
Sepanjang perjalanan pulang Cally hanya diam tak bersuara, setelah pertemuan mereka Cally nampak enggan untuk berbicara. David tahu bagaimana perasaan Cally saat ini, ia ingin sekali menghiburnya namun ia juga tak tahu harus berbuat apa.
"Baik-baik saja," tanya David mencoba memecah kesunyiannya.
"Gpp kok kak, gue baik-baik aja," memaksakan senyuman pada wajahnya sedang nyatanya hatinya sungguh terluka.
Hening tak ada lagi pembicaraan antara keduanya. David juga tak ingin memaksa Cally untuk mencurahkan isi hatinya. Rasanya seperti membuka luka lamanya dan David sungguh tak ingin mengungkit hal itu.
Tak lama mobil memasuki halaman rumah yang sudah sangat sepi. Bagaiaman tak sepi jika mereka tiba tengah malam. Keduanya memasuki rumah dengan perlahan tak ingin membangunkan orang rumah.
"Dari mana saja kalian?"
Tiba-tiba saja ruangan terang dan sebuah suara berat tengah bertanya padanya. Yah, Arga juga Letta yang baru saja selesai melihat rawa terkejut saat melihat mobil David masih belum terparkir bergitu juga mobil milik Cally.
"Ka-kalian kenapa belum tidur," gugup Cally bertanya.
"Dari mana saja kalian, kenpa jam segini baru pulang," tatap Letta penuh selidik pada keduanya.
"Nggak kerja, nggak jemput anak-anak dan pulang larut malam. Kemana loe bawa Cally," tanya Arga menatap tajam keduanya.
Letta mencoba meneliti kedua orang yang kini tengah berada dihadapannya, mata itu dengan jeli meneliti tanpa celah. Pandangan itu kini fokus pada tanda merah yang dengan jelas berada disisi kiri leher Cally.
"Itu," tunjuk Letta pada Cally.
Arga juga David menatap arah pandanga Letta, dan bertapa terkejutnya David saat melihat ada bekas perbuatannya yang tanpa sengaja meninggalkan jejaknya. Dengan segera David menarik rambut Cally untuk menutupi bekas kenakalannya.
"Kalian," bingung Arga ingin bertanya.
"Udah malam, gue sama Cally mau istirahat."
"Iya, gue udah capek banget. Hoam, ngantuk."
Kedua orang itu nampak kompak untuk menghindari Arga juga Letta, terutama Cally ia kenal betul siapa Letta. Adik sepupunya itu akan terus bertanya sampai ia tahu dan jelas dengan ceritanya.
Namun sebelum keduanya kembali bertanya, David sudah lebih dulu menarik tangan Cally untuk masuk kedalam kamarnya. Tangan keduanya bergandengan dengan begitu erat membuat pandangan Arga juga Letta menatap tajam mengikuti arah keduanya.
"Sayang, kok mereka kenceng banget pegangan tangannya?"
"Aku juga nggak tahu yank, aku juga mau nanya ini."
Kini Arga juga Letta hanya bisa saling beradu pandang, rasanya ingin sekali mereka menarik dan mengintrogasi Cally juga David agar semuanya jelas bagi keduanya.
"Udah malam, kita tidur dulu yuk yank," ajak Arga.
.....
...
Keesokan harinya.
Cally terbangun dengan rasa malasnya, ia kembali teringat dengan kejadian malam itu dimana dirinya begitu dipermalukan hingga rasanya ia ingin sekali membalasnya. Namun ia masih diam tak melawan sebab ia masih sangat menghormatinya.
(Flash back on)
"Benar-benar murahan sekali kelakuannya!"
Cally yang tengah mengoleskan salep pada punggung David dikejutkan dengan sebuah suara yang dengan lantang menghinanya. Tak hanya Cally bahkan David juga mendongakan kepalanya menatap sumber suara yang menjadi polusi bagi telinganya.
"Tante," seru Cally terkejut lalu bangkit dari posisinya.
David ikut bangkit bersama dengan Cally sambil membenarkan kembali kemejanya yang terbuka, namun pandangan menghina Sonya begitu mengganggu David. David menatap balik Sonya dengan tatapan tak kalah menusuk.
"Laki-laki mana lagi ini yang menjadi korban wanita murahan ini ya pah," sinis Sonya sedang Edo suaminya hanya diam dengan tatapan tak kalah menghina.
"Singkirkan pandangan anda tuan," seru David yang tak terima dengan tatapan mesum yang Edo berikan untuk Cally. David begitu murka dengan kedua orang dihadapannya.
"Siapa anda mengatur saya. Hanya orang rendahan saja berlagak," hardik Edo dengan begitu sombongnya.
"Anda atau saya yang rendahan disini tuan, tatapan mata tuan sudah menjelaskannya."
Edo maju dan mencengkeram kerah baju David, Cally histeris saat Edo mengangkat tangannya hendak memukul David dan ia pun maju memeluk tubuh itu untuk melindunginya. Sonya yang kesal menarik tubuh Cally dari David hingga membuat tubuh Cally terjatuh ke lantai hingga menjadi tontonan semua pengunjung yang ada disana.
"Semuanya coba lihat sebentar kesini, saya punya seorang wanita murahan yang sedang beraksi dengan tak tahu malunya," teriak Sonya membuat semua mata memandangnya dan bahkan mereka bergerombol mendekatinya.
Sonya juga Edo yang kebetulan sedang mengajak cucunya berwisata setelah lelah bermain tanpa sengaja melihat resto dalam perjalanan pulangnya. Dan saat baru saja sampai, mata Sonya menatap jelas rupa yang tak pernah ia lupakan.
"Hentikan sikap anda nyonya," seru David mencoba menahan emosinya.
"Perempuan ini beberapa tahuh yang lalu dengan sangat murahannya menjajakan tubuhnya secara gratis sampai ia hamil diluar nikah. Tak sampai itu, perempuan ini juga dengan tega membunuh papa kandung juga anak hasil perbuatan murahannya."
"Cukup tante," seru Cally terisak.
(Flash back off)