First Love Duda

First Love Duda
Foto Model Pertama



Jam tujuh pagi Baby sudah bersiap siap dengan tas ransel yang memuat seluruh mata pelajaran. Iya. Seluruh mata pelajaran dari hari Senin sampai hari Jumat.


Buku buku itu nantinya akan Baby tinggal di loker sekolahan, juga Baby membawa beberapa alat makeup yang akan di gunakan untuk berdandan sebelum melakukan pemotretan bersama Sila grup.


Baby menuruni anak tangga, dengan tas ransel juga paper bag yang disembunyikan dibelakang tas.


"Ken buruan" teriak Baby lebih dulu keluar rumah


"Gak sarapan?" Tanya Rindu berteriak


"Sarapan di mobil aja, Baby buru buru. Kasih bekalnya ke Ken" balas Baby berteriak.


Baby duduk di kursi penumpang belakang, dia mulai dengan jadwal jadwal endorse yang harus di siarkan melalui snap atau pun feed Instagramnya, beberapa foto Instagram ble yang sudah di edit oleh Vio, dia posting dengan caption yang tentunya mengandung unsur iklan.


Ken membuka pintu mobil depan, melempar kotak bekal kearah Baby, hingga membuat ponsel Baby jatuh.


"Ati ati dong pak, gak ngerti banget majikannya lagi nyari duit" Baby memungut ponselnya dengan kesal


"Pindah kedepan" titah Ken meminta Baby berpindah duduk ke depan.


"Ogah, buruan jalan" pekik Baby


"Lo budeg atau bego sih. Buruan pin -dah ke depan, gue gak mau dikira sopir elo" maki Ken dengan menekan kalimatnya.


"Mulut elo pedes banget kalo ngomong. Udah kayak makan cabe sekilo" Baby berpindah dari duduk belakang ke depan. Setelah Baby duduk, Ken langsung membawa mobilnya meninggalkan rumah.


Selama perjalanan pun baik Baby maupun Ken sama sama terdiam. Baby sibuk dengan ponselnya sedangkan Ken dia sibuk dengan setir mobilnya. Hanya lagu lagu Maudy Ayunda yang menemani perjalanan mereka.


"Lo gak punya lagu lagu lain selain lagunya Maudy Ayunda?" Tanya Baby tanpa mengalihkan arah pandang ke Ken


Ken menoleh. Tentu dengan kerutan di dahinya.


"Punya" jawabnya singkat


"Ganti geblek, setiap kita dimobil lagu Maudiiii terus yang elo puter, gak bosen?" Tanya Baby.


"Enggak, gue suka sama Maudy" tukas Ken


"Tapi Maudy gak suka sama elo!"


"Lo diem, dan dengerin Maudy" titah Ken


"Ogah. Sampe kapan pun kalau elo gak ganti lagu di mobil elo, gue bakalan tetep ngoceh"


"Lo bener bener adeknya Ranti sama Deo ya, cerewet banget"


"Lo nyamain gue sama burung angkatnya papa?" Baby menoleh kearah Ken dengan tajam, menghunus tatapan itu dengan mendelik


Ken tidak terpengaruh justru menyunggingkan senyumnya dan tetap melanjutkan mobil dengan tenang.


"Eh setan, kalau gue adeknya Ranti sama Deo elo juga adeknya" teriak Baby


Baby teringat pada Ranti dan Deo yang meninggal saat dia masih kecil, ketika kandang Ranti jatuh kelantai, dan burung itu di jadikan mainan oleh baby. Bagaimana Baskara murka dan memarahi Baby habis habisan. Ranti dan Deo sudah meninggal saat itu, namun Baskara selalu membeli burung yang sama dan diberi nama yang sama. "Aneh" fikir Baby


Ken hanya menyikapi dengan tawa , kemudian berdehem "Maudy itu cerdas, cantik dan menarik. Jadi cewek itu bukan cuman cantik doang yang di banggakan tapi juga antitude dan otak"


"Percuma cantik kayak bidadari kalau dungu" sindir Ken


"Udah kotbahnya?" Tanya Baby menatap Ken "gue kasih tau. Jadilah diri elo sendiri tanpa membandingkan dan ingin terlihat sempurna untuk orang lain" balas Baby.


"Dengan jadi orang bodoh dan tidak merubah kebodohan, itu maksud elo jadi diri sendiri?" Ken memutar mobilnya "kalau udah tau salah kenapa gak dibenerin"


Ken menghentikan mobilnya sambil melepaskan seat belt. sebelum keluar, Baby menepuk dengan tas yang berisi penuh buku pelajaran dari Senin sampai Jumat ke kepala Ken.


"Aduh" runtuh Ken memegangi kepalanya


"Denger ya. Gue gak bodoh, hanya saja passion gue bukan di mata pelajaran. Passion gue di bisnis" ujar Baby keluar mobil


"Woy, itu tas elo isinya buku perpustakaan" teriak Ken yang sudah tidak digubris oleh Baby.


Baby terus berjalan sampai ke dalam kelasnya. Menyandarkan kepalanya di meja.


Brukk


"Iss PR muluuuu, heran deh. Mereka ini mau didik disekolahan atau didik dirumah sih. Perasaan lebih banyak ngasih PR daripada latihan" gerutu Baby sambil membuka tasnya


"Udah buruan kerjain. Daripada di hukum bu Zaenab lagi" kata Vio menggeser kursi dan duduk disebelah Baby


"Dua hari berturut-turut ketemu matematika terusss, bukannya pinter gue malah tambah goblok"


"Eh hari ini Lo foto perdana sama Sila grup ya?" Tanya Vio merapatkan kursi.


Baby sibuk menyalin PR milik Vio. Tanpa menoleh kearah Vio maupun melihat notifikasi di ponselnya yang terus terusan berdering


Baby berdehem menjawab pertanyaan Vio barusan.


"Lo nemenin gue kan nanti?" Tanya Baby pada Vio yang justru sibuk dengan ponselnya


"Sorry beb, gue ada les" ujar Vio tidak enak


"Les mulu, pintar kagak goblok iya" cela Baby


"Mendingan gue kali Beb, gue masih lima teratas dari juara elo" bela Vio sambil menjulurkan lidah


"Kenapa ya Kita jadi geblek begini?" Baby meletakkan pena diatas meja "andai gue pintar kayak Ken. Pasti enak, ujian juara satu terus, dapet hadiah dari sekolahan juga dari Mama papa " ujar Baby


Vio mengelus punggung Baby dengan lembut, lalu tersenyum.


"Gak papa beb. Elo goblok juga masih tetep gue temenin" katanya nyengir.


Baby ikutan nyengir lalu berhigh five ria bersama Vio.


**


Sepulang sekolah. Baby sudah memesan gocar , mengirim pesan pada Ken bahwa dia pulang lebih dulu.  Ken hari ini akan les sampai pukul lima sore, maka dari itu Baby harus lebih dulu sampai rumah sebelum Ken tiba, supaya Ken tidak mengadu pada Rindu ataupun Baskara.


Baby sudah sampai ditempat foto yang dijanjikan kemarin. Saat Baby masuk, dekorasi sebuah rumah bernuansa Korea, lalu ada beberapa lampu, fotographer yanga menata letak ruangan, dan perias wajah.


"Lah tau ada yang makeupin mendingan tadi gue gak usah bawa makeup" ucapnya lebih pada diri sendiri


Baby tersenyum menyapa terlebih dahulu. Saat dia duduk untuk di makeup oleh perias. Mata Baby terbelalak kala melihat Adry ada disitu.


"Ni orang ngapain sih disini, ngemis atau maling?" Gerutunya


Adry menoleh kearah Baby, lalu senyum diwajahnya pudar kala mata mereka bertatap. Baby pun menghadiahi cengiran kebencian pada Adry.


Setelah selesai makeup dan menggunakan pakaian pertama. Baby keluar dari walk in closet namun tidak sengaja bahunya bertabrakan dengan Adry.


"Mata Lo buta ya, Udah tahu ada orang pakek di tabrak segala" gerutu Baby tanpa tahu siapa orang yang dimaki makinya.


Adry terbebelak kala mendengar makian dari Baby yang pedas.


"Ternyata kamu cuman cantik doang tapi tidak punya antitude yang baik" kritik Adry dengan tampang menyebalkan.


Dia berjalan pergi, entah kemana yang jelas Baby tidak perduli.


Pose pertama, kedua dan ketiga fotographer berdecak takjup oleh pose pose profesional dari Baby. Bahkan beberapa kali dia memuji pose Baby yang sangat bagus, namun itu musnah kala Adry masuk kedalam ruangan dan menatap gerap gerik Baby.


Baby gugup, sampai beberapa kali salah dan dikritik oleh fotografer nya.


"Mbak tolong fokus " kata fotographer itu.


Baby tersenyum malu. Lalu berpose asal asalan, yang penting cepet selesai dan Baby tidak perlu ditatap seperti ini oleh Adry.


"Njir kenapa gue segugup ini sih di liatin Adry" gerutunya lirih



note : gimana gimana udah bisa nebak Duda nya siapa?


kalau yang udah tahu dudanya siapa, tahan dulu, jangan kemana mana


ceritanya bakalan seruuu, masih part awalan doang nih 💕💕💕💕💕