CallyDaniel

CallyDaniel
25—Suami Istri



David merasa begitu tak nyaman dengan apa yang dirasakannya saat ini, fikirannya penuh dengan Cally saat ini. Entah apa yang terjadi kini hatinya selalu berdetak ketika bayangan wanita itu terus saja berkeliaran diingatannya.


"Gue bisa gila kalau begini," kesalnya memukul setir mobilnya.


Suasana hati yang begitu buruk membuat David teringat dengan toko kue yang bisa Letta datangi sewaktu sedih, dan ia berharap rasa yang ada dihatinya akan hilang setealah mendatangi toko kue tersebut.


"Mending gue kesana aja deh," putusnya memutar kemudinya mobilnya.


Namun sesampainya didepan toko ia sempat tertegun saat melihat ada beberapa orang sedang bergerombol. Dia dengan acuhnya masuk dan melewati kerumunan itu, namun isak tangis itu menghentikan langkahnya.


Ya, David hafal betul dengan suara tangis siapa itu. Tiba-tiba amarahnya memuncak mendengar isak tangis tersebut.


"Ada apa ini sayang."


Cally mendongakkan kepalanya mendengar suara yang dikenalnya, rasanya ia begitu lega saat ada orang yang datang menolongnya keluar dari situasinya. Ia yang begitu bahagia hingga tak sadar berlari dan memeluk mesra tubuh David disampingnya.


"Aku takut kak," adunya dengan isak tangis.


David menatap tajam semua orang yang kini berkerumun, tatapan itu terhenti pada dua orang yang sangat dikenalnya. Daniel juga istrinya Vira, David tak terima dengan apa yang dilihatnya hingga membuatnya bertanya," Apa yang kalian lakukan pada istri saya."


Cally mengeratkan pelukannya, ia menyembunyikan wajahnya pada pada dada bidang milik laki-laki yang mengakui dirinya sebagai seorang istri. Entah mengapa hatinya begitu lega mendengar ucapan David barusan, walaupun ia tahu itu hanyalah kebohongan.


Mata Daniel menatap tajam David yang kini menatapnya, ada guratan amarah yang jelas tergambar diwajah Daniel mendengar apa yang baru saja diucapkan orang yang dikenalnya selama ini. Ia merasa dikhianati oleh David padahal ia tahu dengan betul jika ia sangat mencintai Cally.


Daniel yang tak dapat menahan emosinya memukul wajah David hingga membuat lawannya itu jatuh tersungkur. Cally begitu terkejut saat tubuh yang dipeluknya jatuh karena sebuah pukulan.


"Kak David," seru Cally menghampiri David yang tersungkur.


"Bangun loe, pengecut! Loe udah rebut Cally dari gue, padahal loe tau gimana gue cinta sama dia," teriak Daniel membabi buta. Dan amarah serta pengakuan itu begitu melukai perasaan Vira yang masih mematung disandingnya.


"Kalian sudah dengar semua, dia adalah Cally istri sah saya. Saya nggak tau apa yang sudah kalian dengar,tapi saya bisa pastikan itu semua hanya kebohongan," ucap David pada mereka yang masih saja berkerumun.


Satu persatu pengunjung mulai membubarkan diri, mereka kembali pada tempat masing-masing setelah mendengar apa yang diucapkan David.


"Bangun loe, sini lawan gue," tantang Daniel pada David.


Cally begitu murka dengan Daniel yang belaga sok jagoan dihadapannya, telebih ia merasa jika laki-laki itu sudah sangat kelewatan. Ia bangkit namun David menahan tangannya, Cally tersenyum meyakinkan David jika ia akan baik-baik saja.


Cally melangkah maju mendekati Daniel, sedang Daniel merasa begitu berdebar saat wanita yang dicintainya tengah mendekatinya. Wajah Daniel tersenyum penuh harap, namun yang didapat bukan pelukan namun sebuah tamparan.


"Anda dengar baik-baik ini dokter Daniel yang terhormat, saya adalah nyonya David sekarang. Tolong anda sampaikan pada istri anda itu untuk jangan menuduh saya dengan tuduhan yang tidak-tidak," menahan amarahnya dengan begitu kuatnya.


David bangkit dan berjalan menghampirinya, direngkuhnya pinggang ramping Cally dengan begitu mesranya. Mata Daniel begitu tajam menatap tangan yang kini begitu nyaman memeluk wanitanya.


"Anda sudah dengar semua, jadi nyonya Daniel saya harap anda bisa menjaga semua ucapan anda agar tak menyakiti hati istri saya," peringatkan David membuat Vira memandang sini Cally dihadapannya.


David melihat amarah yang tergambar jelas pada Daniel, ia dengan begitu liciknya mencoba memancing amarahnya. David tiba-tiba saja mencium pelipis Cally cukup lama, tak hanya Daniel namun Cally juga terkejut dengan apa yang dilakukan David namun Cally segera menetralkan ekspresinya.


"Kita pergi dari sini sayang," ajak David pada Cally.


"Ayo sayang, bawa aku pergi dari sini. Aku muak dengan semua orang yang ada disini," balas Cally menatap sinis sepasang suami istri.


..


Letta tengah berada didapur seorang diri, namun tiba-tiba saja Arga datang memeluk pinggangnya dengan begitu posesifnya.


"Astaga sayang, kamu ini," seru Letta memukul tangan Arga yang sedang memeluknya dari belakang.


"Kangen banget aku sama kamu sayang," manja Arga pada istrinya.


"Jangan gini, nanti malu dilihat mama sama papa," seru Letta melihat kanan kirinya.


"Tenang aja, rumah udah sepi. Semua udah aku suruh pergi biar kita bisa berduaan."


"Terus kalau udah berduaan mau ngapain," tanya Letta dengan begitu manjanya.


Arga tersenyum begitu malu mendengar apa yang tengah dipertanyakan istrinya dengan begitu manja. Walau sudah memiliki dua anak dan pernikahan sudah berjalan beberapa tahun, namun sikap manja istrinya ini selalu saja bisa membuatnya berdebar juga salah tingkah.


"Mau apa," tanya lagi saat Arga hanya diam sambil tersenyum.


Arga mendekatkan wajah nya tepat disamping telinga Letta, dan dengan begitu genitnya Arga berbisik," Mau cek rawa karena lele rindu berenang, siapa tahu kecolongan."


Wajah Letta merah merona mendengar apa bisikn juga hembuasan nafas Arga yang menerpa telinganya. Dan dengan sigap Arga menggendong Letta, membawanya menuju kamar milik berdua.


...‐ Terima kasih semua ‐...