
Baby langsung memekik dikantin, bahkan ibu ibu kantin yang tengah menggoreng gorengan menjatuhkan satu gorengan dagangannya. Dan penjual es tidak sengaja memukul tangannya saat dia memukul batu es.
"Gila ini email-nya beneran?" Tanya Baby lebih kepada dirinya sendiri.
Dia langsung mendial nomor Vio, namun di tolak oleh Vio. Baby menepuk dahi.
"Oh iya si Vio kan lagi di kelas" ujarnya
Dia mengirimkan pesan ke Vio bertubi tubi sampai Vio membalas pesannya.
Baby
P
P
P
P
P
P
Vio Lo buruan keluar !!!!!
Vio
Lo bisa diem bentar gak sih, Bu Zaenab lagi marah ini
Baby
Bodo amat masalah Bu Zaenab, pokoknya gue Nerima email brand terkenal sejakarta
Vio
Ha? Email, email apa? Elo menang giveeway
Baby
Pokoknya elo harus keluar sekarang juga, kalau elo gak keluar sepuluh menit. Persahabatan kita cukup sampai disini !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Vio
Adkdkhsjkskkshhsksksmjs
Gimana caranya gue keluar bego, Bu Zaenab lagi marah marah
Baby
Gue gak mau tahu, elo harus cari cara buat keluar
Pura pura kesurupan kek, atau ijin ke toilet ,
Bego banget sih jadi cewek
Vio
Otw
Baby masih belum membuka apa isi email itu hingga Vio datang dan menjadi saksi kesuksesannya. Lima belas menit sudah, si Vio belum juga menghampiri Baby dan Baby sudah resah menunggu kedatangan si Vio.
Pada menit ke enam belas tiba tiba Vio menepuk bahu Baby sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah.
"Sory gue telat, Bu Zaenab susah banget orangnya" dia duduk di kursi sebelah Baby dan langsung menyesap es teh miik Baby tanpa permisi
"Es teh gue itu" protes Baby
"Bodo, penting gue nyiram tenggorokan dulu" katanya
"Mana katanya ada email penting" kata Vio yang sudah mulai bernafas dengan normal.
Baby menyodorkan ponsel kepada Vio, mereka menatap ponsel itu bersamaan.
"Buka beb cepetan, gue penasaran isinya" kata Vio selaku manager Baby.
"Bentar, kita harus berdoa dulu sebelum buka ni email" katanya
"Satu dua tig___" ucapan Baby tertahan karena merasa kerah lehernya diangkat seseorang.
"Ngapain kalian disini?" Tanya Bu Adel guru Bk yang super duper galak.
"Ini Bu kita lagi anu eee" Vio terjeda jeda saat menjelaskan
"Kita lagi liat email kerja sama Bu" jawab Baby tanpa gugup
"Halah kerja sama kerja sama, ini jam masuk kelas kenapa kalian dikantin?" Tanya Bu Adel dengan intonasi galak
"Kita dikeluarin Bu Zaenab Bu" jawab mereka kompak
"Kok bisa? Pasti kalian gak ngerjain tugas ya, atau ribuk dikelas?" Terka Bu adel "sekarang ikut saya keruang BK" titah Bu Adel sudah berjalan lebih dulu
"Mati kita beb" kata Vio sudah lemas.
Mau tidak mau dengan langkah kaki berat, Baby dan Vio berjalan ke arah ruangan bk yang lebih tepat disebut ruang interogasi malaikat maut.
"Beb gimana nih , nanti kalau orang tua gue dipanggil bisa mampus gue" ujar Vio ketakutan.
"Santai aja lagi Vio, nanti jawab aja Muhammad nabiku, Islam agamaku, Alquran kitabku" jawab Baby enteng
"Lo kira kita lagi ditanyai di alam kubur"
"Kan ruangan Bk sebelas dua belas sama kuburan"
Baby dan Vio duduk berhadapan dengan Bu Adel yang menatapnya garang tanpa senyum . Bu Adel menyodorkan buku besar yang sering disebut buku catatan malaikat Atid karena isinya hanya catatan keburukan siswa.
Baby mengisi buku itu yang sudah dia isi berulang ulang dan Vio pun sebenarnya tidak jauh berbeda.
"Nama kamu Baby kan?" Tanya Bu Adel pura pura tidak mengenali Baby
"Iya Bu satu satunya selebgram disekolahan ini" jawab Baby membanggakan jumlah followernya.
"Saya gak peduli jumlah follower kamu, atau jumlah kutu rambut kamu. Yang saya pedulikan kenapa anak bapak Baskara yang terkenal keluarga baik baik bisa punya anak seperti kamu ini" kata Bu Adel tajam
"Karena persilangan antara sel sperma dan sel telur sehingga saya diseludupkan secara diam diam oleh Mama saya di rumah sebelum Kakek saya meninggal" jawab Baby menantang.
"Tapi kembaran kamu si Ken itu dia pintar disekolahan, juara umum, dan sering membanggakan nama sekolahan" tukas Bu Adel lebih tepatnya mengajak debat Baby.
Baby memutar bola mata malas, bosan saat dia selalu di sama sama kan dengan Ken. Baginya Ken dan Baby adalah dua orang yang berbeda, bahkan Baby tidak senang jika ada orang yang menyebutnya kembar.
"Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan masing masing Bu, mungkin Ken kelebihannya belajar sedangkan saya kelebihannya ngasilin duit" tukas Baby menatap kuku kuku tangan.
"Kamu mau tahu kelebihan kamu apa?" Tanya Bu Adel dengan nafas memburu.
"Kelebihan kamu itu cuman pembuat masalah sedangkan Ken dia orang yang menyelesaikan masalah"
Braakkk
"Ini udah kelewatan ya Bu" ucap Baby menggebrak meja sambil melotot tajam.
"Kamu" tunjuk Bu Adel seolah berniat mencabik wajah Baby.
"Permisi" suara Ken yang tiba tiba muncul dari balik pintu membuat Bu Adel mengatur nafas dan mengatur tatapannya.
"Ada apa Ken?" Tanya Bu Adel ramah.
"Saya mau konsultasi soal perguruan tinggi bu" katanya yang semakin membuat Baby muak.
Baby langsung menatap Bu Adel dan berpindah ke Ken.
"Kita permisi dulu, kayaknya ada anak emas nyari ibu yang harus diperhatikan"
Baby dan Vio langsung pergi, saat diambang pintu Baby menatap tajam wajah Ken.
"Brengsek" umpatmya lalu berjalan pergi.
"Kita mau kemana beb" Vio yang sedari tadi setia mengikuti Baby akhirnya ambil suara.
Baby menarik nafas dan menatap wajah Vio yang sudah kelelahan.
"Ke roftof" katanya melemah.
Sampai diroftof, Baby duduk sambil meminum susunya. Dia cemberut.
"Gue sebel, tau gak sih punya kembaran, kenapa kita gak lahir di tahun dan hari yang beda. Kenapa harus kembar?"raung Baby .
Vio hanya terdiam, menempatkan dirinya sebagai pendengar yang baik untuk Baby.
"Gue gak suka, Ken selalu jadi tolak ukur keberhasilan gue. Orang orang selalu ngebanding bandingin gue sama Ken, dari kecil saat Ken udah bisa baca dan gue belum, mereka selalu muji Ken dan gak pernah muji gue. Saat Ken juara satu di kelas tiga, papa ngebeliin Ken robot yang gue pengen " Baby menangis.
Namun langsung dipeluk dari samping oleh Vio.
"Sabar beb, gimana kalau kita liat email yang tadi" ucap Vio yang berhasil merubah raut wajah Baby
Baby membuka pouch nya dan mengambil ponsel
Baby yang selesai membaca isi email-nya langsung melompat girang.
"Vio, dia nawarin kontrak buat gue jadi model brandnya" tukas Baby seakan tidak percaya.
"Ha demi apa? " Tanya Vio seakan ini benar benar hadiah terbesar untuk mereka.
"Dan Lo tahu brand apa yang ngajak gue kerja sama?" Tanya Baby pada Vio
"Apa?"
"SILA" katanya "SILA, brand pakaian luar negri" ucap Baby berteriak
"Yang punya orang Indo itu"
Baby mengangguk dan mereka berpelukan.