
Semua rangkaian acara telah usai, semua para tamu undangan juga telah meninggalkan rumah milik Arga tersebut. Kini tinggalah keluarga inti mereka, berkumpul dan saling bersenda gurau.
"Mira seneng deh yah sekarang udah beneran punya mama," ungkap Samira yang gembira.
"Emangnya selama ini mama nggak dianggap ya," ucap Letta yang berpura-pura ngambek.
Mira yang semula dalam pangkuan Cally kini berlari dan memeluk erat tubuh Letta, menghujaninya dengan banyak ciuman diseluruh wajahnya. "Mama tetap mama terbaik aku, kalau sister sekarang jadi bunda terhebat aku," ucap Mira yang memeluk Arletta.
"Ikut," seru Laisa yang juga memeluk mamanya.
"Selalu aku ditinggalin," protes Olla yang ikut memeluk tubuh Letta.
"Boy, nggak mau peluk mama juga," goda Arga pada putranya.
"Seperti anak kecil saja," jawabnya yang membuat semua orang tertawa.
"David, Cally. Ini om sama tante ada hadiah kecil buat kalian," ucap Elena yang menyerahkan satu amplop padanya.
David menerima dan membukanya bersama dengan Cally istrinya. "Astaga tante," seru Cally saat mengetahui apa yang ada didalam amplopnya.
"Kalau ini dari gue sama istri gue yang paling cantik," belum usai rasa kaget Cally, Arga sudah kembali menyerahkan amplop yang sama kepadanya.
"Apa lagi ini," tanya Cally membuka isinya.
"OMG," kaget Cally.
"Eits, belum selesai kagetnya. Ini dari gue juga Jesika, mohon diterima," ucap Orland.
Cally berkaca-kaca saat mengumpulkan ketiga hadiahnya, tangannya bahkan bergetar saat memegang ketiga amplop tersebut. "Makasih ya semua," tangisnya yang kemudian dipeluk oleh suaminya.
"Itu rangkaian acara bulan madu buat kalian berdua, khusus yang dirancang sama istri gue ini," bangga Arga memeluk bahu Letta.
"Gue berharap ada berita bahagia sepulang kalian dari bulan madu," harap Letta.
"Ini rangkaian bulan madu atau acara pengusiran secara halus," canda David mencairkan suasananya.
"Udah loe tenang aja, uruasan perusahaans sama semuanya biar gue yang urus disini sama Arga. Loe nikmati aja bulan madu kalian," ucap Orland.
Trip keliling Eropa yang sangat Cally inginkan sejak dulu, bahkan sejak ia masih berseteru dengan Letta. Dan kini ia sangat bahagia saat, bahkan berkeliling dengan kapal impiannya pun Letta wujudkan. Kini Cally memeluk erat sudarinya tersebut sambil tak hetinya mengucap rasa terimakasihnya.
"Makasih ya Ta, makasih banget."
"Loe bahagia itu udah sangat cukup buat gue."
Satu-satunya jalan yang Sonya tawarkan adalah sandiwara ini, berpura-pura harmonis dan menjadi keluarga yang sangat bahagia didepan Meya demi tumbuh kembangang mentalnya.
"Meya seneng deh liat papy sama mamy bisa sayang-sayangan gini terus, iyakan nek," tanyanya pada Sonya.
"Heem sayang, Meya bener banget," senyum Sonya yang sangat merekah.
Namun ditengah kebahagiaan tersebut tanpa sengaja Edo membaca sebuah kabar yang kini tengah heboh dalam grup para elit bisnisnya. Mereka semua tengah membahasa pernikahan David juga kecantikan Cally disana.
"Asatagaa," serunya mengejutkan semuanya.
"Ada apa kakek," tanya Meya.
"Gpp, Meya masuk kamar ya. Udah malam dan Meya harus tidur."
"Oke kakek."
Setelah mencium semuanya dan berpamitan Meya berlari masuk kedalam kamarnya ditemani sang suster.
"Ada apa sih pa," tanya Sonya.
"Digrup elit lagi heboh mah."
Mendengar apa yang diucapkan papanya, Daniel mendorong jauh tubuh Vira dari dirinya dan mencoba membaca apa yang papanya baca.
"Bagus deh kalau mereka udah menikah," sahut senang Sonya sambil bersandar.
"Mau kemana kamu Daniel," tanya Edo saat anaknya tersebut bangkit dari duduknya.
"Ada urusan sebentar."
"Duduk."
"Pah."
"Papa bilang duduk ya duduk," bentak Edo hingga pada akhirnya ia mengalah.
Vira tersenyum puas dengan apa yang dilihatnya, rasanya ingin sekali ia mendatangi Cally dan mengucapkan selamat secara langsung.
"Sempurna sekali."
...‐Terima kasih semua, maaf ya kalau banyak kata typo nya‐...