CEO'S OFFICIAL MATE

CEO'S OFFICIAL MATE
BAB 32 : Jagad Adalgar Sudjojono



Cinta yang aku rasakan mungkin terkesan hanya seperti kebiasaan


Sikap yang aku tunjukan mungkin saja tak istimewa


Aku bukanlah sosok luar biasa dengan pengalaman yang sempurna


Aku hanya manusia biasa yang ingin menuai rasa buah dari kesabaran


Sudah berapa banyak doa pengharapan yang kurapalkan


Aku tidak lagi peduli untuk menghitungnya


Sebuah cinta tak bersaratlah yang ingin aku tunjukan


Hingga tanpa melihat pun kau akan mengetahui


Tanpa mendengar kau akan tahu


Sedalam itulah cintaku padamu


“Oppa ini sudah jam berapa!” Aleya langsung panik begitu ia membuka mata. Ia menyadari saat sinar matahari pagi sudah tidak jatuh menyamping masuk melalui beranda. Jam di atas nakas menunjukan pukul 11.00 pagi.


“Tenanglah, aku bosnya...” San Hyuk bukannya bergegas untuk bangun dan bersiap berangkat ke kantor namun justru kembali menarik tubuh Aleya ke dalam pelukannya. Ia masih sedikit lelah dan mengantuk meskipun sudut bibirnya tidak berhenti melengkung.


San Hyuk sangat bahagia menyambut pagi ini.


Ini adalah kegaduhan pagi yang sudah ia impikan sejak lama.


“Tetap saja, kau harus bekerja!” Aleya berusaha melepaskan tangan San Hyuk yang melingkari perutnya. Sentuhan jemari San Hyuk yang menyentuh kulit polos Aleya membuat wanita itu kembali bersemu merah.


Ia ingat benar apa yang terjadi tadi malam. Bahkan tubuhnya saja masih merasakan kaku dan sakit di beberapa bagian.


Aleya merasakan benar apa arti definisi bercinta yang sesungguhnya hanya dalam satu malam.


Tanpa menghiraukan kekhawatiran Aleya, San Hyuk mengeratkan pelukannya. Ia ingin sedikit lebih lama menaikmati kebersamaan ini. Hidungnya kembali menelusuri leher Aleya yang kini baunya bercampur dengan aroma khas dari tubuhnya. Kenyataan ini pelak membuat San Hyuk merasa dunianya sudah berubah. Dari hanya ada aku dan kamu menjadi kita.


“Oppa...” Aleya merengek. Ada yang lebih tidak siap ia hadapi. Orang rumah. Apa yang akan dikatakan orang rumah saat keduanya tidak keluar kamar hingga menjelang tengah hari? Aleya tiba-tiba merasa malu.


“Baiklah... kita mandi bersama kalau gitu!” tanpa menunggu persetujuan Aleya, San Hyuk bangun dan langsung mengkat tubuh Aleya masuk ke kamar mandi. Wanita itu hanya bisa protes dengan menahan dirinya sendiri untuk tidak berteriak.


Ia tidak tahu ada sisi San Hyuk yang sangat tidak tahu malu seperti ini.


Selesai dari drama pagi pasangan suami istri itu, keduanya turun bersama ke arah meja makan. Sudah ada aneka hidangan dan lauk yang dipersiapkan oleh asisten rumah tangga untuk makan majikannya. Malu-malu Aleya duduk di samping San Hyuk dan mulai menikmati sarapan sekaligus makan siangnya.


“Kenapa tidak ada yang membangunkan kami, Bibi Jo?” San Hyuk bertanya pada asisten rumah tangganya.


“Tuan Muda yang melarangnya...” jawabnya takut-takut. Asisten Rumah Tangga Jo sudah sampai di depan pintu kamar San Hyuk saat ia berpapasan dengan Han Byeol yang sudah siap berangkat ke sekolah. Mengetahui jika ayah dan ibunya belum keluar dari kamar, Han Byeol langsung berpesan pada seluruh asisten rumah tangga untuk tidak membangunkan keduanya dengan alasan apapun. Bahkan jika itu dari kantor.


“Maafkan saya...”


“Tidak, terima kasih telah menuruti kemauan Han Byeol. Itu memang yang kami inginkan. Nyonya butuh istirahat yang cukup banyak...” San Hyuk terkekeh dengan cara berpikir Han Byeol yang luar biasa. Ia cepat sekali bisa membaca situasi dan mengambil tindakan sesuai dengan instingnya.


**


Jagad Adalgar Sudjojono sedetik pun tidak bisa memejamkan matanya. Walaupun perjalanan udara komersil memakan waktu hampir 9 jam, Jagad tetap tidak bisa mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.


Rasa penasaran dan kegembiraan pada dirinya membuat seluruh inderanya tidak bisa bersabar. Belasan tahun lamanya ia tidak diizinkan untuk menginjakan kaki ke negeri ginseng itu. Selama itu pula ia tidak bisa mengetahui bagaimana Aleya dan kabar tentang wanita itu. Ia benar-benar seperti sengaja dihilangkan keberadaannya dari dalam hidup Jagad.


Dan ia tahu siapa yang sengaja melakukannya hingga Jagad terpisah dari belahan hatinya itu.


Kekuasaan orang tua Jagad atas dirinya masih bersifat absolute. Ia tidak bisa membantah atau pun melawan mereka.


“Sayang, kenapa tidak tidur?” Luna yang melihat Jagad tidak bisa istirahat dengan tenang selama perjalanan memberanikan diri untuk bertanya.


“Aku tidak bisa berhenti membayangkan hari bahagia kita semakin dekat Sayang. Bahkan ini pun terasa seperti mimpi!” Jagad tersenyum sambil mendaratkan ciumannya pada bibir mungil berlapis lipstik berwarna nude itu.


“Ini bukan mimpi Sayang...” Luna yang jatuh pada rayuan Jagad lupa akan firasat tentang sikap Jagad selama diperjalanan. Ia justru melingkarkan tangannya pada perut Jagad sambil menikmati gema indah yang terdengar dari dada laki-laki itu. Ia begitu bahagia dengan sikap manis yang ditunjukan oleh Jagad.


Laki-laki itu kembali memegang kendali. Ia lupa bahwa ia sedang tidak di sana sendiri. Kepergiannya ke Korea adalah untuk menikmati family event, pertunangan dan foto pra nikah.


Itu adalah teori logika resminya, secara tidak resmi, Jagad menambah agenda dan keinginan untuk bertemu dengan Aleya. Hatinya sedari tadi terus saja bergetar hebat membayangkan pertemuan dengan wanitanya itu.


Wanita yang selalu merajai seluruh hatinya.


Ingatannya masih jelas sejelas ia menyimpan kenangan manis sebelum perpisahan yang pahit. Ia tidak bisa menahan dirinya untuk menunjukan rasa cintanya pada wanita itu. Sudah berbagai cara ia lakukan untuk membuat Aleya terkesan. Bakan ia sudah melakukan apa pun agar mendapat balasan. Tapi pengakuan cintanya justru dibalas dengan berita kepergiannya menempuh pendidikan di Korea.


Benar-benar gadis tak tahu diuntung!


Tiba-tiba rasa amarah memenuhi dada Jagad hingga gemuruh di dadanya bertambah riuh.


“Jantungmu berdebar begitu keras, Sayang...” Luna mengusap dada bidang Jagad untuk menenangkannya, “Kita akan segera bersama, tidak ada yang bisa memisahkan kita!”


“Tentu saja...” Jagad mengeratkan pelukannya pada Luna.


Pikiran Jagad kembali terbagi. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa bayangan pertemuannya dengan Aleya setelah sekian lama kembali membuatnya gila. Ia merasa hidupnya yang datar dan membosankan hanya bisa hidup dan menarik karena gadis itu.


Tidak salah lagi.


Jagad harus bisa memiliki Aleya bagaimanapun caranya. Iya tidak lagi peduli dengan agenda dan rencana orang tuanya. Tujuan utamanya jelas dan hanya satu.


Membuat Aleya kembali kepelukannya. Jika perlu ia akan menyeret gadis itu dan membuatnya tidak bisa lagi pergi dari dirinya.


Jagad lagi-lagi mengulum senyum bahagia.


Ia tidak bisa menahan rasa untuk segera berjumpa kekasih lamanya.


***


cek visual Jagad!