CallyDaniel

CallyDaniel
24—Selingkuh ?



David nampak canggung saat makan bersama satu meja dengan Cally, bahkan Cally sendiri juga nampak salah tingkah dan tak berani menegakkan kepalanya. Letta menatap curiga pada kedua orang yang tengah nampak sekali gugupnya.


"Kalian kenapa sih," tanya Letta mengejutkan Cally.


"Ada apa Ta," tanya nya balik.


"Kamu sama kak David kok diam aja nggak kayak biasanya, ada apa?"


"Apaan sih Ta, kita nggak kenapa-kenapa kok," kilah David.


"Mama, tadi pagi-


David segera membungkam mulut Mira yang hendak memberi tahu Letta jika tadi pagi ia anak nya itu telah memergokinya didepan kamar Cally. Namun David lupa jika ada Elena yang juga tau tentang kejadian pagi tadi.


"Vid kasian Mira dibungkam gitu mulutnya," seru Reno menyadarkan David dimana tangannya saat ini.


"Astaga nak, maafin ayah ya."


"Aduh si om, Mira jadi nggak bisa nafas kan itu," celoteh Olla membuat mereka tersenyum.


David nampak canggung dengan situasi saat ini, ingin rasanya ia menarik pergi Cally agar terlepas dari canggung nya itu. Namun ia juga tak bisa melakukannya, saat ini hatinya berdetak dengan begitu cepat seakan berpacu dengan nafasnya.


"Ada apa ini, kalian habis kena dosa apa," tanya Arga membuat Cally juga David tersedak makanannya.


"Wah aneh ini kalian berdua," timpal Elena.


Semua kembali terdiam menikmati makanannya masing-masing, tak ada satupun suara yang terdengar. Kini semua orang berpencar dengan aktifitasnya masing-masing. Cally kini tengah dalam perjalanan pulangnya kembali setelah mengantar trio ribut pergi kesekolah.


Namun ditengah jalan ia ingin sekali mampir membeli sebuah cake kesukaannya, dan tanpa diduga dan tak sengaja mereka bertemu. Cally bertemu dengan Daniel, laki-laki yang dulu sangat dicintainya.


Tangannya bergetar dengan begitu hebatnya, bahkan cake yang ada ditangannya hampir saja terjatuh jika saja Daniel tak menopangnya. Kedua tangan mereka bersentuhan, mata mereka saling bertemu satu sama lain cukup lama.


Tak disangka pula Vira juga datang secara kebetulan, amarahnya memuncak saat melihat suami ynag sangat dicintainya itu kini tengah begitu mesra dengan perempuan lainnya.


Vira melangkah maju mendekati keduanya, semakin dekat semakin Vira melihat dengan jelas tatapan Daniel untuk perempuan lain dan ia berteriak," Aa-apaan ini!"


Dengan reflek Cally mendorong tubuh Daniel menjauh darinya, menjaga jarak keduanya dengan begitu canggung bahkan layaknya dua orang asing.


"Ngapain kamu disini," tanya Daniel ketus terhadap istrinya.


"Aku istri kamu dan kamu tanya aku ngapaim disini? Kalo aku nggak disini aku nggak akan tau kalau ada perempuan busuk yang berusaha godain suami aku," murka Vira menghina Cally dengan begitu kejinya.


"Jaga bicara kamu itu," tunjuk Daniel pada istrinya dengan tatapan mata tajamnya.


Banyak dari para pengunjung mulai berkerumun dan berbisik saling membicarakan Cally, tak tau harus berbaut apa hingga ia hanya bisa diam menundukkan kepalanya. Vira tak berhenti sampai disitu, ia terus saja menyiram api kemarahan pada pengunjung untuk ikut mencaci wanita didepannya.


"Cukup Vira, Cally bukan wanita seperti itu," seru Daniel dengan sangat murka.


Vira bagai tersambar petir saat tau siapa wanita yang kini tengah berdiri dihadapannya, ini adalah wanita yang telah membuat suaminya tergila-gila padanya hingga tak ada tempat sedikitpun untuk dirinya.


"Jadi loe Cally," tanya Vira dengan nada rendahnya namun menahan air matanya. Cally mendongakkan kepalanya menatap wanita ynag bernama VIra itu.


"Jadi anda yang selama ini menjadi simpanan suami saya secara rahasia," tuduhnya dengan keji.


Mata Cally melotot saat mendengar apa yang baru saja wanita itu sampaikan, bagaimana bisa dia berselingkuh dengan Daniel jika hari ini adalah pertama kalinya mereka bertemu setelah beberapa tahun lamanya.


"Jaga mulut kamu," bentak Daniel tak terima dengan tuduhan tersebut.


Cally menitikan air matanya mendengar apa yang baru saja dituduhkan padanya, tak bisa membela sebab lidahnya terasa begitu kelu. Hanya terdiam dengan air mata yang mengalir deras mebasahi pipinya.


Hatinya begitu sakit mendengar tuduhan terhadapnya, tak ada yang bisa ia lakukan saat situasi mulai memojokanya. Semua orang mulai mengoloknya, menuduhnya dengan berbagai macam tuduhan serta hinaan.


"Jangan membual dengan ucapan kamu itu."


"Membual apanya, ini buktinya."


"Bukti apa lagi yang kamu maksud ini ," geram Daniel mendengar semua yang diucapkan.


"Suami aku pagi-pagi buta udah menghilang dari rumah, aku fikir kerja nyatanya ketemu sama selingkuhannya."


"Selingkuhan? Jaga bicara kamu," emosi Daniel mencengkeram lengan Vira.


"Pak jangan kasar dong sama istrinya."


"Tau nih, masa demi selingkuhan nyakitin istrinya. Jahat."


"Huuuuuu."


Begitulah beberapa ucapan yang membuat air mata Cally terus mengalir, ia sungguh sudah terpojok tanpa bisa berbuat apa-apa. Ia tak tahu harus meminta bantuan pada siapa, kaki nya juga terasa kaku untuk digunakan melangkah.


"Ada apa ini sayang?"


...‐Happy reading semuanya‐...