CEO'S OFFICIAL MATE

CEO'S OFFICIAL MATE
BAB 60; Apakah Salah?



“Sebenarnya siapa yang bilang hal seperti itu hingga kau sangat mempercayainya?” gumam San Hyuk sambil menatap tajam Han Byeol.


“Pak Leo…”


Tiba-tiba ruang inap itu hening.


Semua orang saling tatap dengan pikiran masing-masing. Pikiran mereka terbagi dalam dua kubu, antara percaya atau tidak dengan perkataan Han Byeol. Anak itu juga tidak memiliki alasan untuk berbohong apalagi sampai situasinya serunyam ini.


“Sebenarnya ada apa sih?” Han Byeol yang melihat itu tidak bisa menahan diri untuk bertanya. Ada atmosfer aneh yang kini memenuhi ruang inap.


“Lebih baik kau pulang terlebih dulu, sudah malam, kau besok harus sekolah…” San Hyuk secara langsung tidak ingin membahas masalah ini lebih jauh dengan Han Byeol. Ia belum cukup umur untuk terlibat dalam masalah ini, “Leya, ajak pulang Han Byeol bersamamu.”


“Baiklah...” Aleya tahu benar apa maksud San Hyuk, “Kakak bisa kembali ke hotel sendiri kan?” tanya Aleya pada Jagad.


“Aku akan menemani Robin di sini,” Jagad juga setuju dengan pendapat San Hyuk. Walau masalah ini membuatnya sakit kepala, tapi tidak selayaknya dibahas hari ini. Setidaknya salah satu dari mereka harus melakukan penyeledikan terlebih dahulu untuk mengetahui kenapa tiba-tiba nama Leo muncul di sini.


“Bukankah ini keterlaluan?” tidak seperti Aleya yang sudah berdiri sambil membereskan barangnya, Han Byeol tidak bergeming dari tempatnya duduk. Tatapan mata anak itu fokus memindai garis lantai di bawahnya.


“Aku sudah dipukuli seperti ini pun harus menanggung rasa penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi?” perlahan Han Byeol mengangkat kepalanya dan mengedarkan pandangan ke seluruh orang, “bukankah aku berhak tahu?”


“Han Byeol-a?” Aleya kembali duduk di samping putranya sambil mengusap pelan punggungnya, “Mom paham kalau kau ingin tahu, masalahnya...”


“Karena kau masih kecil?” tandas Han Byeol. Tiba-tiba saja ia merasakan amarah di dalam hatinya. Hal itu wajar mengingat beberapa minggu ini ia harus merasakan perubahan yang drastis dari rutinitas dan sikap orang-orang di sekelilingnya.


“Aku ingin menjadi anak yang baik dan tidak menanyakan apa pun, tapi dadaku sangat sesak oleh semua pertanyaan itu. Apa Mom tidak membayangkan betapa beratnya melihat Mom yang tiba-tiba jatuh sakit, Appa yang tiba-tiba memberikanku pengawal, belum lagi malam itu saat ada orang yang mengacau apartemen, terus hari ini...” nafas Han Byeol tersengal karena menumpahkan keluh kesahnya dalam satu tarikan nafas, “tanpa tahu apa yang sedang terjadi, tiba-tiba aku harus mengalami semua ini.”


“Byeol-a, apakah kita tidak bisa membicarakan masalah ini besok?” bujuk Aleya.


“Rasa penasaran ini seolah membunuhku, sebenarnya kenapa dengan semua orang?” air mata Han Byeol menetes mewakili rasa penasaran dan amarah yang selama ini ia pendam. Ia tidak nyaman dengan situasi ini terlebih lagi ada orang lain yang harus terluka karenanya.


“Lalu, apa benar Paman ini adalah pamanku?” tanya Han Byeol sambil melihat ke arah Jagad.


“Apa maksud pertanyaanmu?” kali ini San Hyuk yang angkat bicara.


“Shin Han Byeol!” baru pertama kali Aleya mengeraskan suaranya. Ia menatap tajam ke arah putranya itu. Bahkan San Hyuk sendiri terkejut mendengar suara Aleya.


“Kenapa? Apakah itu benar?” bukannya takut, Han Byeol justru semakin mendesak orang tuanya.


“Aku bukan Ayahmu,” Jagad yang hanya memperhatikan perdebatan ketiga orang itu awalnya tidak ingin ikut campur, namun setelah melihat sikap Han Byeol ia bisa menebak maksud pertanyaan anak itu.


“Sebenarnya apa yang membuatmu semarah itu? Kau ingin jawaban apa anak muda?” Jagad menatap Han Byeol tajam.


“Jika kau ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, kami juga lebih ingin tahu daripada dirimu. Untuk itulah kami semua di sini. Jika kau ingin tahu apakah aku adalah ayahmu, baiklah aku akan menjawabnya. Kau bukan anak ku,” Jagad berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Han Byeol.


“Kak Jagad...” kompak Aleya dan San Hyuk menghalangi Jagad agar mendekati Han Byeol.


“Kenapa? Dia sudah besar, ia harus tahu agar ia bisa bersikap dengan benar! Sudah tahu orang tuanya menempatkan pengawal bersamanya agar ia aman. Eh tapi dia justru menyelinap pergi dan menyebabkan kekacauan ini. Kau tidak lihat jika orang itu sekarat karena tindakan egoismu?” tegas Jagad sambil menunjuk ke arah pembaringan Robin.


Perkataan Jagad telak membuat Han Byeol terdiam menyadari kesalahannya. Apa yang dikatakan orang itu tidak ada yang salah hingga ia tidak bisa lagi mengelak. Semua ini karena rasa ingin tahunya hingga ia mengabaikan perintah San Hyuk.


“Sekarang lihat sekelilingmu anak muda. Kau sudah menyakiti teman pamanmu ini dan sekarang kau ingin menyakiti hati ayahmu dengan menyangsikan siapa sebenarnya ayahmu? Apa kau sadar bahwa kini kau tak hanya menebar luka di hati ibumu tapi juga menorehkan luka di hati ayah yang sudah membesarkanmu?” kritik Jagad tidak berhenti di sana.


“Kakak cukup...” Aleya berdiri tepat dihadapan Jagad. Walau semua perkataannya benar, tapi Han Byeol masih kecil untuk bisa memahami semua itu.


“Kau jangan memperlakukannya sebagai anak kecil terus menerus. Kau tidak lihat ia sudah lebih besar darimu?” potong Jagad, “sekarang mumpung semua ini di bahas, apa yang ingin kau ketahui?”


Han Byeol justru tediam saat ditanyang seperti itu oleh Jagad. Nyalinya ciut begitu ia melihat San Hyuk yang menghindari tatapan matanya. Benar, orang yang sudah membesarkannya itu pernah berujar untuk terus mempercayai ibunya sampai Aleya sendiri yang menceritakan tentang asal usul dirinya. Tapi kini ia justru menginkari janjinya sendiri hanya karena rasa egois sesaat yang ia rasakan.


“Bertanyalah, kau tidak ingin melukai orang tuamu untuk kedua kalinya kan?” desak Jagad.


“Kakak...” kali ini San Hyuk yang berusaha menghentikan Jagad. Ia paham bahwa Jagad hanya ingin membantu mereka. Hal yang sangat mengejutkan mengingat sebelumnya kedua kakak beradik itu masih menyimpan dendam dan trauma. Ia tidak tahu apa yang sudah dibicarakan mereka sore tadi hingga keduanya terlihat sudah saling melakukan gencatan senjata. Tidak ada lagi tatapan mengancam yang keluar dari mata mereka. Namun San Hyuk  merasa menekan Han Byeol seperti ini juga bukanlah tindakan yang benar.


“Kalian seharusnya memahami maksudku kan? Aku hanya sekedar ingin tahu. Tidak lantas berniat untuk menyakiti Appa. Apakah salah jika aku bertanya tentang asal usulku?”