
Meski Baby tidak sempat masuk dan bertemu Rama, tapi dia sudah menyapa Alan dan Pandu yang datang dari Jakarta. Rama memang jarang ke Jakarta, kalaupun dia ke Jakarta selalu bertemu Baskara di kantor.
Baby, sudah duduk didalam mobil, menunggu Ken dan juga orang tuanya. Sambil berfoto dia mengambil sebuah masker untuk menutupi mulutnya, bergaya ala Jeon Jungkok saat di bandara, Baby mengangkat dua jari.
Tok tok
Ken mengetuk kaca mobil, dengan mengangkat alis tanda bertanya "apa". Baby masih saja duduk di kursi tanpa mau beranjak.
"Keluar" kata Ken pada Baby.
Baby menurut, keluar dari dalam mobil tanpa melepaskan masker hitamnya.
"Kenapa sih?" Tanya Baby bersidekap
"Pamitan dulu sama Om Rama"
Baby melangkah, menemui Rindu dan Baskara yang berdiri didepan lelaki berambut panjang serta jenggot memenuhi mulutnya.
"Elo yang tabah Ram, semua pasti ada hikmahnya"
Rama menarik senyum meski tipis, sembari menggendong anaknya yang baru kelas dua SD.
"Thanks Bas" ucapnya lirih
Baskara menepuk bahu Rama , menguatkan
"Nanti kalau ada apa apa kabari kita, gue sekeluarga pasti bakalan bantu elo"
Lagi lagi Rama hanya tersenyum tipis.
"Yaudah gue sama anak anak mau pulang dulu, jangan lupa kalau ada apa apa kabarin aja gue"
"Thanks Bas, semuanya gak bakal gue lupain" Rama menunduk. "Dan hutang pengobatan istri gue"
"Ram, Lo gak usah fikirin, kita temenan udah lama. Jadi santai aja" Baskara tersenyum
Ken menyalami Rama, begitu juga dengan Baby. Setelah mereka melangkah kearah mobil, Rindu menepuk bahu Baby dengan lembut
"Lain kali kalau lagi ngomong sama orang tua, maskernya dilepas" nasihatnya "itu gak sopan" sambung Rindu
Baby hanya memutar bola mata malas sambil menarik pintu mobil, dia baru membuka masker dan menyenderkan kepalanya di sandaran kursi mobil.
Mobil Baskara meluncur setelah membunyikan klakson pada Rama.
"Pa, Om Rama itu nikahnya duluan mana sama Om Pandu dan Om Alan?" Tanya Ken tiba tiba.
"Mulai kepo urusan orang" cicit Baby.
"Duluan Om Alan terus Om Pandu yang terakhir Om Rama" jawab Baskara.
Baby memajukan duduknya "lha kok baru punya anak satu, masih kecil lagi"
"Papa gak tahu soal itu" tukas Baskara membelokan mobil "yang papa tahu Om Rama sama almarhum Tante Sisil lama punya anaknya karena Om Rama punya masalah sama spermanya" terang Baskara yang tiba tiba mendapatkan pukulan dari Rindu.
Baskara menoleh dan langsung mendapatkan pelototan darinya.
"Lagian mereka juga udah dewasa dan udah ngerti yang begituan ma" kata Baskara membela diri
"Ya tapi mereka gak seharusnya tahu diumur segini pa"
"Emangnya Mama, telat tahu yang begituan"
Baby menyenderkan kepala lagi "kasihan ya" ucapnya lirih.
Rindu dan Baskara menatap Baby bersamaan dari depan spion.
**
SMA Araba .......
Pagi sekali Baby sudah rapi dengan seragam sekolahnya, naik kedalam mobil dan menunggu supir pribadi mengangtarkannya sampai ke sekolahan.
"Lelet banget sih jalannya, udah kayak miss Indonesia aja" cela Baby dari jendela mobil
"Lo tahu gak sih kalau waktu adalah uang, dan elo udah ngebuang buang waktu gue, heran deh. Orang kok doyan banget telat" Baby masih berdecak meskipun si Ken sudah duduk di kursi pengemudi
"Pakek sabuk pengaman elo" titah Ken
Ken memutar mata malas pada jalan depan gerbang rumahnya, tiba tiba dengan sengaja Ken menabrak pembatas jalan dan mengerem mendadak sehingga tubuh Baby terhuyung ke depan.
"Bangsat" umpat Baby "Lo kira kira dong kalau nyupir, bisa nyupir enggak sih, udah tahu pembatas jalan masih aja elo tabrak"
"Makanya pakek sabuk pengamannya" titah Ken dengan pelototan tajam
"Jadi elo sengaja nabrakin pembatas jalan supaya gue pakek sabuk pengaman. Eh gue bisa laporin elo ke polisi ya atas dasar percobaan pembunuhan"
Sruppp
Tepat saat Baby menyelesaikan kalimatnya, Ken sudah menyumpal mulut Baby dengan tisu, hingga dia mencak mencak semakin menjadi.
Kalau saat saat seperti ini rasanya Baby ingin marah tapi masih bisa dia tahan baik baik.
"Balik sekolah gak usah sore sore, gue mau foto endorse"kata Baby dengan suara melemah.
"Gue ada les fisika hari ini"
"Eh Ken, kenapa gak semua buku yang di perpus itu elo rebus terus airnya elo minum, biar pinter kayak Habibie" ledek Baby
Ken membelokan mobil kesekolahan SMA Araba yang dua tahun ini sudah menjadi SMA terfavorit se Jakarta.
"Gue gak nyalahin sih kalau elo juara dua dari belakang"
Ken memarkirkan mobil dengan rapi, lalu berniat membuka pintu namun kepalanya terasa terpentok sesuatu dari belakang.
Bugh
Baby memukul dengan tumpukan buku biologi yang tebal. Saat Ken berniat membalas Baby buru buru keluar dari mobil dan lari ke kelasnya.
"Hari yang menyebalkan" decak Baby kesal.
Dia berjalan sambil berlonjak riang, melihat beberapa siswa siswi yang tengah duduk didepan kelasnya atau sedang berjalan di koridor sekolahan. Matanya bertemu Lydia didepan kelas XI IPA 1. Baby langsung bersidekap dengan congkak.
"Cabe sekarang harganya murah murah ya" kata Lydia kepada Vera teman nya.
"Katanya sih cabe murah karena kualitasnya yang gak bermutu" timpal Vera sambil menyindir Baby
Baby tersenyum dan memiringkan kepalanya "denger denger anjing sekarang lagi seneng senengnya nyindirin orang ya"
Setelah mengatakan kalimat itu Baby menabrak bahu Vera dan Lydia bersamaan.
"Brengsek elo cabe murah" teriak Lydia menggebu di isi koridor.
"Dasar cabe busuk" timpal Baby.
Baby terus berjalan melewati kelas kelas hingga pada kelas XII IPA 1, seseorang menghentikan langkahnya.
"Eh beb. Elo masuk punya fotonya Ken yang ada abs nya itu gak?" Tanya seseorang penggemar Ken.
"Masih dong, kenapa elo mau minta?" Tanya Baby pada siswi didepannya ini
"Mau dong. Berapa harganya?"
"Murah kok 200 rebu udah gratis sama gifnya si Ken" kata Baby mulai promosi
"Mahal banget sih beb, perasaan photocardnya si Chanyeol gak semahal itu"
"Ya kalo gak mau ya udah, gak usah pakek ngehina segala. Susah amet sih" teriak Baby menggebu.
"Tapi fotonya beneran si Ken toples dada kan?" Tanya siswi itu memastikan.
"Iya lah, namanya abs, lebih sexsy dari Kai EXO bahkan" kata Baby mengompori agar siswi ini membeli foto Ken.
"Yaudah gue beli Poto itu, tapi awas ya kalau sampe gak keliatan sexsy"
"Kalau kurang sexsy besok gue fotoin si Ken telanjang"
Siswi itu akhirnya memberikan uang dua ratu kepada Baby. Dengan cengiran puas Baby menerimanya dan langsung mengirim foto vulgar si Ken yang didapat dari penyeludupan rahasia ke kamar si Ken.
Sebenarnya ponsel Baby lebih banyak terisi foto foto Ken yang diambil secara diam diam oleh Baby. Si Ken lelaki pendiam disekolahan, dinilai terlalu dingin dan kolot sampai tidak ada sosial media, hanya WhatsApp yang dia miliki, itupun Baby yakin yang tahu hanya keluarganya dan teman dekatnya si Yoshua.
note : jadwal apdate setiap Rabu dan Jum'at