
“Kita mau ke mana?” tanya Aleya begitu ia menyadari San Hyuk mengarahkan mobilnya keluar dari pusat kota Seoul ke arah perbukitan di bagian yang lebih tinggi.
Laki-laki itu hanya tersenyum menjawab pertanyaan Aleya. Ia belum berniat memberi tahu ke mana mereka akan pergi. Ia justru meraih tangan Aleya dan menganggamnya.
Aleya akhirnya diperbolehkan pulang setelah dua hari dirawat di rumah sakit. Walau belum sepenuhnya ia boleh melakukan aktivitas yang berat, Aleya sudah boleh menjalai rawat jalan. Ia berulang kali ingin pulang dan tidak ingin berlama-lama di rumah sakit. Selama itu pula, San Hyuk tidak pernah meninggalkan sisi Aleya. Pak Choi bahkan yang membawakan pakaian ganti dan makanan untuk San Hyuk. Tidak hanya itu, San Hyuk akhirnya memberitahu salah satu sekretarisnya tentang status hubungan mereka berdua.
Pak Kim tidak bisa menahan keterkejutannya saat melihat San Hyuk berada di ruang perawatan dengan hanya menggunakan kaus dan celana training. Ia buru-buru pergi ke rumah sakit saat atasannya mengabarkan bahwa ia tidak bisa ke kantor karena ada di rumah sakit. Ia pikir San Hyuklah yang tengah menjalani perawatan. Ia tidak menyangka bahwa yang membukakan pintu adalah atasannya sendiri.
Awalnya Pak Kim tidak berani melihat ke arah tempat tidur, ia hanya duduk canggung sambil mendengarkan arahan dari San Hyuk. Baru setelah ia hampir selesai dengan tugasnya, ia mendengar suara yang tak asing di telinganya memanggil San Hyuk dengan sebutan oppa.
“Tunggu sebentar...”
Pak Kim tidak bisa menahan rasa penasarannya. Pasalnya atasanya itu tidak pernah menghadiri acara formal bersama wanita selain Aleya. San Hyuk juga tidak pernah terlibat skandal atau rumor kencan hingga membuat karyawannya curiga dengan selera San Hyuk.
Tapi betapa terkejutnya Pak Kim begitu melihat San Hyuk menghampiri brangkar tempat tidur dan langsung memeluk wanita itu. Bahkan atasannya itu tidak menghiraukan keberadaan Pak Kim dan terus mengusap punggung wanita yang tak lain adalah Asisten Aleya. Pak Kim semakin canggung dan tidak tahu harus bagaimana melihat atasannya itu bersama dengan asistennya sendiri. Jika berita ini sampai ke luar, maka akan menimbulkan skandal yang luar biasa.
“Untuk sementara waktu aku harus merepotkanmu. Aleya tidak bisa aku tinggal sendiri...” kata San Hyuk tanpa menyadari wajah pucat Pak Kim.
“Ah kami memang tidak pernah membicarakannya, tapi Aleya adalah istriku...” jelas San Hyuk begitu ia menyadari bahwa sekeretarisnya mungkin tidak tahu masalah ini.
“APA? Maafkan saya, maksud saya sejak kapan?” Pak Kim yang sudah bergabung cukup lama dengan perusahaan tidak bisa menahan rasa penasarannya.
“Sejak sebelum aku bergabung dengan Suwon Grup,” jawab San Hyuk tanpa merasa bersalah. Ia juga tidak melarang Pak Kim jika ia ingin bercerita ke pada rekan kerja mereka, “kau bahkan boleh menambahkan, bahwa kami juga sudah memiliki seorang putra yang sangat tampan!” bisik San Hyuk sebelum menyuruh Pak Kim pergi.
San Hyuk tidak bisa tinggal diam. Ia harus menyebarkan fakta ini mulai sekarang. Ia tidak ingin jika sampai kakak iparnya datang ke Korea, ada rumor yang membuat hubungan kontraknya dengan Aleya tercium olehnya. San Hyuk bahkan berniat membakar kontrak itu begitu ia sampai di rumahnya.
Rumah!
Mobil San Hyuk dan Aleya sudah sampai di depan sebuah rumah yang ada di pinggiran kota Seoul. Seseorang yang sudah hapal dengan mobil San Hyuk langsung membukakan pintu gerbang otomatis agar empunya rumah bisa masuk ke dalam. Tidak sampai satu menit, mobil San Hyuk sudah terpakir di samping rumah berlantai dua bergaya klasik warna putih.
“Ini rumah siapa?” tanya Aleya tanpa melepas sabuk pengamannya sampai San Hyuk membantu untuk melepaskannya.
“Rumah kita...”
“Apa maksud Oppa...”
“Kenapa Han Byeol ada di sini?”
“Kita masuk dulu...” San Hyuk menyuruh Han Byeol untuk membimbing lankah kaki ibunya agar masuk ke dalam rumah. Walau Aleya terlihat kebingungan ia diam saja mengikuti dua orang pria di sampingnya.
Tapi begitu Aleya masuk ke dalam rumah, ia semakin tidak bisa berkata-kata. Interior rumah itu sangat sesuai dengan gayanya, didominasi oleh warna putih dengan sedikit tone biru navy di beberapa bagian membuat rumah itu terasa begitu indah. Tapi yang lebih mengenjutkan lagi adalah foto Aleya dan San Hyuk yang diambil saat pernikahan sederhana mereka. Foto yang bahkan tidak dimiliki Aleya itu kini terpanjang dengan ukuran raksasa di salah satu dinding rumah.
Langkah Aleya terhenti tepat di depan foto itu. Ia tidak menyangka akan melihat potret dirinya dalam balutan gaun putih sama seperti layaknya pengantin pada umumnya. Tidak pernah terpikirkan sekalipun bahwa hidupnya akan terkesan biasa dan normal seperti kebanyakan orang.
Suasana haru semakin menyelimuti wanita itu begitu ia melihat foto-foto lain yang ukurannya jauh lebih kecil yang terpasang di sekitaran foto utama. Foto-foto saat Han Byeol kecil, foto mereka saat melakukan aktifitas bersama, saat kuliah, saat studi tour sekolah Han Byeol, bahkan foto-foto Aleya dan San Hyuk saat mereka tugas dinas bersama. Melihat semua potret itu membuat Aleya tiba-tiba menangis. Ia baru sadar bahwa hidupnya jauh lebih baik dan bahagia setelah melaluinya bersama San Hyuk. Ia hampir melupakan fakta itu.
“Kenapa menangis?” San Hyuk langsung menangkap kepala Aleya dan membenamkannya pada dadanya. Sedangkan Han Byeol tersenyum lebar melihat hal itu. Ini yang selama ini diharapkan olehnya.
“Maafkan aku, bahkan Oppa sampai menyiapkan ini semua...” rasa haru Aleya bercampur dengan rasa bersalah. Ia tidak menyangka San Hyuk akan berbuat sejauh itu.
“Apa maksudmu? Aku hanya memindahkan beberapa dokumen berharga dan barang pribadimu kemari. Itu pun dengan bantuan Han Byeol...” San Hyuk tertawa. Ia tahu benar apa yang dipikirkan oleh Aleya, “aku bukan penyihir yang bisa mendirikan rumah dalam waktu satu malam!”
“Appa sudah memiliki rumah ini dari lima tahun yang lalu...” jelas Han Byeol. Putranya itu bahkan sudah sering mampir ke rumah ini.
“Maui!” Han Byeol kemudian berteriak dan seekor anjing golden retriver berlari menghampirinya.
Aleya ingat sekali bahwa itu anjing yang ditemukan Han Byeol saat mereka bertiga liburan. Aleya menolak keinginan Han Byeol karena diapartemen mereka tidak diperbolehkan memelihara hewan. San Hyuk diam-diam menyuruh orangnya untuk membawa pulang anjing itu dan membiarkan Han Byeol untuk memeliharanya di rumah ini.
“Kalian...” Aleya hendak merajuk kepada dua orang yang kini tersenyum penuh kemenangan di hadapannya.
“Jika kita harus berperang, kita tidak boleh setengah-setengah untuk bisa menang...” Aleya tidak sadar waktu itu bahwa San Hyuk serius dengan ucapannya.
---
kita cek visual Han Byeol!