CEO'S OFFICIAL MATE

CEO'S OFFICIAL MATE
BAB 25; Apa bedanya?



“Berhenti...” lirih Aleya memohon. Hatinya begitu sakit saat mendengar ibunya memanggil Han Byeol sebagai anak haram.


“Lagi pula bagimana bisa kau menikahi Aleya? Bagaimana anak itu berhasil menggodamu! Kalau kau orang yang berpikiran logis, mana mungkin kau mau menikahi wanita yang memiliki anak tidak jelas!” Krisma merasa tidak terima di pandang sebagai orang yang paling bersalah hingga ia melemparkan kekesalannya pada San Hyuk.


“BERHENTI! STOP IT!” kali ini Aleya berteriak. Bahkan San Hyuk yang ada di sampingnya terkejut mendengar emosi Aleya yang meledak. Ia langsung meraih bahu Aleya agar wanita itu tidak sampai tumbang seperti kemarin.


“Leya-ya, tenanglah…” bisik San Hyuk. Ia memaklumi hal tersebut. Perkataan dari Krisma memang keterlaluan walau itu ditujukan kepadanya sekalipun. Jika San Hyuk bisa mengusir mereka ia akan melakukannya. Tapi itu hal yang mustahil, biar bagaimanapun mereka adalah orang tua Aleya.


“Saya mencintai putri Anda dan Han Byeol sepenuh hati saya. Tidak ada yang perlu Ayah dan Ibu khawatirkan. Anda berdua tidak perlu mengkhawatirkan Han Byeol, ia sepenuhnya tanggung jawab saya. Kami akan memastikan bahwa Han Byeol tidak akan menjadi beban untuk keluarga Anda.” San Hyuk bersumpah dalam hatinya bahwa ia akan bertanggung jawab pada Han Byeol seutuhnya. Ia tidak bisa membayangkan Han Byeol hidup di tengah mereka.


“Baguslah! Aku tidak ingin ia menjadi penghalang bagai pernikahan Jagad!” Krisma menyunggingkan senyum.


“Biar bagaimanapun juga anak itu adalah bagian dari keluarga Sudjojono!” Thomas memiliki pemikiran lain tentang masalah ini. Ia yakin sekali bahwa Han Byeol adalah anak dari Jagad. Ia tidak ingin melepaskannya begitu saja.


“Benar, dia adalah cucu Anda. Bukankah Aleya juga anak Anda? Apa bedanya?” San Hyuk menekankan kalimat akhirnya, “dan ia memiliki nama, Shin Han Byeol.” Ia tidak tahu secara pasti apa maksud dari ucapan Thomas. Kalau ia menganggap bahwa Aleya merupakan bagian dari keluarga itu, bukankah sudah pasti Han Byeol menjadi cucunya. Jadi apa yang dipusingkan?


Bukankah masalah ini sebenarnya sudah selesai dengan menerima pernikahan San Hyuk dan Aleya dan menanggap bahwa Han Byeol adalah anak sah mereka berdua. Toh, Aleya juga masih menjadi anak mereka walau statusnya anak angkat.


“Saya akan menjamin dan melayani Anda berdua sekaligus kakak ipar saya selama di Korea. Sekretaris saya akan secara khusus menemani kalian untuk mengantikan kekosongan yang ditinggalkan oleh Aleya. Istri saya harus ada di bawah pengawasan medis untuk beberapa hari ke depan,” San Hyuk tidak ingin memperpanjang percakapan itu. Sedari tadi, ia terus melirik ke arah Aleya yang terdiam dengan tatapan kosong. San Hyuk sudah tidak peduli lagi dengan urusan mereka. Ia hanya perlu fokus untuk Aleya dan Han Byeol.


“Kalian tidak perlu repot-repot, kami bisa mengurus semuanya sendiri!” Krisma merasa bahwa ia diremehkan oleh San Hyuk. Cara bicaranya sangat percaya diri hingga menimbulkan kesan sombong yang ditangkap oleh Krisma. Tentu saja ia tidak mau diremehkan apalagi dianggap miskin.


“Kita pergi dari sini, sepertinya kita tidak perlu mengkhawatirkan Aleya,” Thomas berdiri dari sofa dan mengajak Krisma pergi. Ia jelas-jelas paham bahwa San Hyuk mengusirnya secara halus. Thomas memilih untuk bersikap hati-hati karena ia belum mengenal sosok San Hyuk. Pertemuan ini juga di luar perkirannya.


Tujuan Thomas dan Krisma ke Korea sebenarnya hanyalah untuk berlibur sambil mempersiapkan pertunangan Jagad dan Pristina. Calon istri Jagad itu menginginkan pertunangan mereka dilakukan di negeri gingseng itu sekaligus untuk mengambil foto preweding mereka.


Tapi ada kejutan lain yang mereka temui saat perjumpaan mereka untuk kali pertama setelah belasan tahun lamanya tak berjumpa. Ada sosok pemuda yang begitu mirip dengan Jagad. Tanpa melakukan tes DNA sekalipun Thomas bisa melihat sosok Jagad dalam diri pemuda itu. Ia lupa bahwa Aleya pergi dengan membawa aib keluarga. Tapi siapa sangka bahwa penebar aib itu adalah putranya sendiri?


PLAK!!


Thomas langsung menampar wajah Leo begitu ia dan Krisma keluar dari ruang perawatan. Ia meluapkan emosinya pada asisten yang ia tempatkan untuk mengawasi Aleya dan menjaga berita tentang keberadaannya tetap terjaga. Tapi ia merasa bahwa orang yang ia bayar itu justru sedang menikamnya dari belakang.


“Kenapa bisa jadi seperti ini! Sebenarnya apa yang kau lakukan selama di sini! Apa kau tidak melihat bahwa anak itu adalah cucuku!” teriak Thomas kesal. Ia mendahului langkah Leo dan memimpin rombongan itu keluar dari rumah sakit.


“Saya sudah melaporkan semuanya sesuai perintah Tuan Besar padan Nyonya Besar,” Leo melirik kearah Krisma. Ia tidak terima jika disalahkan sepihak seperti itu.


“Kenapa semua ini menjadi salahku?” Krisma juga tidak mau disalahkan. Selama ini ia hanya menganggap laporan yang diberikan oleh Leo sangat biasa saja. Satu-satunya hal yeng menarik perhatiannya adalah kenyataan bahwa akan ada orang yang mau mengadopsi anak haram itu. Itu kabar baik karena dengan begitu tidak akan ada yang mencium aib keluarganya walaupun Aleya itu anak angkat mereka.


“Anak itu butuh sekolah, tentu saja ia harus didaftarkan kewarganegaarannya. Sudah barang tentu aku mengizinkan Aleya untuk memisahkan kartu keluargnya. Ayah mau ada nama anak tanpa ayah itu di kartu keluarga kita?” Pikrian itu tidak salah. Thomas juga tidak ingin nama baik keluargnya tercoreng begitu saja.


“Apa kau tidak memastikan dulu anak itu?”


“Untuk apa! Melihatnya saja membuatku jijik!” Krisma menolak untuk melihat foto anak Aleya dan menyuruh Leo untuk tidak membahasnya.


“Saya juga sudah melaporkan bahwa Nona sudah tidak memakai fasilitas Tuan dan Nyonya semenjak lulus kuliah,” Leo tidak lupa mengulangi laporannya sepuluh tahun yang lalu. Mungkin saja mereka lupa.


“Apa?” Thomas tentu saja terkejut, tinggal di Korea terutama di Seoul membutuhkan banyak sekali biaya. Apalagi ia harus menanggung anak yang harus Aleya besarkan, “Dari mana ia mendapatkan uang sebesar itu! Jangan bercanda kau Leo!”


“Nona Aleya bekerja dan Tuan San Hyuk yang membiayai semua keperluan Han Byeol. Tuan San Hyuk bahkan menghitung semua uang yang Han Byeol gunakan mulai dari dalam kandungan hingga ia menjadi tanggung jawab Tuan San Hyuk,” Leo tidak bisa diam saja dan melaporkan apa yang ia ketahui. Ia tidak ingin kejadian seperti tadi harus dialami oleh Aleya. Ia adalah orang yang selama ini ada di sisi Aleya, tentu saja kedekatan Leo dengan Aleya lebih mendalam dari pada dengan atasannya sendiri.