
...Sebelum lanjut membaca mohon pastikan untuk :...
○like
○komen
○vote
○share cerita
○juga masukan dalam keranjang favorit kalian
...-------------------------🌾------------------------------...
Mira menangis saat melihat pelipis bundanya berdarah, bahkan kini semuanya menatap Cally dengan penuh tanya. Cally hanya bisa tersenyum dengan sangat canggung menatap mereka semua, Letta menatap dengan intens wajah saudarinya tersebut.
"Gpp kok, cuma luka kecil aja," memaksakan senyumnya.
"Apa yang terjadi dengan pelipis kamu itu ," tanya Reno.
"Om, aku baik-baik aja kok. Nggak usah khawatir ya semuanya."
David datang, suaranya kini memenuhi seisi rumah menyeruka nama istrinya. Cally hanya bisa memejamkan matanya menahan emosinya yang aka kembali memuncak.
"Sayang, " lirih David mendekati istrinya.
Namun tiba-tiba tengkuknya terasa begitu dingin, seperti ada ribuan hantu tengah menunggu untuk memangsanya.
"Kalian semua ada disini," tanya nya saat menyadari ada banyak orang dibelakangnya.
"Apa yan terjadi dengan istri kamu ini Vid," tanya Elena memicingkan matanya.
"Gpp tante, cuma masalah kecil aja kok."
"Sayang, aku obatin dulu ya lukanya," ucap David.
"Ta, loe katanya mau obatin luka gue? Yuk kekamar loe aja."
Letta hanya bisa ber oh ria, ia paham jika sedang ada yang tidak beres dengan Cally dengan David namun ia tak mau ikut campur. Ia hanya bisa membawa Cally ikut sera dengan dirinya.
Tami benar-benar tak terima dengan apa yang Cally lakukan padanya. Tak hanya rasa sakit yang dirasanya, namun rasa malu yang tak bisa ia hilangkan dari pikirannya. Ia kembali menyusun rencananya untuk membalas perbuatan Cally padanya.
"Rasa malu ini bakal gue balas berkali-kali lipat lebih memalukan," geramnya.
.....
...
Hingga malam tiba, semua orang tengah terlelap dalam tidurnya masing-masing. Tidak dengan David yang masih tak bisa memejamkan matanya, kemarahan Cally benar-benar membuat hatinya sangat tak tenang.
Ia membalikkan tubuhnya, menatap punggung Cally yang kini tengah membelakanginya. Ingin sekali ia merengkuhnya, namun ia juga takut membuat Cally bertambah marah padanya.
"Mau kemana," tanya David saat tiba-tiba Cally bangkit dari ranjangnya.
"Minum," singkatnya yang kemudian berlalu pergi dari kamarnya.
Cally tak langsung kembali kedalam kamarnya, ia memilih menikmati malam dihalaman belakang sambil bermain ayunan disana. Menatap gelapnya langit Cally terus berfikir tentang cara menghukum suaminya tersebut.
"Gue diemin aja kalau gitu beberapa hari," lirihnya.
Sedang didalam kamar David begitu gelisa saat Cally tak kunjung kembali kedalam kamar. Ia bangkit dan berjalan menyusul istrinya berada. Kosong, tak ada Cally saat David tiba didapur.
"Kemana dia, kenapa nggak ada didapur? Katanya minum," menggaruk kepalanya.
Matanya melihat pintu samping terbuka, dengan buru-buru ia berjalan mendekatinya. Istrinya disana, duduk diam diayunan sambil menatap gelapnya langit malam.
"Sayang," sapanya mendekatinya.
Cally tersadar dan hendak bangkit dari duduknya, David menahannya ia tak membiarkan Cally menjauhinya. Dengan sangat erat ia memeluk tubuh Cally dari belakang.
"Aku salah sayang, maafin aku," sesalnya.
Tak semudah itu bagi Cally untuk memaafkan suaminya, bukan bermaksud kejam namun Cally harus memberikan peringatan bagi suaminya. Ia sudah terluka tapi David masih berani membela Tami didepannya, itu membuat dirinya tak suka.
"Lepas," singkatnya.
"Sayang aku minta maaf, ayolah."
"Lepas aku bilang," ulangnya.
"Sayang," rengek David.
Cally geram, ia dengan kasar melepas tangan David yang ada diperutnya. Menghempaskannya lalu pergi meninggalkannya. Ia tak kembali kedalam kamarnya, ia lebih memilih masuk kedalam kamar Laisa dan tidur dengan keponakannya.
"Sayang, tante numpang tidur ya malam ini," bisiknya lalu mencium pipi Laisa.
Pagi-pagi sekali Cally sudah terbangun dan segera keluar dari kamar Laisa, ia mengendap-endap kedalam kamarnya dan segera membersihakan dirinya.
"Siapa pagi-pagi begini bertamu bik," tanya Cally yang baru saja turun dari kamarnya.
"Kurang tahu non, perempuan katanya temen den David."
"Tami, berani sekali pagi-pagi mendatangi suami orang," batinnya kesal.
"Lihat apa yang bisa loe dapat disini," lirihnya.
"Bik, tolong siapin semuanya ya. Saya yang akan masak buat sarapan."
"Tamu nya non?"
"Biarin aja dulu disana."
"Selamat menunggu yang nggak pasti, penggoda."
•••••••••••••••jangan lupa pesan diatas ya•••••••••••••
...Hai semua .. jaga selalu kesehatan kalian ya,🌹...