
...Sebelum lanjut membaca mohon pastikan untuk :...
○like
○komen
○vote
○share cerita
○juga masukan dalam keranjang favorit kalian
...-------------------------🌾------------------------------...
Lampu tiba-tiba padam, Laisa berteriak dengan begitu histerisnya. Gadis kecil itu begitu ketakutan, bayangan penculikan itu kembali terbayang hingga membuatnya menggigil ketakutan.
"Mamaa," teriak gadis itu.
Shaka terkejut, ia mencoba meraba sekitarnya berusaha menggapai sang adik.
"Adik, adik kamu dimana. Adik jawab kakak," seru Shaka tak kalah panik.
"Akhh pergi, jangan sentuh aku. Mamaa," tangis Laisa saat Reno berusaha menggapainya.
"Nak ini opa, tenang nak."
Letta bersama Arga buru-buru turun mencari anaknya, saat baru tiba dilantai bawah tiba-tiba lampu menyala. Kini didepan Letta ada Laisa yang tengah histeris dengan Reno juga Shaka sedang menenangkannya.
"Laisa sayang, Laisa ini mama nak. Kamu tenang ya," memeluk erat tubuh Laisa.
"Mama, ini mama," gugupnya tak berani melihat siapa yang memeluknya.
"Ini mama nak, mama kamu."
"Mama, kita selamat."
Setelah mengucapkan kaliamt itu, tiba-tiba kesadaran Laisa hilang. Gadis kecil itu tekulai lemas dalam pelukan mamanya.
"Kita bawa rumah sakit," seru Arga yang segera menggendong putrinya.
..
Cally masih terus menunggu didepan ruang dokter yang sedang mengobati suaminya, lukanya cukup dalam dan itu membutuhkan beberapa jahitan untuk menutupnya. Cally begitu bersalah telah mencelakai suaminya, ia tak sanggup menghadapi Mira jika sesuatu yang buruk menimpa sang ayah.
"Dokter gimana," tanya Cally saat melihat dokter keluar dari ruangannya.
"Semua baik-baik saja nyonya, suami anda begitu kuat," ucap dokter dengan senyumannya.
"Lalu dimana suami saya dok?"
"Sebentar lagi suami anda keluar."
Benar saja, David terliihat keluar dengan tangan yang sudah diperban. David berjalan mendatangi sang istri dengan dokter yang telah mengobatinya.
"Sudah tugas saya tuan, sebaiknya anda meyakinkan istri anda jika luka anda baik-baik saja."
Dokter segera pergi setelah mengucapkan hal itu, ia pergi meninggalkan kedua pasangan yang sedang penuh dengan bunga-bunga cinta.
"Kenapa diam aja," tanya David.
"Ayo pulang," ajak Cally.
"Jawab dulu dong."
"Jangan bercanda deh, ayo pulang," ajaknya sambil menarik baju sang suami.
"Arga," seru David yang langsung menarik tangan Cally mengikuti langkah Arga.
Arga berhenti tepat didepan dokter anak, keduanya masuk kedalam ruang dokter hingga membuat Cally juga David hanya bisa menunggunya didepan.
"Apa yang terjadi dengan Laisa ya?"
"Entahlah yank, aku hanya melilhat Laisa digendong Arga saja."
30 menit menunggu, akhirnya Letta keluar berderai air mata dalam pelukan Arga.
"Ada apa, apa yang terjadi dengan Laisa," tanya David.
"Kalian ada disini ," tanya Arga.
"Nggak penting, Ga kenapa dengan Laisa," tanya Cally.
"Laisa trauma Vid, penculikan itu mempengaruhi mentalnya," sedih Arga dengan wajah sendunya.
Cally menutup mulutnya, rasa bersalahnya kini berkali-kali lipat dengan adanya keadaan Laisa. Rasa bersalah itu benar-benar menggangunya, ia terdiam dengan air mata membanjiri wajahnya.
"Ada apa sayang, kamu kenapa? Apa ada yang sakit," panik David melihat Cally terisak disampingnya.
"Cally, loe gpp," tanya Letta.
"Ta, maafin gue. Ini semua gara-gara gue, kak Seruni pergi juga gara-gara gue," tangisnya.
David tau apa yang kini dirasakan istrinya, ia mendekap erat istrinya mencoba menenangkan dirinya. Arga mulai bertanya dengan isyarat matanya, menanyakan apa yang telah terjadi sebenarnya.
David hanya menganggukan kepalanya dengan kedipan dimatanya, ia berharap Arga bisa mengerti kondisinya.
Setelah Cally tenang, ia mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Letta begitu marah dengan Cally, ia merasa Cally begitu bodoh dengan mendatangi Sonya seorang diri.
"Gue nggak pernah nyalahin loe atas apa yang terjadi dengan gue juga kak Runi, gue juga nggak nyalahin loe atas apa yang Laisa alami. Gue cuma berharap loe nggak bodoh."
"Gue nggak bisa terima dengan ini Ta, gue marah saat gue tahu ini semua gara-gara gue."
"Aku juga nggak terima karena tante udah bikin mama aku sakit."
...•••••••••••••••jangan lupa pesan diatas ya•••••••••••••...