
David terus saja memberikan serangan kecil pada Cally istrinya, serangan yang membuat Cally bersusah payah menahan ******* agar tak keluar begitu saja dari bibirnya. David tahu jika Cally saat ini tengah menahan dirinya, mungkin malu atau mungkin Cally belum siap.
Namun itu tak menyurutkan niat David dalam menerobos masuk Cally istrinya, hal itu membuat David semakin tertantang menaklukan istrinya. David menggigit gemas bahu putih istrinya, meninggalkan jejak romantis yang sangat jelas terlihat.
"Nggak usah ditahan, nanti sakit loh," bisik David yang dilanjut dengan ciuman intens pada dau telinga milik Cally.
Seluruh tubuh Cally terasa begitu panas, rasanya ada sesuatu yang sangat ingin keluar dari dalam tubuhnya. Cally berusaha menahannya, mencengkeram erat selimut yang sedang didudukinya tersebut.
"Sayang, come on," bisik sensual David sambil memainkan lidahnya.
Cally sungguh sudah tak tahan dibuatnya, semua serangan yang diberikan suaminya menghancurkan semua pertahanan yang telah dibuatnya. Perlahan Cally membalikkan wajahnya, mengecup singkat pipi David dengan tersipu malu.
"Hanya pipi," goda David memiringkan kepalanya.
"Ehm."
"Masa hanya pipi, aku aja udah ngasih banyak jejk nih," membelai mesra leher serta bahu yang jelas tertera jejak kebanggan David.
"Terus mau kakak, aku juga ninggalin jejak ditubuh kaka gitu," manja Cally berbicara.
David tersenyum lebar dibuatnya saat mendengar nada manja yang dibuat-buat oleh istrinya. Begitu gemas hingga ia ingin sekali melahab habis istrinya tersebut. Cally terpesona melihat raut tawa bahagia yang saat ini suaminya tunjukkan, is tersihir oleh ketampanan yang kini tersaji dengan sangat sempurna didepan matanya.
Cup.
Satu kecupan berhasil membungkam tawa David yang begitu renyah, kecupan singkat yang mampu membangkitkan tiang yang telah lama tertidur. Mata itu dengan intens meneliti seluruh wajah istrinya, menatap kagum dengan kesempurnaan ciptahan Tuhan untuknya.
"I love you," ucap David tanpa melepas pandangannya.
Tak ada sahutan balasan, Cally memilih ******* bibir David. Mencecap manisnya bibir yang selalu saja bisa membuatnya terbuai dengan semua kata-kata manisnya.
"Apa," tanya David saat Cally selesai menciumnya.
"Kenapa diam aja," memukul ringan bahu suaminya.
"Terus kalau nggak diam mau gimana dong," godanya.
"Yaudah nggak jadi kalau gitu," kesal Cally hendak meninggalkan David seorang diri diatas ranjangnya.
Tangan kekar itu dengan kilat menarik pinggang ramping istrinya, membawanya berbaring diatas ranjang yang sudah ia siapkan. Hasrat David sudah tak dapat ditahannya lagi, terlebih saat ini ia sedang menindih Cally yang sedang nyaman dibawah kungkungannya.
"Wanita penggoda," puji David.
"Gpp, menggoda suami mesumku ini kan bukan yang lainnya."
"Nggak ada yang lainnya karea aku bakal bikin kamu kelelahan."
David menyerang ceruk leher Cally dengan sangat buasnya, Cally hanya bisa pasrah sambil mengeluarkan ******* yang semakin memacu adrenalin David sebagai laki-laki perkasa. Cally mencengkeram lengan David saat laki-laki itu memberikan lagi jejak pesonanya pada tubuh istrinya.
David membalik posisi dirinya, kini ia dibawah sedang Cally berada diatas berganti mengunci tubuhnya.
"Gantian dong," genit David mengedipkan sebelah matanya.
"Sipapa takut," seringai Cally licik.
Tak kalah dengan suaminya, Cally dengan lincahnya meninggalkan jejak gesitnya pada tubuh kekar tersebut. David tak menyangka istrinya akan selihai ini, ia sangat bahagia bahkan sangat-sangat bahagia dibuatnya.
"Ahhh sayang, " desah David tak tertahankan.
Cally mengangkat kepalanya, menatap mata penuh kabut gairah milik suaminya itu.
"Bisa kita mulai," tanya David menyibakkan anak rambut Cally yang jatuh menghalangi kecantikan istrinya.
"Tentu saja, aku sudah sangat siap melayani suami aku."
David kembali membalik posisinya, dengan perlahan menanggalkan semau pakaian yang digunakannya. Cally menutup kedua matanya dengan tangan, kini David membantu istrinya menanggalkan semua pakaiannya juga.
Ada rasa deg-degan saat tangan kekar itu menyentuh langsung kulitnya. Bahkan jantung Cally berdetak tak karuan saat menyadari jika kini dirinya sudah tak terhalang sehelai benang pun.
"Bersiaplah sayang," bisik David.
Tok.. Tok.. Tokk ..
...‐Maaf ya kalau banyak typonya, nggak sengaja dan udah berusaha buat nggk typo jarinya .. Maksih udah terus dukung kami‐
...