Bring Me

Bring Me
Mati lampu



Hari semakin berganti.sebulan sudah anna menyewa di rumah Kriss.


Hari ini anna gajian.ia akan membayar uang sewa kepada kriss.


Tapi akhir-akhir ini kriss selalu pulang larut malam.


Ya, karena kriss merasa bersalah karena mencium paksa anna.Kriss lebih bnyak menghabiskan malam nya dengan gadis gadis di bar.


"Hmm...dia belum pulang ya."gumam anna yang tau bahwa kriss tidak di rumah.


Anna pergi keluar rumah mencari udara segar malam hari.


Sesampainya di sebuah kedai mi anna berhenti.Anna berselera dengan wangi bakmi yang menggoda.


"Seperti nya makan bakmi tidak terlalu buruk."gumam anna sembari menyambar kursi pelanggan bakmi yang kosong.


"Mas bakmi nya satu ya."pesan anna pada mas penjualan bakmi itu.


"Ok mbak!"sahut mas itu.


10 menit kemudian bakmi yang Anna pesan sudah sampai di hadapan anna.


"Ini mbak."mas bakmi itu meletakkan mangkuk bakmi.


"Terimakasih mas.es teh nya satu ya mas."pesan anna lagi.


"Ok mbak."sahut si penjual.


Anna mengaduk-aduk bakmi nya.


"Ini mbak."si penjual meletakkan es teh di sisi kanan tangan anna.


Anna pun mulai menyantap makanan nya.


Hingga ketika selesai ia di kejutkan dengan sosok pria tampan yang duduk di hadapan nya.


Pria itu tak lain adalah Hansen.


"Kau sendiri?"tanya Hansen menebarkan senyuman manis nya.


"Hansen?...ya aku sendiri.apa yang kau lakukan di sini?"tanya anna.


"Ya....hanya mencari-cari udara malam saja."jawab nya enteng.


"Oh..."lirih anna pelan.


"Kau sudah selesai?"Hansen melirik mangkuk bakmi anna yang sudah kandas isi nya.


"Sudah."jawab anna.


"Mau ku antar pulang?"tawar Hansen.


"Jika kau mau."anna tersenyum manis.sungguh ia mulai menyukai bos nya ini.


Mereka pun mulai berjalan memasuki gang di mana anna menyewa kamar.


Hansen sengaja tidak membawa mobil nya masuk karena ingin berduaan lebih lama dengan anna.


Ia pun sudah mulai ada rasa dengan anna.


🍃🍃🍃🍃


Sesampainya di depan pagar rumah Kriss mereka menghentikan langkah.


"Sudah sampai.terimakasih Hansen."ucap anna.


"Sama-sama.hmm...apakah lain waktu boleh aku berkunjung."ucap Hansen.


"Tentu."jawab anna.


"Kalau begitu masuk lah."Hansen mencondong kan tubuh nya ke arah anna.


Jantung anna berdegup kencang.


"B..baiklah.."ucap anna gugup tapi senang.


Tapi tiba-tiba saja pintu pagar itu terbuka.


"Ehhmmm..sudah jam berapa ini?"kriss mengejutkan mereka.


"Kk..kriss."anna salah tingkah.


"Kau seharusnya bisa menjaga harga diri mu sebagai seorang janda.kau tau tidak baik berkeliaran dengan seorang pria di malam hari."ucap kriss dengan nada sinis menatap Hansen penuh makna.


"Baiklah anna.aku pulang dulu.kau bisa menghubungi ku jika ada apa-apa."pamit Hansen.


"Baiklah."anna tersenyum lebar.


Hansen mengusap puncak kepala anna.


"Selamat malam"ucap nya.


Kriss yang melihat pemandangan itu seakan terbakar.


Hansen meninggalkan mereka.


Lalu anna menatap kesal kriss.


Berlalu meninggalkan kriss yang terdiam di depan pagar.


"Hey!apa kau tidak akan masuk?tidak baik seorang pria berdiri di depan pagar seperti akan menguntit seseorang."ledek anna.


Kriss marah mendengar itu.ia menutup pintu pagar dengan keras.


'brraakkk!!'.


Anna memutar bola matanya jengah.lalu berlalu masuk.


Kriss membuntuti anna.


Sesampainya di dalam anna memberikan amplop berisi uang sewa kamar nya.


"Oh"jawab Kriss singkat.


Anna langsung memutar badan nya dan masuk ke dalam kamar.


Kriss mendengus.tapi tiba-tiba lampu padam.


Anna yang di dalam kamar kalang kabut karena tidak menemukan ponsel nya untuk penerangan.


"Kenapa ini?"gumam kriss karena lampu mati mendadak.


'tringg!'notif masuk


Pemberitahuan dari pihak pln sedang mengadakan mati lampu bergilir kerena ada masalah perbaikan.


"Kriss!kau masih di situ?"anna mulai panik sambil meraba raba keluar dari kamar.


Kriss sengaja diam karena ingin mengerjai anna.


"Kriss!"panggil anna lagi.


'tinnngggg!!'sebuah hiasan meja berbentuk kucing terjatuh karena tangan anna.


"Kriss...kau dimana kenapa tidak menjawab."teriak anna.


Anna berjongkok sambil memeluk lutut nya menenggelamkan wajah nya takut.


"Ini akan sampai kapan?hikss...."anna mulai ingin menangis karena ia sangat takut kegelapan.


Kriss merasa tidak tega menghidupkan flash ponsel nya.


"Kau menangis?"ucap kriss dengan nada angkuh.


Anna terkejut lalu menatap ke arah cahaya.


"Kau!kenapa diam saja tadi...hikss...."anna menangis kesal.


"Ku kira wanita seperti mu tidak akan takut akan kegelapan."ledek kriss.


"Kau ini...hikksss...."anna semakin menangis.


Kriss perlahan berjalan meninggalkan anna ke arah anak tangga.


"Kriss...."panggil anna.


Kriss sengaja memperlambat langkah nya karena ia tau pasti anna akan mengejar nya.


Dugaan kriss tepat.anna berlari ke arah nya menarik lengan kekar kriss.


"Kau mau apa?"tanya kriss datar,padahal dalam hati nya ia senang.


"Tega sekali kau..hikss...."lirih anna.


"Kau yakin ingin aku temani?bukankah aku ini pria mesum?"ledek kriss.


"Tapi....kau tega meninggalkan aku di tengah kegelapan seperti ini?"anna menarik kaos kriss berulang kali seperti anna kecil minta permen.


"Huh dasar!apa yang kau takut kan?pandai berdebat tapi takut hantu.seharus nya kau bisa ajak hantu itu berdebat.kenapa harus taku."ledek Kriss menahan tawa.


"Kau ini..."lirih anna kesal.


"Huh!ayo!"kriss meraih tangan anna menggandeng nya naik ke kamar nya.


Kriss mengunci pintu.


Kriss mau melepaskan gandengan tangan nya.tapi anna malah semakin erat saja.


"Kau bahkan tidak ingin melepaskan ku.hati-hati kau bisa saja jatuh cinta pada ku dalam waktu semalaman.seperti yang ada di kisah novel.."ejek kriss karena anna tidak mau melepaskan genggaman.


"Aku takut.."lirih anna.


Anna benar-benar takut karena terlalu banyak menonton film horor.


"Apa kau ingin tidur di ranjang bersama ku juga malam ini?"tanya kriss datar.


"Ti.. tidur bersama?"anna melepaskan genggaman tangan itu.


"Aku sudah ngantuk.silahkan kau ingin tidur di mana." Kriss duduk di tepi ranjang nya.


"Aku akan tidur di bawah saja."menunjukkan ke arah sisi ranjang kriss.


"Terserah."ucap kriss sambil merebahkan tubuh di ranjang.


Anna duduk bersimpuh.


'bahkan dia tidak menawarkan ku tidur di atas.sungguh pria satu ini tidak ada manis nya.'batin anna.


"Ini."kriss memberikan bantal pada anna.


"Ehhm.."sahut anna meraih bantal itu.


"Kau cepat tidur lah."suruh kriss


"Hmmm."jawab anna lagi dengan deheman.


🍃🍃🍃🍃


Pagi pun datang.Suara kicau burung di pagi hari seakan membangunkan dua anak manusia yang masih terlelap.


Anna mengerjapkan mata nya terdengar kicau burung yang menandakan hari sudah pagi.


Anna berusaha membuka mata sambil mengusap-usap biji mata yang ada sedikit beleknya.


'aku dimana ini'anna mencoba mengingat.


Anna menyingsing kan selimut yang membungkus tubuh nya.


Ia mendapati tubuh kekar pria tidur di bawah sisi ranjang.


"Haa....kriiss?"lirih anna pelan terkejut.