CallyDaniel

CallyDaniel
59—Tangisnya



...Sebelum lanjut membaca mohon pastikan untuk :...


○like


○komen


○vote


○share cerita


○juga masukan dalam keranjang favorit kalian


...-------------------------🌾------------------------------...


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Cally, tiba-tiba tubuh Sonya memundurkan diri beberapa langkah menjauh dari Cally.


"Kenapa menjauh nyonya Sonya, takut dengan saya," tanya Cally mengejek.


"Takut? dengan wanita murahan seperti kamu ini," hina Sonya.


"Ma-


"Jangan ikut campur Daniel," tegur Edo yang menahan anaknya.


"Wanita hina, anda sedang mengatai diri anda sendiri kah itu nyonya," serang balik Cally yang berjalan mendekati Sonya.


"Jangan mendekati mama saya," tahan Vira yang memegangi lengan Cally.


"Pelayan, bawa Meya ke mobil. Antarkan dia ke sekolah," perintah Edo pada pelayannya.


Cally yang tadinya diam saja, setelah melihat Meya pergi kini ia menarik tangan Vira dan memelintirnya hingga membuat Vira menjerit kesakitan.


"Brengsek, lepaskan menantuku itu," bentak Sonya yang menahan balik lengan Cally.


Cally menyeringai, ia dengan sengaja mendorong tubuh Vira pada Jesika sedang dia mencekik leher Sonya dengan begitu marahnya.


Cally memojokkan tubuh Sonya hingga membentur tembok, Edo turun dan hendak menolong istrinya namun Cally lebih dulu mengancam Edo dengan ucapannya.


"Selangkah saja tuan Edo mendekati kami, saya pastikan istri anda ini mati ditangan saya!"


Langkah kaki Edo terhenti seketika, bagaimanapun Cally berubah tetap saja Edo tahu dengan jelas siapa Cally sebelumnya. Wanita yang tak pernah kenal dengan rasa takut.


"Anda kan yang sudah menyuruh orang untuk menculik adik juga keponakan saya," tanyanya dengan penuh penekanan.


"Mama nyulik Letta sama anaknya," kaget Daniel.


"Jangan percaya sama di- , akhhhh," pekik Sonya yang tak bisa melanjutkan ucapannya sebab Cally menekan lehernya.


"Cally cukup, dia mama aku," seru Daniel yang tak tega melihat mamanya kesakitan.


Edo benar-benar terkejut mendengar apa yang baru saja didengarnya dari Cally, ia memang tahu jika istrinya menculik Letta juga anaknya, tapi ia tak tahu jika anak itu dibuatnya hingga cacat.


"Nyawa dibalas dengan nyawa, mata dibalas dengan mata, dan kaki dibalas dengan kaki," serunya yang memberikan tendangan keras pada kedua kaki Sonya hingga berteriak kesakitan.


"Lepasin," berontak Vira pada cengkraman Jesika.


Plakkk..


"Diam aja loe, banyak tingkah banget," seru Jesika setelah memberikan tamparannya pada Vira.


"Apa papah akan diam aja lihat mama disakitin seperti itu pah," tanya Daniel yang tak tega dengan mamanya.


"Lalu kamu mau papa, papa sudah pernah mengatakan pada mama kamu untuk tidak melibatkan anak-anak kedalam dendamnya."


.....


...


Kini semua orang tengah berada diruang rawat Laisa, ada Olla juga Mira yang sedang duduk diranjang menghibur Laisa yang sedang tertawa.


"Letta, kamu istirahat dulu ya nak. Mama tahu beberapa hari ini kamu pasti juga lelah," ucap Elena yang merasa kasihan dengan menantunya.


"Nggak ma, aku baik-baik aja kok," kilahnya dengan senyuman.


"Mama yakin kalau suami kamu pasti bisa mengatasi masalah ini. Dia pasti bisa menangkap pelaku itu," lanjutnya.


"Aku udah tahu mah siapa yang harus aku curigai saat ini."


"Siapa nak," tanya Elena.


Namun sebelum Letta menjawab, dua orang suster masuk dan membawa Laisa untuk melakukan terapi.


Didalam ruang terapi anak itu ada Letta juga Elena yang menemani Laisa, sedang yang lainnya hanya bisa melihat dari balik kaca.


"Mama sakit," rengek Laisa kesakitan saat kakinya dipaksa untuk digerakkan.


Shaka mengepalkan tangannya dan menerobos masuk kedalam ruang terapi, ia berdiri didepan adiknya yang sedang menangis kesakitan.


"Jalan bareng-bareng sama kaka yuk dek," ajaknya mengulurkan tangannya.


•••••••••••••••jangan lupa pesan diatas ya•••••••••••••


maaf ya membuat kalian semua menunggu lama untuk updatenya .. cuaca sedang tidak bagus dan itu berpengaruh pada kondisi tubuh, tapi walaupun nggak banyak aku usahain supaya bisa update ..


...Terima kasih semuanya...