
Baby berputar putar dikamar Vio, sedari tadi dia tengah berpikir alasan apa yang bisa dipakai untuk membohongi orang tuanya. Baby mengigiti kuku tangan, suatu kebiasaan ketika dia berpikir dan itu yang selalu dibenci Rindu
"Beb, gue pusing ngeliat elo muter muter gak jelas kayak gitu" komentar Vio yang mulai jengah melihat temannya berputar tidak jelas
"Gue bingung gimana caranya buat gue bisa pergi ke Bali" kata Baby kembali dengan kuku tangan
Vio memutar matanya "Ngomong aja kalau elo mau nginep kerumah temen" sarannya
Baby berhenti melangkah, lalu berbalik dan menatap Vio dengan tatapan penuh arti.
"Tapi siapa temen yang bisa gue jadiin alasan?" Tanya Baby dengan raut wajah serius
Vio ikut berfikir, kalau dirinya yang dijadikan alasan itu sangat tidak masuk akal. Orang tua Vio dan Mama Baby sangat dekat, bahkan sudah seperti keluarga, otomatis kalau Baby akan pergi dengan Vio, maka Rindu akan mencari kepastian pada orang tua Vio.
"Siapa temen elo yang dipercaya orang tua elo?" Tanya Vio
Baby memutar mata sambil berdiri, dia bergerak kesana kemari.
"Siapa?" Baby justru bertanya kembali pada Vio
"Gue ini nanya elo Maimunah" kata Vio gemas
"Siapa, gue gak punya temen yang bisa diandalkan soal gituan"
Baby duduk di ujung ranjang, menatap cermin didepannya yang gagah memperlihatkan wajah cantik Baby.
"Kalau gue gak datang ke acara pemotretan itu, bisa bisa gue dipecat" kata nya sedih.
Vio tidak menanggapi justru melanjutkan kegiatannya mewarnai kuku.
"Mana besok gue bakalan tampil di caltwalk lagi, aahhh gimana dong" Baby berguling di ranjang membuat kegiatan mewarnai kuku Vio menjadi berantakan
"Bisa gak sih, gak usah gitu, kuku gue jadi jelek gara gara elo" cicit Vio kesal
"Ye cuman masalah kuku elo ribetin" Baby menegakkan tubuhnya, lalu membuka ponsel
"Lo kenal Rike gak?" Tanya Baby pada Vio
"Rike siapa? Rike Ardila?" Tanya Vio asal menebak
Baby menghentikan tangannya saat menggulir laman Instagram, dia bergumam dengan lirih nama yang disebutkan Vio barusan
"Emang ada ya temen kita yang namanya Rike Ardila?" Tanya Baby memastikan siapa orang yang dibicarakan Vio tadi
"Itu penyanyi terkenal yang udah meninggal"
"Itu Nike Ardilla, bego" Baby gemas sendiri dengan Vio yang asal menebak tanpa difikirkan terlebih dahulu
"Ah cuman beda R sama N aja" Vio masih keukuh kalau ucapannya tidak salah
"Serah deh" Baby menggulir laman, tidak sengaja dia meng like postingan Oci terbaru, lalu matanya langsung terbelalak ketika membaca caption di postingan Oci
"Siap siap pergi liburan" gumam Baby lirih membaca caption di postingan Oci.
Seketika itu ide berlian muncul di kepalanya, Baby langsung mengirim pesan ke Oci, bertanya kapan dia akan pergi liburan, dan dimana dia akan pergi berlibur
Baby
Kapan elo liburan? Dimana?
Lama Oci tidak membalasnya, hanya membaca, dan itu membuat Baby geram sendiri, dia langsung mengirim pesan yang sama sampai puluhan kali.
"Mampus Lo, hp bunyi terus" kata Baby dengan gemas
Oci
Bringsik Lo!!!
Baby
Kapan elo berangkat liburan? Dan liburan dimana?
Oci
Lusa gue berangkat, di rumah nenek gue
Baby
Dimana rumah nenek elo?
Oci
Singapura
"Yes" Baby berteriak dengan kencang membuat Vio menatap Baby heran
"Ngapain lo?"
"Kayaknya gue punya alasan buat pergi pemotretan di Bali" ujar Baby dengan senang.
"Apa?"
"Nanti aja gue WhatsApp, sekarang gue mau cabut pulang" Baby langsung berlarian sambil membawa tas kecilnya
"Woy, apaan?" teriak Vio dari atas tangga
Seperti biasa dia sampai dirumah ketika Baskara juga sudah ada dirumah, menatap wajah papanya yang sedang menikmati teh sambil membaca artikel. Rindu, ah Mama nya sedang memasak di dapur.
"Papa" Baby langsung memeluk Baskara dari belakang, dan lelaki yang dipeluknya hanya berdehem
"Baby boleh gak liburan bulan ini" kata Baby langsung pada intinya
Mendengar kata liburan, guliran tangan Baskara langsung melemah, dia melepaskan kacamata dan menatap wajah putrinya.
"Liburan?" Ulang Baskara yang dijawab dengan anggukan antusias dari Baby
"Tapi papa gak bisa" Baskara menyesap teh "kamu tahu kan kalau papa mau buka perusahaan cabang di Sumatera" lanjutnya
"Kalau gitu, Baby ikut Oci kerumah neneknya" kata Baby dengan wajah memelas
"Oci?" Ulang Baskara sambil menaikan alis "Bukannya nenek Oci ada di Sangapura sekarang ?"
Baby mengangguk lagi "yah pa, boleh ya, lagian Baby gak pernah jalan jalan" kata Baby memohon
"Terlalu jauh buat kamu pergi sendirian" lagi lagi Baskara menyesap teh nya
"Gak sendiri pa, kan ada Oci"
"Mama mu pasti ga setuju" Baskara membuka kembali ponselnya
"Kalau gitu ayo kita liburan" ujar Baby dengan Menaik
Baskara menoleh putrinya sambil geleng geleng.
"Gak bisa, papa banyak kerjaan di kantor"
"Yaudah, kalau gitu biarin Baby liburan sama Oci, yah pa, pleaseeee" pinta Baby sambil menjelaskan wajahnya.
Baskara menghela nafas, memang Baby selalu tertinggal soal liburan. Ken sering pergi dengan Yoshua temannya untuk berjalan jalan sedangkan Baby selalu dirumah.
"Kapan berangkatnya?" Tanya Baskara membuat lengkungan lebar di wajah Baby.
"Lusa"
"Berapa hari?" Tanya Baskara
"Paling bentar seminggu paling lama sebulan" kata Baby sambil nyengir
Baskara langsung melirik anaknya dengan tajam. Lalu berdecak
"Minggat aja sekalian. Gak usah pulang, liburan kok sebulan" cicit Baskara membuat Baby tertawa cengengesan
"Ha ha papa bisa aja" Baby memukul pelan lengan Baskara "Seminggu pa seminggu" kata Baby terlihat senang
"Yaudah, ijin sama Mama mu dulu, kalau mamamu iya papa juga iya" kata Baskara melanjutkan membaca artikel lagi
"Siap bos" Baby berlarian kearah dapur, Kemana lagi kalau tidak menemui Rindu yang tengah memasak untuk suaminya.
"Mamaaaa" Baby memeluk Rindu dari belakang, sampai orang yang dipeluk hanya bisa tersenyum
"Ada apa sayang?"
"Mah, Baby ijin mau ikut Oci liburan ke rumah neneknya" kata Baby
Rindu menghentikan gerakan mengaduk sayur, lalu mematikan kompor dan menatap wajah putrinya. Kalau sudah begini berarti obrolan mereka sangat serius
"Dimana rumah nenek Oci?"
"Singapura" kata Baby tersenyum
"Terlalu jauh buat anak gadis seperti kamu" tolak Rindu
Baby langsung cemberut. Kalau soal ijin dengan Rindu memang selalu ribet, seperti meminta tanda tangan lima puluh pejabat.
"Tapi papa udah ngijinin"
"Mama enggak" tolak Rindu tegas
"Kalau gitu ayok kita liburan, ayok pergi ke Kanada, Baby pengen kesana" pinta Baby yang membuat Rindu menarik nafas panjang
"Mama gak bisa, Desember ini mahasiswa Mama UAS, Mama harus nyiapin soal soal ujian"
"Tukan, Mama sama papa tu egois, Baby gak boleh liburan sendiri tapi kalian gak mau diajak liburan" rengek Baby
Rindu menarik nafas lalu menepuk bahu putrinya.
"Tapi beneran kan perginya sama Oci?" Tanya Rindu untuk memastikan
Baby mengangguk berulang ulang, berharap alasannya kali ini diterima oleh Rindu
"Kapan berangkatnya?" Tanya Rindu melemah
"Lusa, Baby gak minta uang saku kok, yang penting Mama sama papa udah ngijinin"
"Mana bisa Mama gak ngasih uang saku disaat kamu mau pergi jauh" ujar Rindu Menaik
Mendengar itu Baby tersenyum lebar sambil memeluk Rindu. Soal uang kadang Rindu menjadi orang pelit namun dia juga orang yang perhatian soal uang ketika anaknya akan pergi jauh ,