CallyDaniel

CallyDaniel
71‐Rasa cinta



...Sebelum lanjut membaca mohon pastikan untuk :...


○like


○komen


○vote


○share cerita


○juga masukan dalam keranjang favorit kalian


...-------------------------🌾------------------------------...


David datang dan segera berlari masuk begitu saja kedalam rumah, matanya begitu terkejut melihat didepan matanya ada darah yang begitu banyak berceceran dilantai dengan Vira yang sedang meringkuk ketakutan.


"Dimana istri saya, dimana Cally, " teriaknya mengguncang tubuh Vira.


"Ma,, ma mama sedang mengejarnya. Mereka ada dihalaman belakang," ucapnya terbata-bata.


"Sialan," umpatnya.


David berlari sambil melihat sekelilingnya, ia mencoba menghubungi Daniel namun tak ada satupun sahutannya. Ia mencoba menghubungi tuan Edo namun juga tak ada sahutan, ia terpaksa mencari keseluruh sudut rumah asing itu.


"Cally, Cally," teriaknya terus memanggil istrinya.


"Cally kamu dimana sayang, jangan bikin aku takut."


"Sonya, kembalikan istri saya."


Samar-samar David mendengar suara rintihan seseorang, ia mengenal betul suara siapa yang kini didengarnya. Ia berlari mencari sumber dari suara yang tadi dengarnya.


"Maju loe kesini, maju. Mana keberanian loe tadi, takut? Takut sama pisau ini kah," tanyanya menyeringai dengan begitu menakutkannya sambil memainkan ujung tajam pisau yang dibawanya.


"Gila, anda benar-benar sudah tidak waras. Ckckck, sebaiknya anda pergi mengemis kepada anak anda agar mau merawat anda ditempatnya bekerja."


"Ups, atau ternyata anak anda sudah dipecat darisana karena kasus dengan sengaja membunuh mommy saya," lanjutnya dengan begitu tak takut mati.


"Bacort busuk, berani sekali menghina putraku. Putraku adalah dokter terhebat diprofesinya," teriaknya murka.


"Wah, dokter terhebat yang lalai dengan tugasnya."


"Mati loe."


Tes,,


Tes,,


Tes,,


"Kamu, kamu," panik Sonya.


"Berani melukai istri saya, apa anda sudah tidak menyayangi nyawa anda nyonya Sonya?"


Yak, saat Sonya mengangkat pisaunya David datang dengan begitu cepat dan menangkap pisau dengan tangan kosongnya. Tangannya mencengkeram pisau tersebut dengan begitu kuat, darah segar menetes membasahi lantai tepat didepan Cally.


Bught..


Cally menendang perut Sonya hingga membuat wanita itu tersungkur jauh dari keduanya. Cally menarik tangan suaminya, menatap pilu tangan nyang penuh luka dengan luka yang cukup dalam.


Cally merobek pinggiran baju yang suaminya gunakan, sambil terisak ia membalut luka itu dengan robekan kain tersebut. Cally benar-benar merasa terluka melihat luka suaminya itu, ia menangis dengan hanya terisak.


"Kalau di tv atau di novel-novel itu penyelamatnya ngerobek bajunya sendiri loh, ini kenapa kamu robek baju aku ini ya," canda David mencoba mengalihkan kekhawatiran istrinya.


"Ishhh," ringis David saat Cally menekan tangannya yang terluka.


"Sayang sakit."


"Makanya jangan sok lucu."


"Kita kerumah sakit sekarang," ucap Cally selesai membalut luka suaminya.


Arga begitu cemas saat Letta masih tak sadarkan diri, ia ingin sekali membawa sang istri ke rumah sakit namun anak-anak saat ini berada diruang depan terlebih ada Laisa juga disana.


"Bagaimana ini, kalau aku bawa Letta keluar maka anak-anak pasti lihat. Laisa pasti akan menangis melihat mamanya," paniknya.


"Makanya jangan bikin putrimu menangis."


Arga membalik tubuhnya, Letta tengah tersenyum sambil memandanginya. Arga datang dan memeluk tubuh istrinya, ia begitu lega akhirnya Letta bisa kembali sadar.


"Hampir aja aku bawa kamu keluar tadi."


"Untung aku cepet sadar ya."


"Lain kali jangan seperti ini ya, kamu jangan bertindak sendiri kamu pakai tangan aku aja biar tangan kamu nggak kotor."


Letta tersenyum mendengar ucapan suaminya, rasanya ia begitu bersyukur memiliki Arga yang memperlakukannya sebagai ratu. Menjaganya melebihi nyawanya juga mencintainya lebih dari hidupnya sendiri.


Namun tiba-tiba lampu padam begitu saja, hari yang sudah gelap membuat rumah itu begitu tak terlihat.


"Akhhhhh, akhhhhhhh. Mamaa, tolong Laisa. Akhhh."


"Laisa," seru serempak Arga Letta.


...•••••••••••••••jangan lupa pesan diatas ya•••••••••••••...