
Malam hari nya,Anna menemui Hansen di sebuah cafe.Sedangkan Kriss menunggu urusan mereka selesai berjalan jalan di taman sekitar menggendong bayi nya.
Setiap orang yang melihat Kriss selalu memuji nya.
"Wah lihat pria tampan itu,menggendong bayi.Aku sangat iri pada istri."ucap salah satu wanita yang lewat ketika melihat Kriss.
" wah dia tampan sekali."puji orang yang lewat lagi.
Semua orang yang lewat selalu memuji nya.Hingga ada dua orang perempuan yang mendekati Kriss.
"Wah,adik bayi sedang apa malam malam di sini?" Seorang wanita berkata.
"Kakak tampan,kau duda ya?" Tanya satu nya lagi.
"Tidak,saya sedang menunggu istri saya." Jawab Kriss ramah.
"Yah,ku kira kakak duda." Wanita itu terlihat lesu.
"Kalau duda emang kenapa?" Ucap seorang wanita dari belakang mereka.
Mereka semua menoleh ke sumber suara.Ternyata wanita itu adalah Anna.
Anna berjalan mendekati Kriss dan menggandeng tangan pria itu.
"Maafkan kami." Ucap mereka berdua kompak lalu pergi.
"Huh,dasar!" Ketus Anna.
Kriss hanya terkekeh kecil melihat tingkah wanita yang di cintai nya ini.
"Kenapa?" Tanya Anna melirik kesal Kriss yang sedang terkekeh.
"Tidak,,," jawab Kriss.
"Senang ya di goda goda? Dasar narsis." Anna berjalan meninggalkan Kriss yang juga mengekor di belakang nya.
Mereka masuk ke dalam mobil dan sedang dalam perjalanan pulang.
"Bagaimana?" Tanya Kriss sambil fokus menyetir.
"Ya seperti itu." Jawab Anna sambil menatap keluar mobil.
Anna menceritakan semua nya kepada Kriss.
Flashback ketika Anna bertemu Hansen.
"Sudah lama menunggu?" Tanya Anna yang baru saja duduk di hadapan Hansen.
"Aku baru sampai kok." Sahut Hansen.
"Sudah makan?" Tanya Hansen sambil tersenyum.
"Sudah,," jawab Anna sedikit tidak bersemangat.Ia merasa tidak enak dengan Hansen.
"Kenapa tidak bersemangat?" Tanya Hansen mencondongkan tubuh nya ke depan.
Sekilas Anna menatap wajah nya lalu tertunduk.
"Tidak apa.Yang penting kau sudah membuat keputusan dengan benar.Bayi mu juga membutuhkan sosok ayah kandung nya.Kau juga masih mencintai nya kan?" Ujar Hansen masih tetap menutupi rasa sedih nya dengan senyum yang manis.
"Maafkan aku Hansen,,," lirih Anna sambil mendongak menatap wajah pria di hadapan nya.
"Kau tidak perlu minta maaf.Justru kau akan lebih bersalah jika bersama ku nanti masih ada dia di hati mu kan.Kau sudah mengambil keputusan yang benar." Ujar Hansen.
"Aku turut bahagia jika kau bahagia.Aku kan pria sejati yang sedang membahagiakan wanita yang ku cinta." Hansen berusaha membuat lelucon.
Anna semakin menatap sedih dirinya.
"Sudah lah.Jangan membuat aku terlihat menyedihkan.Aku baik baik saja." Sambung Hansen.
"Aku benar benar minta maaf." Ucap Anna lagi.
"Sudah lah Anna.Jika kau butuh bantuan kau bisa menghubungi ku.Setidak nya kita kan masih bisa berteman." Ucap Hansen sambil berusaha terlihat ceria.
"Hm,Aku harus segera mencari istri agar Jimmy punya segera punya adik." Ucap Hansen sambil menyandarkan bahu nya di sofa itu.
Anna hanya menunduk sedih.Ia sangat merasa bersalah tidak bisa membalas perasaan Hansen.
"Sudah lah Anna,lain kali kita bertemu lagi.Aku juga ada janji dengan teman ku.Jimmy pasti sedang menunggu mu." Ujar Hansen ingin segera pergi dari tempat yang membuat dada nya sangat sesak.
"Iya." Sahut Anna.
Mereka berdua berdiri dari duduk nya.
"Kalau begitu sampai jumpa." Ucap Anna.
Hansen hanya tersenyum menyahuti nya.
"Hati hati." Ucap Hansen setelah nya.
Anna pun melangkahkan kaki nya meninggalkan tempat itu.
Flashback off.
Kini kedua nya di dalam mobil saling diam dan sibuk dengan isi kepala masing masing.
Tiba tiba ponsel Anna berdering.
Ia menatap layar ponsel itu dan menilik panggilan dari siapa.Melihat nama ibu tertera di sana ia pun menjawab nya.
"Iya,bu?" Ucap Anna ketika menerima panggilan itu.
"Kau sedang dimana?kenapa para pegawai mu bilang kau sudah tidak di sini selama melahirkan?" Tanya ibu cemas.
"Oh itu,,," Anna bingung harus menjelaskan dari mana.
"Sekarang kau di mana?" Tanya ibu nya lagi.
"Ibu di apartemen ku sekarang?" Tanya Anna balik.
"Iya,ada apa?" Tanya ibu lagi.
"Ibu istirahat saja di sana.Besok aku akan menemui ibu di sana.Jimmy sedang tertidur.Kasihan membawa nya jika terlalu larut." Jelas Anna.
"Ya sudah,baiklah." Sahut ibu nya.
"Iya,bu." Sahut Anna.
"Kau berada di tempat aman kan?" Ibu memastikan.
"Tentu,bu.Ibu tidak usah khwatir.Besok aku akan membawa seseorang menemui ibu." Ucap Anna meyakinkan.
"Ya sudah,kalau begitu ibu mau istirahat dulu." Ucap ibu lalu panggilan terputus.
"Hu,," Anna menghela nafas lega.
"Kenapa?" Tanya Kriss.
"Ibu datang ke sini." Jawab nya.
"Sekarang dimana?" Tanya Kriss lagi.
"Berada di apartemen ku.Besok kita menemui nya ya.Kau tidak sibuk kan?" Ujar Anna.
"Tidak." Sahut Kriss.
"Ibu datang bersama siapa?sendiri?" Tanya Kriss.
"Oh iya.Kenapa aku tidak bertanya ya?" Anna juga tidak tahu ibu nya datang bersama siapa.
Tapi perasaan nya tidak enak ketika memikirkan jika ibu nya datang bersama Freya.Wanita itu pasti akan heboh.Apalagi ketika melihat Kriss datang bersama nya.
"Semoga dia tidak ikut." Gumam Anna dalam hati.