CallyDaniel

CallyDaniel
38—Letta yang garang



30 menit sudah kedua wanita itu berkendara dalam mobil sambil terus bersenandung ria, Letta nampak begitu happy menikmati waktunya saat ini. Cally tak kalah happy dengan waktunya saat ini, ia bernyayi sambil berteriak kegiarangan.


"Kita ke cafe situ aja yuk, bagus buat foto-foto kita."


"Gue ngikut loe aja deh kalau gitu, gue masih kudet dengan Jakarta."


"Gaya loe."


Nampak dengan jelas bagaimana kedua wanita itu begitu bahagia dengan waktunya, menikmati coffee juga berfoto ria dengan penuh suka cita. Cally terlalu bahagia hingga ia terus-terusan meminta Letta terus berpose.


"Aduh bentar, gue kebelet Cal," ucap Letta yang langsung berlari meninggalkan Cally seorang diri.


"Dasar anak aneh," tawa Cally sambil menyeruput minumannya.


"Wah wah wah wah, ketemu siapa ini kita disini," seru Sonya yang nampak berdiri tegak disamping Cally dengan sangat sinisnya.


Cally hanya bisa terdiam berdiri didepan Sonya, rasanya begitu canggung bagi Cally jika harus kembali bertemu dengann Sonya dalam keadaan seperti ini.


"Mah, jangan gitu ya. Kasian Cally nya ," lirih Vira yang mencoba menenangkan mertuanya tersebut.


Cally menatap heran Vira yang kini juga ada dihadapannya, berbeda sekali Vira yang pertama kali ditemuinya dengan Vira yang saat ini berdiri dihadapannya.


"Turunkan tatapan matamu itu," bentak Sonya membuat semua orang kini menatap ke arah mereka.


"Maaf tapi jangan membuat keribuatan disini, nggak enak dilihatin orang," ucap Cally yang mencoba bersikap sopan.


"Wanita ngga tahu malu seperti kamu ini malu dihadapan orang lain, dimana rasa malu kamu saat menggoda anak saya yang sudah beristri ini," teriak murka Sonya pada Cally.


"Saya tidak pernah menggoda putra anda nyonya Sonya," lawan Cally.


Plakkk..


Sonya murka mendengar pembelaan Cally terhadap dirinya, ia tak bisa menahan dirinya hingga mendaratkan tamparan kerasa pada pipi Cally. Vira tersenyum puas sekilas sebelum mengubah ekspresinya menjadi terkejut, ia berpura-pura iba dengan apa yang dialami oleh Cally karena dirinya.


"Maafin mama aku ya," ucap Vira.


"Diam kamu perempuan murahan." bentak Sonya.


Plakk ..


Dua tamparan berhasil mendarat dengan selamat dikedua sisi pipi Vira. Pelakunya tak lain adalah Letta yang baru saja hendak kembali kepada Cally, namun ia yang melihat semua kejadiannya merasa gerah dengan Vira yang bermuka dua.


"Aww, sakit juga," ucap Letta sambil membersihkan kedua sisi telapak tangannya.


"Ta," lirih Cally menarik Letta mendekati dirinya.


"Siapa kamu , berani sekali menampar menantu saya."


"Saya adalah Arletta Ferrour Wijaya, istri sah Arga Wijaya sekaligus adik pemberani dari Cally."


"Cih, manusia rendahan seperti kalian nggak akan bisa menggertak kami orang berkelas," sinis Sonya begitu sombong.


"Bukankah anak anda seorang psikiater kejiwaan nyonya, kenapa tidak anda periksakan dulu kejiwaan anda. Saya takut mental anda sudah terganggu hingga membuat anda menggila."


Sonya mengangkat tangannya hendak menampar Letta didepannya, namun dengan sigap Letta menahan juga menatapnya dengan sangat menusuk lawannya.


"Jangan pernah sentuh saya dengan tangan kotor anda ini," dileparnya tangan Sonya yang ditahannya tadi.


"Letta kita pergi aja," tarik Cally pada lengan suadarinya.


"Letta ayo," ucap Cally saat Letta masih bertahan ditempatnya.


"Saya akan balas berlipat-lipat kali dari ini. Lihat saya!"


Belum juga habis kemarahan Letta dari dalam, ia sudah bertemu lagi dengan Daniel yang juga memancing kembali emosinya.


"Jangan sentuh kakak saya!"