
Baby menghempaskan dirinya begitu sampai dikamar.
"Gak !!! gue masih bingung sama Adry, kenapa dia pengen banget gue pergi dari hidupnya" gerutu Baby sambil memainkan ponsel
"Gue punya dosa dan salah apa sih ke dia, bisa bisanya dia giniin gue" katanya lagi.
"Arrrgghhhhhhhh"
Drrt drttt
Panggilan dari Manik muncul dilayar ponselnya. Awalnya Baby enggan mengangkat namun begitu teringat akan Lydia, dia langsung menggeser tombol angkat
"Hai" sapa Manik dari ujung
Baby memutar mata malas, memang niat mendekati Manik awalnya jahat,jadi saat menerima telfon darinya tidak menarik
"Hai" sapa Baby kembali
"Sibuk gak?" Tanya Manik basa basi
"Emmm enggak sih, kebetulan lagi santai" jawab Baby menimpa perutnya dengan boneka pisang.
"Pengen ngajak jalan he he, bisa gak?"
Baby terdiam sangat lama, begitu lama karena dia justru menatap langit langit kamar.
"Beb gak bisa ya?" Manik menyimpulkann arti diam Baby sebagai penolakan darinya
"Bukan, bukannya gak bisa tapi lagi mager keluar" kata Baby akhirnya "gimana kalau kakak ke rumah gue aja, eh aku"
Manik justru terdiam. Tidak lama karena suara deheman dari dirinya langsung terdengar.
"Oke" kata Manik "mau dibawain apa ?" Tanyanya
Baby tertawa "gak usah, di rumah gue eh aku semuanya ada" kata Baby sombong
"Hahaha udah kayak Indomaret ya"
"Huss perlu disensor" kata Baby tertawa lagi.
Panggilan itu berakhir setelah Manik mengatakan dia akan bersiap siap. Sebenarnya Baby malas menerima Manik kerumahnya tapi itu lebih baik ketimbang dia harus jalan dengan Manik.
Baby masih ber malas malas ria diatas kasur, dia enggan untuk turun. Rindu mendorong pintu kamar anaknya dengan pelan, menatap Baby yang masih bermalas-malasan diatas kasur. Dia menggeleng melihat kamar putrinya yang benar benar berantakan.
"Beb"
Baby menoleh, menatap mamanya dengan dua buket, satu buket mawar satu lagi buket strawbary.
Melihat itu dia menegakkan dirinya dan menghampiri Rindu
"Dari siapa? Om Adry ya?" Tanyanya dengan binar mata bahagia
Baby mengambil buket strawbary nya
"Dari Adry siapa?" Tanya Rindu "ini dari papamu" imbuhnya
"Papa?" Baby menaikan alis "tumbenan"
Detik selanjutnya wajah Baby langsung berubah memanas "papa pergi ke luar negri lagi?" Teriaknya
"Sayang, pelan pelan ngomongnya" protes Rindu "papa ke Amerika"
"Papa ke Amerika lagi ma?" Tanya Baby memelankan suaranya
Rindu mengangguk lalu meletakkan buket mawar diatas meja rias Baby.
"Kok gak bilang bilang, kenapa gak ngajak Baby sih" Baby berdecak sambil menghentakkan kakinya
"Papa mu ada urusan bisnis" kata Rindu
"Papa pikir dengan ngasih Baby hadiah setiap dia keluar negri bisa bikin Baby gak marah ke papa" teriak Baby menggebu "pokoknya Baby marah sama papa"
Baby menuruni anak tangga dengan cepat, turun dan duduk didepan televisi dengan wajah kesalnya.
Rindu yang melihat sikap anaknya hanya bisa geleng geleng sendiri. Begitupun saat dia turun di undakan tangga terakhir.
"Sore ma" Ken yang baru pulang dari sekolah langsung mencium pipi mamanya.
"Baru pulang? Bukannya gak ada les hari ini?" Tanya Rindu berjalan kearah dapur.
"Tadi nyempetin main basket dulu di sekolah" Ken melirik Baby yang sedang cemberut "kenapa si anak marmut satu itu?" Tanya Ken pada Rindu
"Itu lagi kesel ditinggal papanya ke Amerika" Rindu memberikan air putih kepada Ken.
Rindu hanya mengangguk i permintaan anak sulungnya. Ken tidak akan pergi ke kamarnya semudah itu, pertama-tama dia duduk di sebelah Baby yang sedang melihat tayangan sinetron Indonesia.
"Enaknya kayak gini makan steak ya Beb" Ujar Ken kepada kembarannya
Baby melirik sekilas "beli Sono kalo pengen"
"Tapi gue pengen steak yang ada di LA, sambil ngeliatin pemandangan Amerika dari lantai ke 9" kata Ken menggoda
Mendengar itu Baby langsung memukul ken dengan Batal disampingnya.
" bangsatttttt, anak setan Lo" umpat Baby dengan suara lantang
Ken menyingkirkan bantal yang menutupi wajahnya
"Kalau gue anak setan elo juga anak setan" ujar Ken
"Elo bapak setan" kata Baby kesal
"Elo saudara setan"
"Elo Dajjal"
"Elo kembaran dajjal"
"Mulutnya" teriakan dari Rindu membuat Ken dan Baby langsung terdiam , kemudian saling melirik dan menggoda. Ken memukul tekuk Baby dengan keras, hingga meninggalkan bekas merah disana, buru buru setelah melakukan kejahatan pada adiknya Ken langsung pergi.
"Setannnn elo ya Kennn, liat aja lo, sampe di kuburan elo gak akan pernah damai" teriak Baby sampai menggema di seisi rumah.
Rindu lagi lagi hanya mampu menggeleng melihat tingkah kedua anaknya, namun kalau salah satu diantara mereka tidak ada, rumah akan terasa sangat sepi.
Terdengar bel dari arah depan, Baby langsung bangkit sebelum Rindu mengomel lagi. Di depan pintu Pandu berdiri dengan kemeja yang rapi, dia tersenyum kearah Baby.
"Papa gak ada" kata Baby sebelum Pandu bertanya.
"Kemana?"
"Ke Amerika"
"Ken ada?" Tanya Pandu masih berdiri didepan pintu
"Ngapain Om nyariin Ken, anak Dajjal itu langi semedi" katanya
"Sama kakak sendiri kok gitu sih kamu, Om pegel Beb, gak dipersilahkan masuk dulu gitu" protes Pandu
"Eh iya, lupa Om, masuk" kata Baby mempersilahkan. "Si Ken itu emang rese nya ngalahin Dajjal Om, bahkan sering nyesatin umat yang baik baik kayak Baby gini" ujar Baby bercerita.
Pandu duduk di ruang tamu "tapi kan dia kenbaranmu, gak baik ngomong gitu ke kembaran sendiri"
Baby ikutan duduk "Kennnnn ada Om Pandu " teriaknya sangat lantang sampai membuat Pandu menutup telinga
"Ah dia mah gitu om, dulu aja pas kegiatan sekolah Baby sekelompok sama Ken malah kita salah jalan, kesesat di hutan gara-gara Baby ngeikuti si ken"
"Ayo Om" Ken sudah bersiap dengan baju rapi
"Mau kemana sih kalian?. Gue ikut" kata Baby berdiri
"Gak usah Lo dirumah aja kadal" Ken memberi pelototan pada Baby, sehingga gadis itu mengurungkan niatnya untuk
"Dirumah jaga harta kita, nanti kalau ada maling gimana?" ujar Ken menggoda Baby
"Lo kira gue satpam apa" teriak Baby keras.
Pandu dan Ken berjalan pergi, Ken duduk di jok belakang, karena jok samping sudah diisi oleh seseorang.
"Om maaf belum sempet kerumah, sibuk les beberapa hari ini" kata Ken menyapa teman Pandu
"Gak papa, Om juga belum sempet di rumah" balas nya
"Si Baby kenapa itu kok mukanya kusut banget?" Tanya Pandu
"Ditinggal papa Ke Amerika" ujar Ken menyandarkan kepalanya di sandaran kursi "si Baby itu belum pernah ke Amerika, ditinggal terus kalau papa atau Mama ke sana" tambah Ken
"Lagian keluarga mu itu gak pernah nyempetin liburan, kerjaannya nyari duit mulu, pada kan udah banyak duit" komentar Pandu
Mobil yang mereka tumpang berbelok ke arah kantor kepolisian
"Kalau Om mah kerja terus karena biar cepet nyelesaiin kasus, eh begitu kasus satu udah selesai Om dikasih kasus lain" kata Pandu bercerita
"Beda sama Om Rama. Kerjaannya mikirin desain baju terus" goda Pandu pada Rama.