Bring Me

Bring Me
Perpisahan



Ibu Anna, Freya dan Shaun pun keluar dari kamar inap Anna untuk memberikan ruang agar Anna dan Kriss mengutarakan isi hati masing-masing.


Menahan sesak seakan ingin berteriak dan ingin langsung berlari memeluk Kriss,tapi Anna hanya bisa menatap wajah pria yang ia rindukan itu di karenakan kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan.


"Bagaimana?apa masih ada keluhan?di bagian mana yang masih terasa sakit?"Tegur Kriss memecah suasana canggung.


Sungguh Kriss juga sangat ingin memeluk Anna erat,tapi ia masih ragu jika Anna akan menolaknya.


"Sudah lumayan."ucap Anna datar sambil mengalihkan pandangan karena tidak sanggup menatap wajah pria yang ia cintai itu.


"Jangan sungkan.Katakan saja dan anggap aku sebagai dokter pribadi mu."Kriss menarik kursi dan duduk di sisi brankar Anna.


'Di hati ku.Di hati ku yang sangat terasa sakit Kriss.Bahkan kita yang saling cinta belum bisa untuk bersama.'batin Anna.


"Tidak perlu."ucap Anna cuek.


"Kau boleh membayarku jika kau masih sungkan aku merawat mu."ucap Kriss.


"Bahkan aku sungguh tidak ingin melihat mu.Kenapa kau begitu merendahkan diri mu sendiri?"sindir Anna.


Deg.


'Aku tahu kau masih belum bisa menerima ku.Tapi aku tidak tahu di mana letak kesalahan ku sehingga terlihat di sini aku yang paling berdosa.'batin Kriss.


"Sungguh?apa aku terlihat begitu menyedihkan?"Kriss tersenyum getir.


Anna hanya diam.


"Kau sungguh menolak jasa dari ku?"tanya Kriss lagi berharap Anna bisa terbuka pikiran terhadapnya.


"Aku hanya berniat merawat mu dan tidak lebih.Aku jauh-jauh datang melihat mu kemari juga hanya kebetulan ini juga rumah sakit milik keluarga ku.Aku kira aku bisa melihat mu lagi walaupun kau hanya menganggap ku sebagai dokter dan pasien."Kriss menatap sendu wajah wanita yang sedang berpaling ke arah lain.


"Seharusnya aku yang menyesal di sini masih hidup dan harus bertemu lagi dengan mu."umpat Anna.


'Maafkan aku Kriss.Aku tidak ingin kita kembali terikat cinta yang mungkin tak tahu kapan akan menyatu.'batin Anna.


"Baiklah aku akan pergi.Jangan lupa untuk membuang semua bunga itu.Aku takut kau akan semakin membenci ku jika melihat pemberian ku."Kriss kini pasrah.


'Aku tidak tahu kenapa aku harus mencintai mu sejauh ini.Aku tidak tahu Mengapa aku terlalu bodoh.Menganggap mu masih seperti dulu.Atau memang Anna yang ku cinta dulu tidak pernah ada.'batin Kriss kecewa.


"Tapi sebelum aku pergi,apa kau tidak ingin membahas sesuatu dengan ku?"tanya Kriss.


Anna hanya diam.


"Masalah kehamilan mu itu.Aoa itu anak ku?"tanya Kriss lagi.


Deg.


Wajah Anna seketika panik.


"Apa hak mu untuk tahu masalah pribadi ku?"ketus Anna masih mengalihkan pandangan ke arah lain.


"Baiklah.Maaf atas kelancangan ku."Kriss memilih mengalah karena ia tidak ingin kondisi Anna memburuk.


Kriss bangkit dan sedikit membungkuk mencium kening Anna.


Cup!


Anna terkejut dengan perlakuan manis Kriss.


"Aku masih tetap Kriss yang dulu.Kriss yang mencintai Anna yang telah hilang."ucap Kriss yang membuat hati Anna tersayat .


"Jaga diri mu baik-baik."ucap Kriss tapi tidak di gubris oleh Anna.


'Tahan aku Anna!kenapa kau tidak menahan ku?kau sudah tidak mencintai ku?'batin Kriss dan hatinya bergemuruh.


Karena Anna tidak merespon apapun Kriss memutuskan untuk keluar dari kamar Anna.


๐ŸŽถ๐ŸŽผ


Bila ku harus memilih...


Seperti aku memilih dengan mu atau ku pergi...


Haruskah aku terluka untuk kesekian kalinya...


Tuhan cukup cukup sudah..


Aku pun ingin bahagia...


๐ŸŽผ๐ŸŽถ


'Kenapa kau begitu bodoh mencintai ku.Kau membuat ku merasa terlalu kejam Kriss.'


'Ya tuhan aku ingin menghilang.Hilang seperti tidak pernah ada.Kenapa aku harus terjebak seperti ini?Siapa yang bisa membawa ku keluar dari semua ini?'keluh Anna dalam hati.


'Jika benar aku tidak di butuhkan lagi,aku akan benar-benar menghilang.Menghilang dari kehidupan mu.Aku tidak ingin terlalu bodoh mengharapkan mu yang jelas tak ingin aku.'batin Kriss sambil berjalan menuju ruangannya.


Ceklek...


Kriss membuka pintu ruangannya dan di sana sudah ada ibu Anna, Freya dan Shaun yang menunggu.


"Bagaimana?"tanya Freya buru-buru.


Kriss hanya tersenyum getir.


"Apa Anna menolak mu?"tanya ibu Anna cemas.


"Tidak.Hanya saja Anna butuh menyendiri dulu tante."jawab Kriss.


Shaun yang sudah mengerti keadaan ini hanya diam.


"Jujurlah anak muda.Apa Anna mempersulit mu?"tanya ibu Anna lagi.


"Tidak tante."Kriss tersenyum menguatkan hatinya.


"Anak itu memang keras kepala sekali.Untung saja dia dalam keadaan sakit."gerutu ibu Anna.


"Sudah tante.."rayu Freya.


"Kalau begitu aku pamit dulu tante.Aku masih harus pulang untuk menjelaskan kepada keluarga ku apa yang terjadi."ucap Kriss.


"Anak muda.Maafkan perilaku Anna.Kau sudah banyak berjuang untuknya."ibu Anna menepuk pundak Kriss pelan.


"Terimakasih sudah mempercayai ku."sahut Kriss.


Setelah selesai berpamitan Kriss di ikuti oleh Shaun pergi meninggalkan rumah sakit yang menjadi saksi bisu perpisahan mereka.


'Seperti ini kah akhirnya dari kita?aku masih sempat berkhayal kita menikmati masa tua kita bersama.Memiliki anak yang menggemaskan.Tapi aku sadar.Aku tidak lagi di inginkan.Selamat tinggal.Aku menyerah untuk Membawa mu kembali.'


Kriss hanyut dalam diam merenungi kesedihannya di sepanjang perjalanan menuju rumah utama Louman.


๐Ÿ’จ๐Ÿ’จ๐Ÿ’จ


.


.


.


.


Jangan lupa๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ‘‡


Like


Komen


Vote๐Ÿ˜‰


Berikan suport agar bisa update terus.