Bring Me

Bring Me
Berubah 360°



Flash back on.


Kriss yang melihat anna langsung tertidur merasa kasian karena anna tidur di bawah.


Ia menggendong anna naik ke ranjang nya,lalu menyelimuti nya.


Kriss tidur di bawah dimna tempat anna tidur tadi.


Flash back off.


"Ya ampun...apa dia sedang ingin mengambil hati ku?"gerutu anna pelan.


Anna turun dari ranjang dengan mode yang sangat pelan.


Anna berjalan seperti maling yang mengendap-endap.


Tangan nya meraih knop pintu dan membuka pintu lalu keluar dari sana.


Anna masuk ke dalam kamar membantingkan tubuh nya.


Lalu ia melirik ke arah jam dinding yang menempel di atas pintu kamar.


Jam menunjukkan pukul 8.


"Ya ampun......aku terlambat bekerja...."ucap anna panik.


Anna menenggelamkan wajah nya ke dalam bantal.


"Hmmm...kalau cuti sekali aku rasa itu bukan masalah."gumam anna tersenyum.


Anna meraih ponselnya dan menelpon Hansen.


"Hallo.."sapa anna ketika sudah tersambung.


"Iya anna."jawab Hansen lembut di sebrang.


"Hansen...aku ingin cuti hari ini.aku rasa aku tidak enak badan.uhuk..uhuk.."berakting batuk.


"Benarkah?kw apa kau demam anna?sudah minum obat?aku akan ke sana menjenguk mu."ucap Hansen panik.


"Ehh...tidak usah Hansen.kau tau kan kalau pemilik kamar sewa ku itu memiliki kelainan."anna menyinggung kan senyum jijik.


"Tapi..."Hansen terhenti karena di potong anna.


"Tidak apa apa.aku hanya perlu minum vitamin sedikit lalu istirahat banyak hati ini."ucap anna meyakinkan Hansen.


"Ya sudah kalau begitu.jika ada apa-apa kau kabari aku ya."Hansen mengalah.


"Iya."jawab anna singkat.


"Ya sudah kau istirahat banyak.aku tidak ingin mengganggu mu dulu."ucap Hansen lembut meluluhkan hati anna.


"Baiklah."jawab anna singkat lagi.


"Aku mencintaimu."lirih Hansen.


"Ha...."anna terkejut.


"Ya sudah aku tutup ya." Pamit Hansen.


"I..iya.."anna masih dalam mode terkejut nya.


Telepon pun di tutup.


Anna tersenyum bahagia.


"Dia bilang apa tadi...."ucap anna senang sambil loncat loncat di atas ranjang nya.


"Hmmm"anna berhenti dan duduk kembali.


"Apa dia sekarang sedang ingin mengungkapkan isi hati nya?..ahh....."anna menutup wajah nya dengan bantal.


"Jantung berdetak kencang...."gumam anna lagi sembari memegang dada sebelah kiri.


"Pagi-pagi sudah di bikin baper saja ya..."lirih anna tersenyum lebar.


🍃🍃🍃


Di sisi lain.kriss merasa perut nya kembung.ia berusaha bersendawa mengeluarkan angin.


"Jam berapa ini?"gumam kriss sambil menatap jam beker di atas nakas.


"Hmm...."kriss meraih ponselnya lalu menelepon asisten nya.


"Shaun...aku tidak masuk hari ini.aku sedang tidak enak badan.kau atur semua jadwalku.aku memiliki jadwal bedah hari ini jam 9 pagi.aku harap kau bisa mengatasi nya."ucap kriss .


Setelah mendengar sahutan dari seberang kriss memutuskan telepon.


Kriss berbaring sambil menekan-nekan perut nya yang kembung.


"Aku masuk angin."lirih kriss sambil memukul-mukul pelan perut nya.


"Wanita itu...apa dia bekerja?"gumam kriss.


Kriss bangkit menuju dapur.


Ketika sampai di dapur,kriss melihat anna sedang minum teh di meja makan minimalis mereka.wajah bahagia berseri seri terlihat jelas pada anna.


"Kau ini kenapa.."sindir kriss


"Hmm...emang nya ada apa?"anna mengangkat dagu nya.


"Sudah sudah.aku tidak ingin berdebat."ucap kriss jengah.


Kriss mengambil jahe lalu mengupas nya dan merebus nya ke dalam panci yang berisi air.


"Kau buat apa?"tanya anna.


"Emang nya ada apa?"kriss membalas perkataan anna.sungguh rugi jika hari mereka tanpa ada perdebatan.


"Dasar kau ini.tidak ingin berdebat tapi ingin menggoda ku terus."cibir anna.


Kriss mendekati anna lalu mencondongkan tubuhnya.wajah anna dan kriss kini berdekatan.hanya berjarak 2cm saja.


"K..kk..kau mau apa?"tanya anna gugup.


"Kau tau menggoda yang sebenarnya seperti apa?"tanya kriss.


Hembusan nafas kriss sangat terasa oleh anna.


"Kk..kau tidak boleh seperti ini.aku akan menjadi milik seseorang.yang pasti nya dia tidak orang aneh seperti mu."anna memalingkan wajahnya.


Deg.


Terasa sakit di dada kriss.dia pengagum rahasia anna berharap anna secepatnya jatuh cinta pada nya.tapi kenyataan berkata lain.


Kriss berdiri tegak membenarkan posisi nya.


"Selamat."kriss tersenyum getir.


Kriss kembali ke panci jahe nya.mematikan kompor lalu pergi ke lantai atas.


Anna terheran-heran melihat kelakuan kriss.


"Kenapa dia?apa dia sedang cemburu.."gumam anna.


Anna pun juga kembali masuk ke kamarnya.


Mereka menghabiskan hari ini dengan berdiam diri di kamar masing-masing tanpa ada acara sarapan dan makan siang.


Anna tidak merasa lapar karena banyak cemilan di dalam kamarnya.


Sedangkan kriss mood nya sedang tidak baik.


Malam pun tiba.anna keluar dari kamar nya memakai dress berwarna peach dan sneaker putih.


Ia ingin mencari makanan untuk makan malam.


Anna keluar dari rumah dan area halaman indah itu.


Anna membawa tubuh mungil nya berjalan di bawah sinar lampu jalan di sisi jalan raya tempat pejalan kaki.


Hingga sampai lah anna di sebuah restoran kecil.


Anna masuk dan membeli makanan sesuai selera.


Sebuah mobil terparkir di depan toko buku di samping restoran tempat anna berada.ya itu adalah mobil kriss.dan di dalam mobil itu ada kriss yang sedang berdiam diri merenungi dirinya.


Tak sengaja ketika melirik ke sisi restoran kecil itu kriss melihat anna yang baru saja keluar dari restoran.


Kriss membuka pintu mobilnya dan keluar menatap anna.


Tapi..


Byurr......hujan mengguyur kota itu.hujan deras turun tanpa aba-aba.kriss langsung kembali masuk ke dalam mobil.ia masih menatap anna ya berteduh di teras restoran itu.


"Apa ku hampiri saja dia."tanya kriss pada hati nya.


"Ahh...tidak!dia tidak akan pernah memandang ku baik."kriss memijat batang hidungnya.


Tanpa pikir panjang kriss menghidupkan mobil nya dan menghampiri anna.


Kriss menurunkan kaca mobilnya.


"Masuk lah."ucap kriss datar dan tatapan dingin.


'pria ini... menawarkan diri tapi seolah tidak ikhlas.'batin anna.


"Aku tidak bisa menunggu mu berpikir jernih.itu memakan waktu.kau mau apa tidak?"tanya kriss lagi.


"Baiklah."jawab anna angkuh.


Anna berlari kecil masuk ke dalam mobil.ia duduk di kursi penumpang di samping kriss.


Ketika kriss mau menjalankan mobilnya...


"Tunggu dulu!"tahan anna.


"Ada apa lagi?"tanya kriss dingin.


Anna tidak menjawab tapi sedang mengamati pria yang ingin masuk ke dalam mobil tapi tangan nya di tahan oleh seorang wanita.


"Hansen.."lirih anna pelan namun terdengar kriss.


Kriss mengikuti pandangan anna ke arah yang di tuju yang tidak lain adalah sosok Hansen pria yang anna sukai.


Di sebrang sana terlihat si wanita mencium bibir Hansen lembut.


Deg!


Sakit terasa di dada anna.pria yang ia kagumi ternyata sudah memiliki wanita selain dia.


Tapi lain hal nya dengan kriss seakan melihat celah masuk ke dalam hati anna.


"Ayo jalan."ucap anna pelan karena mood nya sedang buruk.


Kriss pun menjalankan mobilnya meninggalkan pemandangan itu.


Sedang Hansen dan wanita di seberang itu sedang berdebat.


"Apa yang kau lakukan?"Hansen terkejut dengan ciuman liona.


"Hansen..kau tidak menginginkan aku lagi?"lirih liona dengan tatapan sedih.


"Liona,aku mohon.kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.menjauh lah dari ku."ucap Hansen lembut.


"Aku tau kau kecewa.tapi aku ingin menebus semua kesalahanku."liona menggenggam erat tangan Hansen.


"Biarkan aku pikirkan ini"ucap Hansen agar liona dapat menjauh dari nya saat ini.


"Baiklah sayang."liona melepaskan genggaman tangan nya itu.


"Aku pulang."pamit Hansen.


Liona hanya tersenyum tipis.


Hansen berlalu meninggalkan liona.


🍃🍃🍃🍃


Anna turun dari mobil dengan jalan yang tidak semangat.


Kriss hanya mengekor di belakang anna.


"Hmmm..."kriss sengaja berdehem.


"Aku sedang tidak ingin berdebat."ucap anna.


"Jangan ganggu aku."sambung nya lagi.


"Aa...aku hanya bisa ingin mengatakan kau meninggalkan bungkusan mu."kriss mengacungkan Bungkusan anna ke arah anna.


"Aku tidak lapar.kau makan saja."ucap anna datar.mood nya 100% berubah drastis.


Kriss hanya menggaruk garuk kepala yang tidak gatal.


Anna melangkah masuk ke kamar meninggalkan kriss yang masih berdiri memegang bungkusan yang berisi makanan.


"Benar-benar berubah 360°"gumam kriss.


Kriss memasuki dapur dan meletakkan bungkusan itu du atas meja.


"Kalau lapar pasti di makan juga."lirih kriss meletakkan bungkusan itu.


Kriss ke dalam kamar nya juga.


🍃🍃🍃🍃


Luna sedang membasahi handuk kecil dengan air hangat.ia sedang berpura-pura baik di hadapan ria mertua nya.


"Aku bilang sudah.aku hanya tidak enak badan sedikit saja."ria menolak ketika luna akan menempelkan lagi handuk kecil itu ke kening ria.


"Ibu...badan ibu panas seperti ini masih saja bilang tidak enak badan sedikit.biarkan aku merawat ibu.anggap saja ucapan maaf ku karena memberitahu menantu ibu itu sudah serumah dengan pria lain."ucap luna dengan nada seakan mengahsut lagi.


Ria jatuh sakit karena mendengar kabar yang di berikan luna beserta beberapa foto bahwa anna tinggal seatap dengan seorang pria.


Ria merasa agak kecewa karena belum baru saja sebulan yang lalu arka meninggal anna sudah begitu cepat melupakan mantan suami nya itu.


"Sayang,sudah.kau hanya akan memperburuk keadaan ibu.buat kan saja sana teh jahe hangat untuk ibu."perintah Akbar.


"Baiklah."sahut luna dengan nada sok lembut.


Luna pun pergi meninggalkan mereka berdua.


"Ibu...sudah lah jangan di pikirkan lagi.kalau pun anna memiliki pria baru mungkin itu hanya pelampiasan nya saja."ucap Akbar menenangkan ibunya.


"Mungkin dia juga merasa kesepian.kita juga belum tahu bagaimana jelas nya bu.mana tahu itu sepupu jauh nya.atau saudara angkat nya.kita harus positif thinking dulu bu."sambung akbar.


"Sudah lah nak.jangan di bahas dulu.ingan suruh seseorang untuk mencari tahu kebenaran nya.untuk sekarang ibu tidak ingin membahas nya."ucap ria memalingkan wajah nya dari akbar yang duduk di sampingnya.


"Baiklah bu."jawab akbar patuh.


Luna sedang membuat teh jahe di dapur sambil tersenyum sinis.


"Anna..anna.aku harap kau benar-benar akan tersingkir dari sini."lirih luna pelan sambil mengaduk teh jahe.lalu ia membawa teh jahe itu pergi ke kamar ria.


🍃🍃🍃🍃


Malam tiba.


Tapi seisi rumah itu terasa sangat hening.seakan tidak ada penghuni nya.


Di dalam sebuah kamar seorang pria terlihat baru saja selesai mandi.


Ia sedang memilih pakaian santai yang akan di kenakan malam ini.


"Apa anna sudah keluar kamar?"tanya kriss pada diri nya sendiri sambil memilih pakaian.


"Lebih baik aku lihat saja ke kamar nya.kalau dia mati bunuh diri bagaimana?!hah..bisa bisa rumah ini akan angker."lirih kriss dengan pikiran aneh nya itu.ia cepat-cepat pakai pakaian nya dan bergegas ke kamar anna.


Sesampainya di depan pintu kamar kriss ragu mau masuk.


Perlahan ia menggerakkan tangan nya mengetuk pintu.


Tok.. tok..tok..


Kriss tidak mendengar suara apapun.


Lalu ia mengetuk berulang kali hingga terdengar suara gelas terjatuh pecah.


Kriss langsung membuka pintu yang tidak terkunci itu.


Ia terkejut melihat pemandangan anna.


Wajah anna pucat dan bagian betis nya terkena pecahan kaca.


"Anna!"sontak kriss panik.


Kriss segera menggendong anna naik lagi ke tempat tidur.


"Kau ini kenapa?!"bentak kriss panik.


"Aa ..aku..aku hanya ingin membuka pintu..tidak sengaja menyenggol kaca lalu karena kepala ku pusing aku terjatuh di sana...hiks..."jawab anna sambil menangis.


"Sudahlah..."kriss membelai kepala anna.


Ia melihat betis kiri anna sudah banyak darah akibar pecahan kaca.


"Tunggu,aku akan mengambil kotak obat."kriss bangkit dan bergegas keluar kamar mencari kotak obat di dalam kamar miliknya.


Setelah beberapa saat kriss kembali dengan membawa kotak obat.


"Sudah lah..ini hanya luka kecil saja."ucap anna menahan kriss agar tidak mengobati nya.


Kriss melihat anna sudah mengelap bercak darah dengan kaos kaki yang anna kenakan.