tersenyum simpul "kan buat edukasi pa" Ara mencoba mengelak nya


"Papa percaya sama kamu" Adry memegang tangan Ara "kamu harus bisa jaga diri, ingat perempuan itu bukan hanya dilihat karena cantik nya, tapi juga kecerdasannya"


Ara langsung memeluk Adry dengan perasaan senang, setidaknya Adry tidak marah karena novel bacaannya sedikit berbau dewasa


"Ara janji pa, Ara bakalan jaga diri" Ara melepaskan pelukannya "kan Ara calon metri pendidikan Indonesia" kata Ara dengan senang


Adry tersenyum bangga, lalu mengusap rambut anaknya. Dan melanjutkan kembali membaca bacaan yang baru setengah jalan di baca.


**


"Tante bunda" Ara berlarian begitu melihat Baby berada di depan koridor ruangan kepala sekolah


"Haiii" Baby melambaikan tangan dengan senang.


"Kesini sama siapa Tante bunda?" Ara mengatakan kalimat itu sambil terus memeluk Baby dengan kuat.


"Sama Om Ken" Baby tersenyum mengelus rambut Ara "papamu apa kabar?" Tanyanya


Ara melepaskan pelukannya, dan menoleh kearah Ken, lalu menyalami Ken sebentar


"Papa lagi demam sama novel novel Ara, Tante tahu gak, sekarang papa lagi baca cerita "Hotnes -CEO", kemarin dia marah marah karena mereka gak bersatu" Ara bercerita penuh semangat dan Baby tertawa lebar menanggapi ceritanya


"Tante ada perlu apa kesini?" Tanya nya


"Kamu tahu sekolahan kamu ini?" Baby menjedanya "Araba Grup akan ngambil alih"


Mendengar itu Ara geleng geleng "Wah, tante bunda hebat ya, perusahaan Tante bukan cuman perusahaan televisi doang tapi juga perusahaan penyokong pendidikan Indonesia"


Mendengar kalimat Ara yang seperti orang dewasa Baby tertawa terbahak bahak.


"Nih, ada cowok ganteng disini gak diajak ngobrol" Ken ikut bersuara karena kesal sedari tidak diikut sertakan


"Beb, gue duluan" Ken berjalan lebih dulu bersama para rombongan guru, sedangkan Ara dan Baby masih berpelukan.


"Ara kangeeen banget sama Tante bunda" katanya


"Tante bunda juga" Baby mengelus nya "kamu udah makan?"


Ara menggeleng "belum Tante Bunda" Ara tertawa "Masih olahraga soalnya"


**


"Paaaaa" Ara berteriak mencari papanya, Adry lelaki yang sedang dicari cari tengah duduk di kamar sambil membaca buku novel Ara.


"Ihh papa" Ara menggoyangkan lengan Adry karena tidak mendapatkan respon.


"Oh udah pulang" katanya


"Ih" Ara menghentakkan kaki dengan kesal karena dicueki oleh Adry.


"Ara tuh minjemin novel biar papa gak bosen dirumah, eh ini malah kecanduan baca novel" Ara bersungut kesal


Dan kekesalan Ara membuahkan hasil, Adry melepaskan kacamata dan menatap putrinya


"Abis cerita kayak gini bagus banget, papa belum pernah bacanya" Adry tersenyum "gimana sekolah kamu? Lancar?"


Ara mengangguk "Papa baca sampe mana?" Tanya Ara saat Adry mengangkat bacaan mengenai perjodohan


"Kamu tahu, cerita ini mirip banget sama cerita Om Baskara, jadi bikin papa ketawa tawa" Adry mengangkat novel yang sedang dia baca, dan dengan semangat menceritakan bacaannya.


"Ara udah baca" kata Ara menstop cerita papanya "nih pa Ara kasih tahu lagi"


Ara menunjukan ponsel nya, menunjukan sebuah drama kepada Adry. Lelaki itu tampak antusias, melihat seorang wanita menangis tersedu sedu dibawah hujan bersama seorang lelaki, lalu mereka berbicara dalam bahasa Korea.


"Ini ceweknya kenapa?" Tanya Adry dengan antusias


"Jadi, si cowok ini tuh Duda tapi dia CEO di perusahaan game, nah si cewek ini dia orang miskin. Karena hotelnya dibeli sama cowok ini jadi mereka jatuh cinta, oh ya ini ceritanya nanti ada action gitu pa, si cowok nanti masuk kedalam dunia game dan main game sampe bunuh orang" Ara menceritakan dramanya


"Oh ya semacam kecanduan game gitu ya?" Adry mengambil alih ponsel Ara karena penasaran dengan cerita putrinya


Suara ketukan dari luar membuat Adry bangkit membawa ponsel Ara, dia membukakan pintu dan melihat Pandu berdiri dengan jas yang rapi.


"Ma" sapa Pandu ramah


"Masuk Pan, rumah ku sedikit berantakan" kata Adry mempersilahkan Pandu masuk


Lelaki itu mengekori Adry dan duduk disofa. Mengangkat sebelah kaki dan tersenyum


"Aku nganterin undangan, lusa anak Alan ulang tahun ke dua tahun"


Pandu melirik ponsel yang sedang dibawa Adry, lelaki yang kini meletakkan ponsel tanpa mematikan tayangan Vidio nya.


"Berasa kayak anak anak ya aku, dianterin undangan ulang tahun, ngomong ngomong anak Alan yang kedua perempuan atau laki-laki laki, aku lupa he he" Adry tertawa diakhir kalimat, maklum akhir akhir ini dia jadi pelupa


"Perempuan" kata Pandu "makanya kamu ke Jakarta, jangan di Bandung terus" komentar Pandu


"Ram, kamu sekarang jadi anak KPOP?" Tanya Pandu memastikan


"Ha?" Adry menatap ponsel Ara lalu tertawa "enggak lah Pan, tontonan semacam ini cocok buat anak muda"


"Terus ngapain kamu ngeliatin film gak jelas kayak gitu?"


"Kamu tahukan sekarang aku udah gak kerja, aku pengen memperhatikan Ara lebih dekat lagi, ya dengan kayak gini" Adry tersenyum "dengan cara menyukai apa yang dia suka, jadi tiap hari aku bisa ngobrolin apapun sama Ara, tentang apa yang dia sukai"


Mendengar itu Pandu langsung murung, andai dia juga bisa melakukan hal semacam itu. Pasti dia lebih dekat dengan Oci.


"Beruntung ya kamu Ram, bisa memiliki cara untuk dekat sama anakmu" Pandu menatap kearah depan


"Pan, kadang berbeda pilihan sama anak gak selama salah. Percaya deh, Oci cuman butuh kamu paham sama dia, mungkin kamu bisa melakukan apapun yang anakmu sukai, kayak aku contohnya. Ara suka baca novel aku juga coba coba, Ara suka boyband NCT aku juga coba coba nonton mv-nya, ngapalin anggotanya dan nonton drama yang kadang di sudut pandang aku, tontonan semacam ini gak berguna, gak bermanfaat" Adry tersenyum "tapi sewaktu ada waktu luang bersama Ara, aku bisa ngebahas mengenaiΒ  NCT. Gosip gosip terbaru aktor Korea juga membahas cerita novel yang baru di beli"


Sampai sore hari, keduanya bercerita mengenai apapun, bahkan membahas masa lalu yang sudah dirasakan Adry sebagai masa yang asing.


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


Udah dikasih extra prat nih


Jadi jangan lupa mampir ke cerita aku yang berjudul "Planet Utopia"


Dan "Al Dan El"


Jangan lupa ditinggalin bintang dan jejak komen ya


Gracias πŸ’•πŸ’•πŸ’•


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹