First Love Duda

First Love Duda
Ancaman dari Rike



Baby duduk di kolam renang seorang diri, dengan pakaian pendek diatas lutut, baju krop dan jus lemon yang menemani waktu santainya. Dia menatap ponsel dan membaca beberapa pesan yang masuk ke DM.


"Dipanggil papa" tiba tiba suara dari makhluk paling menyebalkan di bumi terdengar, dengan malas Baby menoleh.


"Sumpah ya Ken, kalau ada penghargaan sodara paling menyebalkan di bumi, elo orang pertama yang dapet juara" cerocos Baby sambil menegakkan tubuh.


"Bodo" jawab Ken berlalu pergi.


Baby berjalan menemui Baskara yang tengah duduk menonton televisi bersama Rindu. Baskara menonton tayangan bola sedangkan Rindu membaca buku super tebal ditangan.


"Apa?" Bukannya duduk, Baby langsung menyerodok dengan pertanyaan.


Baskara menoleh dengan jengah "duduk dulu" titahnya tegas.


"Astaga aroma aroma diceramahin tercium" tukas Baby ngaco.


Rindu hanya melirik sekilas wajah Baby, lalu menatap kembali buku ekonominya.


"Papa udah daftarin kamu les"


Tiba tiba sebuah kertas lembar di sodorkan Baskara pada Baby. Gadis itu berdecak dengan kesal, lalu menatap papanya dengan lirikan paling tajam milik Baby.


"Kenapa gak di daftarin mati sekalian sih" gerutu Baby


"Baby, jaga bicaramu, kamu itu anak perempuan" sela Rindu sambil menutup buku.


"Papa daftarin kamu les, supaya nilai kamu bisa naik" kata Baskara


Baby berdiri, menghentakan kakinya lalu berteriak dengan lantang "demi kantong ajaib Doraemon Baby gak mauuuuu" Baby memilih pergi


"Baby, orang tua belum selesai bicara"


"Voice note aja, kirim ke WhatsApp Baby, kalau ada waktu nanti Baby dengerin" ujarnya menaiki tangga.


Baskara dan Rindu geleng geleng, heran dengan kelakuan anak keduanya yang sangat sulit dikendalikan.


"Anak mu itu" ucap Rindu tiba tiba.


Baskara menoleh lalu menyandarkan kepalanya ke bahu Rindu dengan manja.


"Persilangan antara sel kita ma" kata Baskara


**


Baby duduk dikantin bersama Vio, menikmati semangkuk soto dan jus jambu yang paling nikmat di santap saat jam istirahat.


"Eh Lo udah tahu Lydia pacaran sama anak UI belum?" Tanya Vio disela sela mereka tengah menyantap makan.


Baby menggeleng, mengaduk sotonya dan menyuapkan ke dalam mulut.


"Namanya Manik, kalau gak salah dia presiden BEM gitu, pinter, kaya juga" Vio menyodorkan foto Manik kearah Baby.


Ditatapanya selintas lalu Baby nyengir "mungkin dia nyari yang pinter supaya memperbaiki sel otak anaknya besok"


"Seharusnya elo nyontoh si Lydia" kata Vio.


Baby mendelik, lalu mendegus "nyokap gue pinter. Bokap gue rada rada pinter anehnya cuman si Ken yang mewarisi kepintaran nyokap gue, sisa kegoblokannya di warisin ke gue" Baby mengunyah sotonya sambil menatap Vio "jadi sekuat apapun gue nyari cowok yang pinter kalau anak gue geblek. Ya geblek aja"


Vio menepuk dahi Baby dengan keras, gadis itu berdecak kesakitan.


"Kira kira kalau mukul temen" protes Baby sambil mengelus dahinya


"Lo tu cantik doang ya, tapi otak kosong" hina Vio puas.


Baby memakan gorengan dan soto bersamaan lalu menoleh kearah Ken dan Yoshua yang tengah makan di pojok kantin berdua.


"Gue curiga deh sama si Ken, dia itu gay atau emang gak mau pacaran sih?"


Mendengar ucapan Baby. Vio ikut menoleh dan menatap Ken yang tengah bercakap dengan Yoshua.


"Lah iya ya, dari kelas satu si Ken itu gak pernah deket sama cewek" Vio menatap Baby dalam-dalam "jangan jangan kakak elo gay lagi"


"Gue juga curiga gitu" balas Baby.


"Lo nanti nemenin gue foto kan?"


Vio manggut manggut sambil memasukan gorengan ke mulutnya "tenang aja, hari ini gue gak ada jadwal les"


"Eh gue belum cerita soal CEO Sila ke elo kan?" Baby merapatkan duduknya lalu memberikan foto Adry dan Ara.


"Siapa nih?" Tanya Vio bingung


"Mantep, ganteng banget CEO nya. Ini mah gue doyan, Om Om model begini"


Mendengar jawaban Vio. Baby memukul kepala Vio dengan keras.


"Eh jamban, kira kira dong, suka sama Om Om model begini" ujar Baby "ni orang galaknya ngalahin setan. Kalau liat gue aja gini nih matanya "


Baby mempraktekan dengan memberi Vio lirikan tajam seperti Adry dalam bayangannya yang selalu melakukan hal yang sama.


"Busyet. Kalau gue jadi dia juga gue bakalan ngelirik elo gitu" kata Vio membenarkan perlakuan Adry "siapa coba orang yang gak marah kalau pernah dituduh cabul sama elo" katanya sarkatistik


"Apa sih, waktu itu kan gue hilaf"


"Hilaf apaan Bu" Vio mencimbikan bibirnya "dah yuk. ke kelas" ajak Vio.


**


Sepulang sekolah Baby dan Vio langsung pergi mencari taksi untuk ke lokasi foto yang sudah di jadwalkan oleh karyawan Sila.


"Kira kira pak Adry nanti dateng gak?" Tanya Vio sambil merapikan poninya.


Baby mengangkat bahu tanda tidak tahu, ketika mereka berada di lokasi, mata Baby sedikit terkejut. Banyak sekali model yang sudah siap dengan riasannya, hampir ada 9 model yang akan melakukan photoshoot bersama termasuk Baby.


"Gila Beb. Saingan elo banyak juga" bisik Vio disamping telinga Baby.


Baby menelan ludah. Berjalan perlahan menuju perias Sila. Ketika dia duduk untuk di makeup, seseorang model yang tinggi mendekatinya.


"Lo model baru kan disini?" Tanya gadis itu dengan tatapan yang tidak bersahabat.


"Iya, kenapa?" Jawab Baby tanpa mengalihkan pandangannya lagi


"Gue cuman ngasih tahu, gak usah camer sama pak Adry disini" ujar gadis itu memberitahu


"Siapa juga. Yang mau camer sama makhluk kayak Adry itu" batin Baby dalam hati


"Ya terserah elo deh. Gue mau makeup. Minggir, elo ganggu konsentrasi gue" usir Baby


Gadis itu menghentakkan kakinya dengan kesal "banyak gaya banget sih elo. Baru jadi model sehari aja udah belagu" cibirnya langsung pergi.


Baby mendegus, kembali memejamkan mata saat perias akan memberikan warna eyeshadow di matanya.


"Mbak Rike emang kayak gitu orangnya. Jangan di ambil hati" ucap perias itu pada Baby.


"Oh jadi namanya Rike"


Baby membuka mata kala perias berpindah ke arena bibir.


"Dari awal dia kerja jadi model Sila, dia emang tertarik sama pak Adry. Tapi pak Adry nya gak pernah respon"


Mendengar penuturan dari perias, Baby langsung tertawa lirih.


"Model model yang udah kerja sama Sila. Udah paham tentang Rike yang suka curi curi perhatian sama Pak Adry" jelasnya lagi.


Perias itu selesai merias wajahnya. Lalu memberikan baju yang akan digunakan Baby. Berganti pakaian ditemani Vio.


"Gila Beb. Lo temen gue paling cantik banget deh" puji Vio kala melihat Baby dengan pakaiannya.


"Temen elo cuman gue doang bdw"



"Maka dari itu gue muji elo" Vio mengelus kaos Baby "liat deh pakek kaos doang cantiknya tetep keliatan " puji Vio sambil tertawa.


"Gue paling cantik gak disini?" Tanya Baby


"Iya dong, temen gue"


Mereka tertawa bersama sama.


**


**note : cast Rama Degestra Gerilbadry (Adry)


**.



**