CallyDaniel

CallyDaniel
23—Khilaf yang indah



David perlahan masuk kedalam kamar milik Cally, namun tanpa sengaja kakinya terpeleset hingga membuat tubuhnya jatuh keatas kasur dengan posisi menindih Cally.


"Awww," pekik Cally.


Pandangan mata keduanya bertemu tanpa sengaja, saling terdiam menikmati manik mata satu sama lainnya. David tersihir oleh cantiknya paras Cally, mata indah serta bibir ranumnya. Cally hanya bisa diam menatap wajah maskulin laki-laki diatasnya, begitu mempesona.


Entah apa yang terjadi dan entah siapa yang memulainya, kini keduanya saling memeluk mesra mencumbu satu sama lainnya. David begitu menikmati momen malamnya dengan Cally, memagut mesra ranum bibir wanitanya.


"Kita tidur ya," ajak David yang hanya diangguki oleh Cally.


Cally berbaring dengan beralaskan tangan David sebagia bantalannya, memeluk mesra tubuh Cally ditengah dinginnya malam dalam satu ranjang juga selimut yang sama.


.....


...


Pagi hari yang begitu cerah mengawali hari Letta dalam memulai harinya. Ia dengan telaten memasak didapur untuk keluarganya.


"Pagi sayang," sapa Elena yang menghampiri menantunya didapur.


"Pagi mama, gimana tidurnya semalam," tanya Letta namun sibuk mengaduk masakannya.


"Nyenyak, kangen udara Jakarta mungkin."


Letta hanya tersenyum menanggapi mamanya, sedang Elena celingukan mencari seseorang. Elena yang penasaran memilih bertanya," Cally belum bangun nak?"


Letta sejenak menghentikan kegiatannya, memandang mamanya tentang apa yang baru saja ditanyakannya. Sambil berfikir ia pun berkata," Iya ya mah, tumben udah jam segini belum bangun dia."


"Mungkin dia lelah nak. Kasian Arum masih menolaknya setelah beberapa tahun ini," sedih Elena mengingat kejadian kemarin. Letta juga merasakan hal yang sama, dirinya juga merasakan sedih sebab Arum masih menyalahkan Cally atas kematian suaminya.


"Yaudah biar mama liat Cally dulu ya nak, siapa tau dia udah bangun tapi masih sedih."


"Iya mah. Kalau udah bangun suruh aja gabung makan mah."


Bangun dengan posisi yang begitu mesra membuat Cally mati gaya dibuatnya, entah apa yang harus dilakukannya tapi posisi ini sungguh membuatnya begitu canggung. David masih memeluk mesra tubuh Cally dengan mata terpejamnya, sedang Cally sendiri dengan nyamannya tidur diatas dada David.


'Mampus gue, apa yang harus gue lakuin ini," batin Cally bingung.


Ingin rasanya ia bangkit, namun apa yang akan dikatakannya jika David ikut bangun dan menatapnya. Sungguh malu dan tak tau harus berkata apa, namun mengapa Cally justru menikmati moment keduanya.


Tak lama mata David mulai terbuka, David yang sadar dengan apa ynag terjadi tanpa sengaja bergerak dan membangunkan Cally yang nyatanya sudah terbangun. Keduanya saling menatap satu sama lain hingga akhirnya menjauh dengan sendirinya.


"Awww," pekik David yang terjatuh dari ranjang Cally.


"Kak, gpp kan," tanya Cally khawatir.


"Ehm, maaf semalam-


"Ehm, gpp kaka. Em kalau gitu aku mau mandi dulu ya, " pamit Cally dengan canggung. Ia yang ingin beranjak dari ranjang malah keliru tertidur lagi dengan selimutnya.


"Cal, katanya mau mandi," tanya David.


Sungguh malu Cally dengan apa yang dilakukannya, ingin rasanya ia menenggelamkan dirinya saja diantara air yang mengalir. Jangankan ingin beranjak, menatap David saja kini sungguh sudah tak sanggup karena malunya.


"Iya nanti, mending kak David keluar dulu aja. Takutnya nanti ada yang lihat," seru Cally yang bersembunyi dibawah selimutnya.


David paham dengan apa yang terjadi, bahkan tak hanya Cally dirinya saja juga begitu canggung dengan apa yagn baru saja terjadi. David dengan segera keluar dari dalam kamar Cally dengan tergesa-gesa.


"Ayah," pangil Mira yang tanpa sengaja melihatnya berdiri didepan kamar Cally.


"Astaga anak ayah kok belum mandi sih," canggung David tersenyum pada anaknya.


"Ayah ngapain didepan kamar sister?"


"Oh, ehmm itu. Ehm tadi ayah kebetulan lewat aja kok," senyum canggungnya.


"Ada apa ini kok ramai sekali," tanya Elena yang hendak membangunkan Cally.


"Oma," seru Mira berlari memeluk kaki Elena dengan manjanya.


"Aduh cucu oma ini kok belum mandi sih, " tanya Elena menggendong Samira.


"Aku tadi nyariin ayah dikamar oma tapi nggak ada, eh ayah berdiri dikamar sister," adunya.


"Kamu ngapainVid pagi-pagi gini didepan kamar Cally," curiga Elena dengan jahilnya.


"Hahah, apain sih tante ini. Aku kebetulan cuma lewat aja terus ketemu Mira," tawa canggungnya.


"Yaudah kalau gitu ak bawa Mira mandi dulu ya tante," David membawa anaknya dalam gendongannya.


Rasa jahil begitu menggelitik Elena untuk menjahili orang. Dan dengan jahilnya ia pun bertanya pada David yang akan pergi," Oh iya, Cally udah bangun belum tadi?"


"Udah kok tan," sahutnya yang kemudian merutukinya. David yang malu bergegas pergi meninggalkan kamar Cally dengan tawa menggelegar dari Elena.


"Apa ya yang terjadi sama mereka ?"


...‐Happy 📖📚reading semuanya‐...