First Love Duda

First Love Duda
cek CCTV



Karena teriakan Baby semua orang yang melewati perusahaan langsung menatap keduanya. Bahkan satpam menghampiri Baby yang duduk meringkuk seolah dia benar benar di cabuli oleh oom oom ini.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya oom oom ini setengah takut


"Kenapa dek?" Tanya salah satu orang yang melintas


"Oom ini" Baby sesegukan "oom ini mau merkosa saya" jawab Baby dibuat sedramatis mungkin.


"Wahh kamu sudah gila. Kapan saya memperkosa kamu, jangan asal nuduh ya" tuding Om tidak mau kalah.


"Pak Adry" panggil salah satu satpam yang langsung mengenali Adry "ada apa pak ini?" Tanya satpam itu


"Ini ada orang gila yang bilang kalau saya memperkosa dia" ujar Adry dengan tampang marah.


"Emang bener kok, oom tadi gini gini in saya" Baby mempraktekan bahkan menyentuh payudaranya untuk menunjukan seolah olah dia di leceh kan oleh Adry.


"Jangan sembarangan bicara ya" tunjuk Adry marahm


"Kalau begitu kita cek CCTV saja"


Setelah mengatakan itu rasanya Baby ingin mengutuk dirinya sendiri. Bagaimana seorang Baby yang tahu bahwa dia melakukan kesalahan justru meminta orang lain untuk membacakan kesalahannya.


"Mampus gue, ini mah namanya gali lubang sendiri" gerutu Baby.


"Oke kalau gitu kita cek CCTV" tukas Adry tak mau kalah.


Mereka langsung berjalan kearah ruangan keamanan. Disana dua orang satpam memutar cctv pada jam yang disebutkan Adry.


"Tuh kamu lihat kan saya gak nyentuh payudara kamu, saya cuman megang pundak kamu" tunjuk Adry pada layar monitor


"Tapi gue ngerasa nya disentuh kok payudaranya" ucap Baby bersikeras


"Kamu gila, mana mungkin saya nyentuh payudara kamu, letak bahu dan payudara itu berjauhan" ujar Adry memanas.


Baby menghela nafas, dengan berat dia harus mengakui kekalahannya daripada harus berakhir di meja hijau.


"Yasudah gue mengakui kesalahan gue. Dan gue akan memperbaiki bemper mobil yang gue tabrak" kata Baby tanpa menatap bola mata Adry.


"Baik, saya anggap permasalah ini tuntas" ujar Adry langsung berjalan pergi.


Baby menghentakkan kaki.


"Dasar oom oom sinting. gue sumpahin elo dapet jodoh cerewet" Baby menghentikan ucapannya "bentar oom oom kan pasti udah punya istri"


"Aahh bodoh" tukasnya langsung pergi keluar ruangan untuk menemui orang yang menghubunginya. Di lobi Baby duduk dengan anggun, bertemu dengan seorang perempuan yang sudah menghubunginya.


"Baby ya?" Tanya perempuan itu.


Baby mengangguk dan dipersilahkan duduk


"Duduk dulu, nanti saya panggilkan bos saya" ujar perempuan itu langsung pergi.


Baby memainkan ponselnya dan mengirimi pesan pada Vio bahwa dia sudah berada didalam perusahaan brand pakaian ternama di Jakarta.


Seseorang dengan sepatu yang nyaring terdengar ditelinga membuat Baby mendongak. Baby kaget, sungguh, bahkan dia menjatuhkan ponselnya karena terkejut.


"Jadi ini model yang akan kita pakai?" Tanya lelaki itu yang tak lain adalah Adry.


Dengan susah payah Baby meneguk air liurnya. Sungguh dia tidak menyangka ini akan terjadi padanya.


"Perkenalkan dia adalah bapak Rama Degestra Gerilbadry CEO di perusahaan SILA" Tutur perempuan tadi memperkenalakn Adry padanya.


"Tidak perlu diperkenalkan Nur, dimatanya lelaki berumur 43 tahun adalah mas mas cabul" sindir Adry talak.


Baby tersenyum getir, ada penyesalan datang kesini, ada penyesalan memaki lelaki itu.


"Jadi Anda setuju menjadi model utama kami?"tanya Adry dengan tampang serius.


"Tapi dengan body seperti itu saya rasa pelanggan akan kurang minat dengan barang yang anda kenakan" ujar Adry menyebalkan


What? Kurang minat, dia kira body Baby kurang bahenol. Ya emang sih si Baby tepos tapi bukan begini dong caranya.


"Kecuali Anda mau membesarkan PA-YU-DA-RA Anda" ujar Adry menekan kalimat payudara pada Baby.


Mata Baby melotot, menyala terang dengan kemarahan yang menggebu. Demi apapun makhluk di bumi ini sekalipun Patrik dan sepongebob, Baby bersumpah dia tidak akan jatuh suka pada manusia jahanam seperti Adry


"Tapi tidak masalah, saya senang dengan Anda" kata Adry kemudian yang membuat Baby tambah bingung.


Ni orang gimana sih, niat ngajuin tanda tangan kontrak apa enggak.


Perempuan yang duduk mendengarkan sedari tadi memberikan kertas berstempel dan bertanda tangan resmi Adry. Baby membacanya berulang-ulang. Melihat isi kontrak yang menyatakan bahwa Baby harus memposting brand miliknya minimal seminggu dua kali.


Lalu Baby akan terikat kontrak selama enam bulan dengan perusahaan SILA terutama brand pakaian merk SILA. Setelah dirasa cukup Baby membumbui tanda tangan di kertas.


"Nur silahkan kamu jelaskan bagaimana sistem kerja dengan perusahaan sila" titah Adry.


Nur menjelaskan kepada Baby.


"Jadi kamu bekerja di bawah perusahaan sila tetapi hanya untuk produk pakaian merk SILA, dan untuk pemotretan akan dilakukan di toko toko SILA. Kemungkinan besar pemotretan di kawasan rumah pak Adry karena hanya butik itu yang sering digunakan untuk promosi" ujar Nur menjelaskan.


Baby mengangguk, lalu Nur memberikan alamat pada Baby. Setelah berbasa basi dan perang tatapan dengan Adry akhirnya Baby bisa keluar dari perusahaan yang pengap itu.


Dia memacu mobilnya sangat kencang sehingga hanya menempuh waktu beberapa menit menuju rumahnya. Baby langsung membanting pintu mobil dengan marah, dia masuk kedalam rumah, menaiki anak tangga dan membanting sepatu asal dikamar.


Ketika Baby menyadari bahwa Ken sudah berada di kamarnya sejak tadi. Baby langsung berteriak kencang.


"Lo ngapain disini, mau maling?" Teriak Baby.


"Maling maling maling maling" kali ini suara Baby berhasil membuat Baskara dan Rindu berlari naik ke kamar anak bungsunya.


"Mana yang maling?" Tanya Baskara sambil membawa senapan.


"Tu si Ken maling penggaris di kamarnya Baby" ujar Baby bersidekap.


"Gue gak maling ya, gue cuman ambil penggaris yang elo pinjem selama dua minggu dan gak balik lagi" jawab Ken ikut memanas.


"Kalau elo gak maling berarti elo mau cabul?" Tuding Baby semakin menjadi.


"Baby" bentak Rindu "jaga ucapan kamu, Ken itu kakak kamu, paham"


Baby masih menatap Ken dengan marah.


"Kamu juga beb, dari mana kamu sehari ini baru pulang. Kakak mu Ken sampe naik taksi" tegur Baskara.


"Ketemu orang yang sama nyebelinnya kayak Ken" ujar Baby menghentakkan kakinya jengkel.


"Habis ini temui papa di ruang kerja, papa mau bahas tentang sekolah kamu" Baskara dan Rindu langsung keluar dari kamar anaknya.


Baik Ken dan Baby masih saling pandang, seolah ada peluru yang akan menebus dada keduanya.


"Gue udah bilang kan, jangan kasih surat itu ke papa, kenapa elo budeg banget sih dibilangin" ujar Baby berteriak


"Gue cuman nyampein amanah dari guru Bk ke papa" jawab Ken berlalu pergi.


"Bacot Ken bacootttt" teriaknya.


Pokoknya hari ini hari yang menyebalkan untuk Baby, pertama dia harus dikeluarkan dari pelajar Bu Zaenab, kedua masuk ruang Bk, ketiga ketemu oom oom cabul dan dia akan dipanggil papanya.


"Cobaan apa lagi ini Tuhannn" kata Baby.


note : Jarang apdate karena hpnya lagi eror, harap di maklumi ya