Bring Me

Bring Me
Bisikan



"Bagaimana bisa Freya berdiri di sana?" Batin Anna panik.


"Anda baik baik saja nona?" Panggil Freya lagi dari luar.


"Apa aku harus menjawab?" Pikir Anna lagi.


"Nona?" Panggil Freya lagi.


"Aku tidak apa apa." Sahut Anna dari dalam bilik.


"Eh,suara ini!" Ucap Freya pelan.


"Kenapa mirip Anna?" Freya pun semakin penasaran dengan wanita yang di dalam.


"Baiklah." Ucap Freya lagi menyahuti wanita itu.


Dari dalam bilik yang Anna tempati,terdengar suara langkah kaki Freya pergi.Anna pun menghela nafas berat.


"Hampir saja,," gerutu nya.


"Eh,kalau pun dia melihat ku juga tidak akan mengenal aku siapa kan?"gumam Anna.


Wanita itu segera mengusap kedua kelopak matanya.Setelah itu Anna keluar dari bilik persembunyiannya.Betapa terkejut nya Anna melihat wanita yang tadi memanggil nya berdiri di ambang pintu keluar.


Anna memasang wajah sedikit terkejut lalu ia mencoba mengontrol diri.Anna segera menghampiri wastafel dan membasuh wajah nya pura pura tidak mengenal Freya.Tapi wanita yang berdiri di ambang pintu itu kini berjalan mendekati Anna.


"Permisi,apakah anda wanita yang di dalam tadi?" Tanya Freya.


"Benar,ada apa ya?" Tanya Anna balik.


"Suara nya,sangat mirip,," batin Freya.


"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Freya lagi.


"Maaf nona.Terjadi sesuatu atau tidak nya itu urusan pribadi saya." Ucap Anna tegas sambil meraih tisu di sudut wastafel.


Anna kini tidak lagi menolehi wanita itu.Ia mengeringkan wajah nya menggunakan tisu.


"Maaf kalau begitu." Ucap Freya sopan.


"Tidak apa." Jawab Anna datar.


"Apa anda sedang mengunjungi seseorang di sini?" Tanya Freya lagi.


"Tidak.Saya sedang bekerja dan mengikuti bos saya." Jawab Anna.


"Oh,kau sekertaris rupanya nya.." Gumam Freya pelan.


"Maaf nona,tapi saya harus pergi dulu." Ucap Anna.


"Iya,silahkan." Sahut Freya.


Anna pun segera pergi dengan keadaan yang terlihat tenang.Padahal jantung nya berdebar tak karuan.


"Hum,,,suara nya sangat mirip.Tapi wajah dan kepribadian nya tidak.Anna kan sangat ceroboh.Wanita tadi terlihat profesional." Freya bergumam sendiri.


Setelah Merasa agak jauh dari Freya,Anna mulai bisa bernafas lega sambil memegang dada nya yang deg degan.


"Aku harus pergi,," gumam nya.


Tapi saat ia membalikkan badan,ia menabrak tubuh seorang pria yang memiliki badan sedikit kurus.Anna yang terhuyung ke belakang langsung di tangkap oleh tangan pria itu yang memegang pinggang nya.


"Kau baik baik saja?" Ucap pria itu dengan wajah cemas.


Anna terkesima melihat wajah pria itu.


"Nona?" Tegur pria itu lagi yang melihat Anna malah melamun.


"Ah,maaf,," ucap Anna langsung melepaskan diri dari tangan pria itu.


"Kau baik baik saja?" Tanya pria itu lagi.


"Aku baik baik saja.Maaf kan aku." Ucap Anna sopan.


"Ah,tidak apa apa." Sahut pria itu.


"Bukan nya kau sekertaris kakak ku?" Ucap pria itu lagi.


"Kakak anda?" Anna menatap bingung siapa pria di hadapan nya ini.


"Anda tidak ingat saya? Kita tadi ke sini satu lift dan sejalan menuju bangsal kakek di rawat." Jelas pria itu yang bernama Ervin.


"Begitukah? Maaf saya tidak mengingat nya.Saya masih baru bekerja dengan pak Arsya." Ungkap Anna.


"Tidak apa apa.Aku harus pergi.Sampai jumpa." Pamit Ervin samb tersenyum ramah.


"Iya,," sahut Anna.


Ervin adalah anak yang ceria dan sedikit bar bar bagi orang yang sudah lama mengenalnya.


"Dia tampan.Sayang nya dari keluarga Louman,," gumam Anna sambil menatap punggung pria itu yang semakin menjauh.


"Kenapa kalau dari keluarga Louman?" Bisik seseorang secara tiba tiba tepat di telinga Anna.


"Akh!!!" Pekik Anna kaget.


Ia membalikkan badan nya dan menatap sumber suara.


"Pak Arsya?" Lirih nya semakin terkejut.


"Ada apa dengan keluarga Louman?" Tanya Arsya sambil menatap dingin Anna.


"Bukan begitu,,," lirih Anna pelan sambil menunduk kan wajah nya.


Arsya tersenyum smirk.


"Jangan menilai keluarga Louman sembarangan seperti kamu sudah lama mengenalnya." Ucap Arsya masih berdiri tegak di hadapan Anna dengan aura dingin nya.


"Atau memang kamu sudah lama mengenal atau bahkan dekat dengan keluarga ku,," bisik Arsya dengan mencondongkan tubuh nya dan mendekatkan wajah nya di telinga Anna.


Anna terlonjak kaget.Tapi ia berusaha mengontrol agar penyamaran nya tidak secepat itu terbongkar.