
"mana mobil " Baby langsung menghadang jalan Ken ditengah koridor. Memancing keributan siswa siswi yang melintas diantara mereka.
Tetapi sekali lagi, meskipun Baby mendapatkan tatapan kagum dari para cowok dan ditatap bengis para cewek dia tetap cuek.
"Lo budeg? gue tanya kemana kunci mobil gue?"
"Mobil elo?, gak salah?" Ucap ken yang menaikan alisnya.
Baby masih belum lupa tentang kejadian diruang Bk tadi dan berkat itu Baby dengar orang tuanya akan dipanggil kesekolahan.
Tentu saja sekolahan tidak akan memberikan surat panggilan itu ke Baby melainkan memberikan ke Ken yang nantinya akan diberikan ke Baskara dan Rindu.
"Iyalah itu kan mobil bokap gue"tantang Baby dengan mendongakkan dagunya
"Bokap elo bokap gue juga bdw" Ken sudah berjalan melewati Baby.
Baby langsung mengejar dari belakang dan bersiap menumpahkan sumpah serapah nya bila perlu.
"Sejak kapan elo jadi anak bokap gue. Eh gue kasih tahu ya, elo cuman ke daftar di kartu keluarga aja, secara takdir kita bukan SAUDARA"
"Terserah" jawab Ken terdengar pasrah.
Baby semakin menjadi, dia mengikuti dari belakang Ken dan menarik kemeja putihnya sehingga kemeja itu sedikit keluar ke belakang.
"Eh Ken Lo budeg ya atau emang tuli" umpat Baby yang membuat sebagian orang geleng geleng kepala.
"Eh setan. Elo bisa diem bentar gak sih"
Baby langsung berhenti berjalan, bahkan berhenti menatap Ken dengan hati yang tersayat luka. Ini pertama kalinya Ken menaikan ucapannya, bukan karena kalimat "setan" melainkan karena nada bicaranya meninggi
Baby langsung menangis sesegukan dan itu membuat Ken terlihat takut. Ken takut saat melihat Baby menangis, dari kecil bahkan sampai sebesar ini.
Setelah meminta maaf pada Baby, akhirnya dengan berat hati Ken memberikan kunci mobil ke Baby. Dia bahkan meninggalkan les fisika nya demi mengikuti kemana Baby akan membawanya.
"Ken gue denger gue dapet surat panggilan ya?" Tanya Baby masih fokus kejalan.
Ken hanya menjawab dengan deheman, dia terlalu fokus pada buku nya.
"Jangan dikasihinya ke bokap ya, pleaseee. Nanti uang jajan gue di potong sama Mama" mohon Baby dengan suara memelas yang dibuat buat.
"Lagian kenapa sih elo pakek acara dipanggil BK segala?" Tanya Ken akhirnya menatap Baby lebih lekat.
"Mungkin dia rindu" ujarnya acuh.
"Beb, Lo bisa gak sih serius dalam belajar. Bukannya maen hp yang di besarin" nasihat Ken
"Mulut lo udah kayak emak emak aja sih, gue yang cewek gak setajam elo. Kenapa elo kayak gitu, heran deh" cibir Baby
"Lo mau kemana sih?" Tanya Ken tiba tiba karena Baby merubah jalur mereka.
"Ketemu calon brand edorse gue" jawab Baby dengan suara tenang
"Gak mau, puter balik gak" pinta Ken penuh penekanan "demi Tuhan. Gue gak sudi elo ajak buat urusan gak penting elo itu"
Baby menoleh, menatap tajam kakaknya. "Congek, elo gak tau diri banget sih jadi anak" maki Baby "asal elo tahu ya, elo itu cuman numpang di perut Mama gue, dirumah gue dan di kartu keluarga gue. Jadi elo tau diri dikit lah jadi anak"
Ken mendegus, memutar bola mata.
"Terserah elo ya, pokoknya berhenti" titah Ken tajam.
"Ogah"
"Baby" Ken menarik tangan Baby sehingga mobil yang mereka kemudikan sempat oleng
"Heh setan, elo bego ya. Kalau kita kecelakaan gimana? Mikir dong"
Baby tidak akan bisa membawa Ken menemui kliennya, jika dia membawa Ken maka Ken akan merusak semua nya. Baby memutuskan akan meninggalkan Ken di sini, masa bodo untuk urusan di marah Baskara , karena sejak awal Baskara akan tetap marah jika tahu Baby mendapat surat panggilan dari sekolah.
"Turun deh, kayaknya ban mobil kita kempes" kata Baby dengan air muka yang serius.
Ken menoleh kekanan dan kiri, ditengah jembatan sungai yang kecil serta tidak banyak pemukiman penduduk. Baby menarik nafas berusaha mengatur wajahnya supaya Ken tidak menaruh curiga.
"Turun cepet" pinta Baby.
Saat Ken turun Baby dengan cepat memacu mobilnya meninggalkan Ken.
"Mampus lo, gue tinggal kan. Suruh siapa nyebelin jadi orang" kata Baby lirih.
Sebenarnya rute yang dipilih Baby bukan rute menuju perusahaan tempatnya membuat janji, karena jika Ken tahu dimana Baby akan pergi maka itu akan menyulitkan kerja Baby.
Sampai didepan perusahaan sila, Baby langsung mengatur penampilannya supaya menarik. Tidak lupa di pom bensin tadi dia sudah mengganti pakaian supaya lebih menarik.

Dia mengenakan kemeja dan rok kotak kotak kuning yang dikombinasikan dengan baju hitam. Saat sudah siap Baby menuju arah parkir mobil.
Brakk
Mobil yang dikemudikan Baby menabrak bemper belakang mobil seseorang. Baby berdecak.
"Duh gimana nih, baru mau tanda tangan kontrak udah buat masalah" ujar Baby memukul kepalanya.
Baby turun dari mobil dan celingukan untuk mencari pemilik mobil itu. Seseorang yang berada didalam mobil keluar dengan tampang marah.

Lelaki yang mengenakan setelan jas putih itu terlihat fashioneble di tubuhnya.
"Ma maaf mas" ujar Baby meminta maaf pada lelaki yang terlihat sebagai mahasiswa akhir. Mukanya kusut mikirin skripsi.
"Apa kamu bilang? mas? " Ulang orang yang berdiri didepannya sambil memijat pelipis.
"Iyup"
"Iyup" ulang lelaki didepan ini dengan wajah frustasi "dimana sopan santun kamu sama orang tua?" Tanya lelaki berjas hitam sambil berkacak pinggang.
"Orang tua, emangnya mas setua apa?" Teriak Baby memanas.
Baby paling tidak bisa di pancing emosi.
"Mau tau umur saya berapa? Umur saya 43 tahun" teriak lelaki didepan Baby yang lebih layak dipanggil Om
"What 43 tahun Tua banget dong, pantes suka ngegas" cibir Baby sambil melengos
"Ngegas kamu bilang, siapa yang gak akan marah kalau tahu bemper mobilnya ditabrak sama anak kecil kayak kamu"
"Denger ya mas, eh salah Om. Saya ini bukan nabrak bemper nya Om tapi gak sengaja kesenggol dikit. Paham dikit dong sama istilahnya, terus ya jangan bilang saya ini anak kecil, umur saya 17 tahun" teriak Baby menjadi.
Dia langsung berjalan pergi sebelum oom gila itu mengejarnya. Dan benar lelaki berjas itu tidak berhenti disitu dia mengejar Baby sampai Baby dihalaman perusahaan. Lelaki itu menarik bahu Baby dengan kuat.
"Tanggung jawab sama bemper mobil saya" ucap oom gila didepannya
"Tanggung jawab, enak aja. Mobil gue juga lecet tau gak. Situ sehat minta ganti rugi?"
"Karena kamu yang nabrak mobil saya duluan"
"Bodoamat" teriak Baby.
"Kalau kamu gak mau ganti rugi atas kerusakan mobil saya, saya akan laporkan kamu ke polisi" ucap Om Om dibelakang yang membuat Baby menghentikan langkahnya.
Gak bisa dibiarin, kalau dibiarin oom gila ini akan bertambah stres. Enak aja mau ngelaporin Baby, dengan sekali teriakan Baby mulai menjadi gila dan membuat oom oom dibelakang ini pucat pasi
"Tolong tolong saya mau diperkosa oom gila ini ,tolooonggg" teriak Baby.