CallyDaniel

CallyDaniel
42—Sah kah ???



Hari yang dinanti kini telah tiba, hari yang sangat dinantikan oleh semua orang apalagi kalau bukan hari pernikahan Cally juga David. Cally sedang sangat sibuk dikamarnya beradu dengan beberapa make up yang tertata rapi dimeja riasnya.


"Wah, cantik sekali ini calon pengantin kita," seru Elena yang baru saja masuk kedalam kamar.


"Tante," panggil Cally melihat Elena dari cermin didepannya.


"Gimana semuanya," tanya Elena pada tukang rias yang dipilihnya.


"Aman nyonya, semua sudah siap dan sesuai dengan yang nyonya request."


"Bagus, saya mau kalian buat anak saya ini tampil beda diacara pernikahannya ya."


"Baik nyonya."


Sedang didepan kini sudah nampak beberapa tamu yang merupakan rekan bisnis dari David Arga juga Reno datang. Tak lupa keluarga Orland juga sudah tiba dan kini juga tengah sibuk menyiapkan semua hal.


"Silahkan duduk dulu," ucap Orland saat mempersilahkan para tamu undangan.


"Land, loe awasin semua tamu. Pastikan nggak ada penyusup disini, loe koordinasi sama anak buah gue didepan ya," ucap Arga.


"Oke, gue ke depan dulu kalau gitu ya."


Arga menyiapkan beberapa anak buahnya untuk menjaga acara pernikahan ini, baik didepan rumah maupun dijalan menuju rumahnya. Ia hanya tak ingin pernikahan ini hancur oleh orang yang tak bertanggung jawab.


Letta bahkan kini lebih gugup dari pada Cally calon mempelainya, bagaimana tidak gugup jika ia terus saja ketakutan jika saja pernikahan ini hancur jika Daniel tiba-tiba tahu dan datang.


Dan disaat dirinya termenung didalam kamar, Arga masuk dan begitu terpesona. Berbalut kebaya berwarna merah senada dengan kemejanya, Letta terlihat sangatlah seksi dan menawan. Istri yang selalu dipujanya, bahkan Arga terlalu memuja semua yang ada pada diri istrinya.


"Waw, istri aku cantik banget ini," puji Arga berdiri didepan istrinya.


"Sayang," panggil Letta sambil memeluk manja pinggang suaminya.


"Ada apa sayang. Ehm?"


Seakan tahu jika istrinya tengah gelisah, Arga memberikan pelukan hangatnya sambil terus membelai kepalanya. "Aku udah siapin semua penjagaan ketat untuk pernikahan ini. Mulai dari jalan masuk sampai depan rumah."


"Sama-sama istriku, cintaku, sayangku, belahan jiwaku," ucap Arga dengan mengecup seluruh wajah istrinya.


Kini acara yang ditunggu-tunggu telah tiba, saatnya David mengucapkan janji sucinya bersama dengan Cally didepan penghulu juga para saksi. Cally menanti ikrar janji itu didalam kamar dengan sangat cemas, gugup hingga rasanya ingin sekali ia meminum obat penenangnya.


"Santai aja, lancar kok," ucap Letta yang kini menemani saudarinya didalam kamar. Tak hanya Letta, Laisa juga Olla ikut serta bersama dirinya sedang Mira ada bersama David menemani ayahnya.


Dan ketika suara David menggema melalui pengeras suara, disitulah rasanya tubuh Cally kesemutan seluruhnya. Dan tak lama teriakan sah menggema hingga membuat dada Cally begitu lega.


"Selamat ya, loe udah sah jadi nyonya David sekarang," haru Letta yang tanpa sadar menitikan air matanya.


"Makasih ya Ta, doa in gue supaya bisa jadi istri juga bunda yang baik buat Mira," memeluk tubuh Arletta.


"Yaudah kalau gitu sekarang waktunya kita untuk keluar."


"Gue gugup Ta."


"Pemeran utama harus menegakkan kepalanya dong."


Dengan perlahan kedua wanita cantik itu keluar dengan diiringi dua gadis kecil yang sangat menggemaskan. Cally yang sangat gugup meremas lengan Letta yang digandengnya. "Loe tenang aja ya."


Mata David tak berkedip saat menyadari jika istrinya tengah dengan perlahan menuruni anak tangga, perlahan kini jarak keduanya sangatlah dekat bahkan hanya berjarak dua langkah saja.


"Kak David, titip saudara aku ya. Tolong jaga dan cintai dia setulus hati," pesan Letta hingga membuat Cally memalingkan wajahnya, menatap haru Letta disebelahnya.


David mengambil Cally dari Letta, ia pun tersenyum menanggapi permintaan Letta tersebut. "Bahkan aku bakal jaga dia dengan seluruh jiwa, melebihi nyawaku sendiri."


Semua orang berseru saat melihat David dengan gemetaran memasangkan cincin dijari Cally, bahkan semua orang mentertawakan kegugupan David tersebut. Letta menangis saat David mencium dengan mesra kening saudaranya, rasanya ia sangat bahagia melihat kini Cally mendapatkan suami dambaannya.


"Welcome nyonya David."


"Mohon bimbingannya tuan David."