
...Sebelum lanjut membaca mohon pastikan untuk :...
○like
○komen
○vote
○share cerita
○juga masukan dalam keranjang favorit kalian
...-------------------------🌾------------------------------...
Cally menatap Shaka yang seolah tahu apa yang akan David lakukan, ia dengan sangat intens memandangi wajah bocah kecil itu dengan seksama.
"Ada apa sister menatapku terus?"
"Apa yang kamu tahu, kamu keluar bukan untuk makan kan," selidiknya.
Shaka meletakkan sendok garpunya, ia meminum air putih yang ada dihadapannya dengan sangat santai. Memang benar jika tujuannya keluar dari dalam kamar bukan untuk pergi makan, tapi karena ada hal yang menurutnya sedang mengawasi keluarganya.
"Tadi aku lihat ada seseorang yang sedang mengintip ke dalam kamar adik, lalu aku melemparinya dengan ketapel," ceritanya.
"Kena nggak ?"
"Kena, sepertinya kena bagian matanya. Makanya aku tadi ingin keluar melihatnya."
"Kamu kenal nak sama dia?"
"TIdak, aku sama sekali tidak pernah merasa kenal dengan perempuan itu."
Mata Cally terbuka lebar saat Shaka mengatakan jika yang mengintai ke dalam kamar Laisa adalah seorang perempuan.
"Shaka kamu lihat ini, apa ini orangnya," tanya Cally menunjukkan foto Sonya.
"Benar."
Tangan Cally terkepal kuat saat mengetahui jika Sonya diam-diam mengintai keponakannya. Ia tak menyangka jika wanita yang dulu dihormatinya ternyata adalah seorang yang tak berhati.
"Kamu kembali ke kamar ya, kamu jaga adik dan minta om juga tante temuin sister disini."
"Baiklah, tapi sister hati-hati," pesannya sebelum bangkit dari duduknya.
David terus saja mengejar laki-laki tersebut hingga keringat bercucuran membasahi tubuhnya, entah mengapa ia sangat yakin jika laki-laki tersebut adalah suruhan seseorang.
"Berhenti," teriak David yang kini tiba di lobby.
Namun sayangnya sebuah motor datang dan membawa pergi laki-laki tersebut dengan begitu cepat hingga ia tak bisa mengejarnya.
"Brengsek!"
"David," panggil Arga yang juga baru sampai dan menginjakkan kakinya di lobby.
"Ga dari maan aja loe?"
"Maksdu loe?"
"Iya, mereka semua mati karena keracunaan, tapi polisi belum bisa menemukan racun apa yang membuunh mereka."
"Kalo menurut loe sediri gimana?"
"Menurut gue bos dari mereka pasti sudah memprediksi kejadian ini, dan dia dengan sengaja memberikan racun sebelum polisi datang dan mereka membuka mulutnya."
"Kenapa begitu Ga," tanya David yang masih belum paham.
"Karena mereka semua tahu rahasia bosnya, dan orang yang bisa menyimpan rahasia adalah orang mati!"
David kini mulai paham dengan pemikiran jenius Arga, ia tak menyangka jika Arga yang sudah sangat sibuk dan banyak fikiran masih mampu berfikir selogis itu.
"Loe ngapain tadi berdiri didepan lobby?"
"Tadi gue lagi makan sama Cally juga Shaka, terus gue lihat ada laki-laki yang sedang mengawasi kita. Pas gue kejar dia lari dan itu bikin gue semakin curiga," jelas David.
"Kita temuin dulu Cally juga anak gue," ajak Arga yang sudah tiba dilantai dimana Laisa dirawat.
"Loh sayang, Shaka mana," tanya David saat melihat Orland juga Jesika.
"Aku suruh istirahat dikamar, kasian dia capek."
"Oh iya kak, hari ini aku mau pergi sama Jesika dulu ya. Ada sesuatu yang harus kita urus."
"Hati-hati ya tapi."
Cally bersama Jesika kini sedang menuju rumah besar dari dokter Daniel, dimana semua keluarganya pasti berada disana. Dan sesampainya disana, ia segera dipersilahkan masuk oleh pelayan rumah.
"Ngapai loe kesini," teriak VIra yang tiba-tiba datang.
"Saya kesini untuk bertemu dengan nyonya SOnya, bukan meladeni mulut bau anda!"
"Brengsek!"
"Ada apa ini, kenapa ribut sekali pagi-pagi begini," tegur Edo yang turun bersama Daniel juga Meya.
"Selamat siang tuan Edo, maaf bukan saya ingin membuat keributan disini-
"Lantas apa tujuanmu kesini, yang jelas tentunya bukan untuk anak saya bukan?"
"Tentu saja bukan, bahkan suami saya jauh lebih segala-galanya," tegas Cally yang berani menatap tajam Edo.
"Lalu?"
"Saya ingin bertemu dengan nyonya Edo, saya hanya ingin memperingatinya saja untuk jangan lagi mengganggu keluarga kami jika kalian tidak mau membayarnya dengan mahal dan lebih kejam," ancam Cally.
"Siapa yang berani mengancam keluarga saya ini? Gadis rendahan yang suka memanjat naik ke ranjang laki-laki," hina Sonya.
"Siapa yang telah melukai mata anda, nyonya Sonya," tanya Cally dengan seringai liciknya.
•••••••••••••••jangan lupa pesan diatas ya•••••••••••••