
Ketika jam makan siang Anna duduk makan siang bersama dengan para pelayannya yang sudah ia anggap seperti teman sendiri.
"Lihat ini!Anak pemilik rumah sakit terkenal di negara A itu belum kunjung muncul di publik."ucap Aileen memberitahukan kepada Kylie yang duduk di sebelahnya.
"Siapa sih?"Kylie menoleh ke layar ponsel Aileen.
"Ini lho, direktur rumah sakit yang di tinggal pergi di hari pernikahannya.Kasian banget ya."jelas Aileen.
"Ya ampun kasian kali ya.."sahut Kylie.
Anna yang mendengar percakapan mereka terhenti dengan aktivitas menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Dengar-dengar Direktur muda itu depresi berat lho.Sampai tidak mau banyak bicara seperti biasanya."sambung Cheryl yang sedari tadi mendengarkan.
"Benarkah? Padahal dia itu ganteng banget lho.Kok bisa ya ada cewek yang menyia-nyiakan dia."Aileen menjadi prihatin.
"Ekhm...Kalian lanjutkan makan saja.Saya mau istirahat dulu di ruangan.Jika ada kesulitan panggil saja."ucap Anna bangkit dari duduknya.
"Ia nyonya."sahut mereka serempak.
Anna berjalan memasuki ruangannya.Setelah masuk menutup pintu ia terduduk lemas.
'Kenapa kau menjadi seperti ini? Apakah aku terlalu kejam dengannya? Kenapa kau harus separah itu?'Anna mulai menangis.
'Maafkan aku...'lirih Anna dengan sesak di dadanya.
Anna teringat sesuatu.Ia segera menyeka air matanya.Meraih ponselnya lalu membuka berita tentang Kriss di media sosial.
Benar saja ia mendapatkan berita bahwa direktur muda itu mengalami depresi berat.Ia melihat foto yang diambil oleh paparazi saat Kriss keluar dari rumah seorang psikiater.Keadaan Kriss sungguh menyedihkan.Ia terlihat seperti pria berumur 40 an ke atas.
'Ya Tuhan.Apa yang sudah ku lakukan?Aku membuatnya seperti ini.'
'Aku ingin menemuinya.Aku harus berjumpa dengannya.'batin Anna.
'Aku harus ke sana besok sore.'tekad Anna.
🍃🍃🍃
Malam tiba....
Anna duduk di teras toko kuenya.Jam menunjukkan pukul 8 malam.Semua karyawan sudah pada pulang.Kini hanya Anna sendiri di toko.Ia terlalu sedih sehingga masih ingin menyendiri di tokonya itu.
Anna melamunkan nasib percintaannya.Tiba tiba ia teringat ibunya.Ia juga sangat ingin menemui wanita yang sudah melahirkannya itu.Hanya saja karena ia takut Kriss masih saja mencarinya ia pun harus menahan rindu dengan ibunya sementara.
Anna mulai bangkit.Ketika ia ingin pergi meninggalkan tokonya sebuah mobil datang menghampirinya.
'Siapa ini?'batin Anna.
Pria itu turun dari mobilnya.Dan Pria itu adalah Shaun.
Anna sangat terkejut.Kunci yang di genggaman tangannya terjatuh seketika.
"Shaun."lirih Anna pelan.
"Nona Anna.Apa kabar?"sapa Shaun.
"Kenapa kau bisa di sini?"tanya Anna.
"Aku hanya lewat.Kebetulan hari ini aku sedang ada urusan di negara Y ini."jelas Shaun berbohong.
"Kau sendiri?"Anna memandangi mobil Shaun berharap Kriss di dalam sana.
"Iya nona.Kenapa?anda berharap saya datang bersama dengan tuan?"goda Shaun.
Wajah Anna berubah dingin.
"Tidak.Terimakasih sudah menyapa.Aku akan pulang."ucap Anna meraih kunci yang terjatuh.
"Nona sekarang sudah sukses?Bahkan sudah memiliki mobil.Tidakkah nona ingin bertanya tentang keadaan tuan?"Shaun berusaha memancing Anna.
"Aku sudah tidak ada hubungan apapun dengannya."ucap Anna dingin.
"Kau tahu nona, karena perlakuan mu yang tidak hormat itu tuan kami menjadi orang yang menyedihkan.Kenapa kau mempermainkan pernikahan?Kau tidak tahu betapa kecewanya dia?!"suara Shaun meninggi.
Anna terlonjak.
"Cukup!!"bentak Anna sambil menahan tangis.
Shaun melihat mata Anna memerah menahan tangis.
"Jangan pernah temui aku lagi!!"bentak Anna.
Anna meninggalkan Shaun masuk ke dalam mobil lalu pergi dari sana.
Dada Anna terasa sesak.Ia geram dengan keadaan ini.
"Arhhhhhhh...."jerit Anna saking terasa menyedihkan.
"Kenapa jadi seperti ini?!!!"pekik Anna.
Anna pun pulang ke apartemennya dengan tangis yang pecah.
Keesokan harinya Anna berangkat ke toko di siang hari karena menangis semalaman matanya menjadi bengkak.Jadi ia memutuskan pergi siang hari agar bengkaknya mulai berkurang.Untungnya Kylie punya kunci cadangan agar mereka bisa membuka toko lebih awal.
Saat tiba di toko ia melihat pengunjung sangat ramai berdesakan.Ia pun segera masuk ke dalam dan menuju dapur untuk mengecek.
Anna membantu karyawannya yang sibuk itu hingga tidak terasa sampai sore hari.
"Huft..."Anna membanting bobot tubuhnya di kursi pelanggan.
"Kaki ku terasa mau lepas."ucap Cheryl sambil memijat betisnya.
Anna tertawa kecil melihat tingkah para karyawannya.Hari ini memang sangat ramai.
"Sepertinya kita butuh karyawan tambahan nona."ucap Kylie.
"Sepertinya iya."Anna tersenyum lebar.
Aileen masuk sambil membawa minuman yang ia beli di sebrang toko mereka.
"Nona,ada yang datang menemui mu."ucap Aileen sambil meletakkan minuman yang berjumlah 4 cup itu di hadapan Anna dan yang lainnya.
"Siapa?"tanya Anna.
"Tidak tahu."sahut Aileen.
"Baiklah.Aku ke sana dulu.Kalian makan dulu saja "ucap Anna sebelum pergi menemui tamu yang menunggu di luar.
"Siapa?"bisik Kylie pada Aileen.
"Tidak tahu."sahut Aileen.
"Mungkinkah pacarnya nona?"sambung Cheryl.
"Tidak mungkin.Bukankah pacar nona tuan Hansen?"ujar Aileen.
"Tapi pria itu tampan."sambung Aileen lagi sambil tersenyum mengkhayal.
🍃🍃
Anna terkejut melihat kedatangan Shaun.
"Ada apa lagi? bukankah aku sudah bilang jangan temui aku lagi!"ucap Anna marah.
"Maafkan atas perlakuan saya tadi malam nona.Saya hanya ingin menyampaikan ini dari tuan Kriss."menyerahkan undangan pertunangan Kriss dengan Arina.
Mata Anna membulat sempurna.Hatinya sangat terasa sakit.
"Ini sungguhan?"tanya Anna.
"Ya benar.Mana mungkin kami memainkan hubungan untuk lelucon."sindir Shaun.
"Terimakasih atas undangannya."Anna memaksakan tersenyum.
"Sama sama.Kalau begitu saya pamit."ucap Shaun.
Anna hanya mengangguk kecil.
Setelah melihat mobil Shaun pergi menjauh Anna kembali masuk ke dalam.
Mood Anna seketika memburuk.
Ia melewati ketiga karyawannya yang penuh tanda tanya.Setelah memasuki ruangannya ia kembali melihat update hari ini.Benar saja kali ini berita pertunangan Kriss dan Arina menjadi perbincangan hangat.
"Pantas saja kau tidak datang mencariku ke sini.Kau terlihat pantas dengannya."ucap Anna memandangi foto Arina.
Tok,tok, tok..
Suara pintu di ketuk.
"Masuk!"ucap Anna sambil mematikan ponselnya.